Cekricek.id — Mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Toni Sucipto, memulai babak baru kariernya dengan menjadi asisten pelatih Sumsel United pada Championship 2026/27. Pelatih kelahiran 12 Februari 1986 itu menilai pengalaman panjangnya saat masih merumput menjadi bekal berharga untuk menjalani peran baru di pinggir lapangan.
Dikutip dari kanal resmi I.League, ileague.id, Sabtu (15/8/2026), Toni menyebut posisinya sebagai bagian staf kepelatihan Laskar Juaro menghadirkan tantangan yang jauh berbeda dibanding karier bermainnya. Tanggung jawabnya kini bergeser dari menjalankan instruksi menjadi merancang cara agar pemain mengeluarkan kemampuan terbaik.
Dari Lapangan ke Pinggir Lapangan
“Sebagai pemain ada 10 rekan lain di lapangan yang harus kita satukan, sementara sebagai pelatih tantangannya masih sama namun perannya kini di pinggir lapangan. Sebagai pemain mungkin sedikit lebih mudah karena tinggal mengikuti seluruh instruksi pelatih, sementara staf pelatih justru harus berpikir bagaimana agar sang pemain bisa mengeluarkan permainan terbaiknya,” ungkap Toni.
Baca juga: Mourinho Nilai Real Madrid Siap Arungi LaLiga 2026/2027
Semasa aktif bermain, Toni dikenal mampu mengisi banyak posisi, sebuah fleksibilitas yang kini menjadi modal tambahan saat membaca kebutuhan taktik tim. Dia mulai mengikuti kursus kepelatihan pada 2020 dan saat ini memegang lisensi B AFC.
Belajar dari Rahmad Darmawan
Toni menyebut Rahmad Darmawan sebagai sosok yang paling banyak memberi pengaruh dalam proses adaptasinya sebagai pelatih. Menurut dia, pelatih senior tersebut mampu memadukan ketegasan dengan pendekatan kekeluargaan di ruang ganti.
“Meskipun beliau punya latar belakang sebagai militer dan terkenal tegas, namun coach RD bisa mengayomi pemain sehingga bisa tercipta kekeluargaan serta nyaman dalam berlatih serta bertanding,” ujar Toni.
Baca juga: Barcelona Bekuk Basel 5-2, Adeyemi Cetak Gol Perdana
Untuk arsitek asing, dia mengaku mengagumi nama-nama seperti Xabi Alonso dan Cesc Fabregas, namun tetap menempatkan Sir Alex Ferguson sebagai pelatih terbaik sepanjang yang dia amati. Referensi itu dipakainya sebagai pembanding dalam menyusun cara berkomunikasi dengan pemain.
Kenal Lama dengan Staf Sumsel United
Adaptasi Toni di Palembang terbantu oleh kedekatannya dengan sesama anggota tim pelatih. Dia pernah satu klub dengan Nasuha dan pernah bersama-sama di Tim Nasional Indonesia dengan Mahyadi Panggabean.
“Di Sumsel United sendiri saya bersama coach Nasuha kebetulan pernah bermain bareng di klub, kemudian bersama coach Mahyadi Panggabean juga pernah sama-sama di timnas, jadi saya pikir tidak terlalu masalah. Kami semua tertantang untuk memberikan yang terbaik untuk tim di musim ini,” tegasnya.
Baca juga: Klok Tegaskan Persib Sedang Membangun Tim di TC Bali
Pengalaman membina pemain muda juga sudah dimilikinya sebelum resmi menjadi asisten pelatih. “Di Persija saya kebetulan di musim-musim terakhir juga berkesempatan menjadi mentor bagi para pemain muda, karena di sepakbola tidak hanya aspek skill semata yang dibutuhkan,” kata Toni. Championship 2026/27 sendiri, masih menurut ileague.id, dijadwalkan bergulir pada 12 September 2026 setelah kalender kompetisi diperbarui operator liga.















