Cekricek.id — Atletico Madrid membuka LaLiga EA Sports 2026/27 dengan kemenangan 2-0 atas tim promosi Malaga CF di Metropolitano pada Rabu malam waktu Spanyol atau Kamis dini hari, 20 Agustus 2026 WIB. Dua gol tuan rumah lahir dari pemain yang baru masuk di babak kedua, Lee Kang-In pada menit ke-69 dan Alex Baena pada menit ke-84.
Dikutip dari as.com dan siaran langsung marca.com, Diego Simeone memulai laga dengan susunan pemain darurat. Sembilan pemain Atletico baru saja menjalani final Piala Dunia sebulan sebelumnya, sehingga enam di antaranya hanya duduk di bangku cadangan. Salah satu catatan malam itu adalah debut Jorge Dominguez pada usia 16 tahun 241 hari, pemain termuda yang pernah tampil untuk klub tersebut.
Baca juga: Olahraga dan Kerja Fisik Beda Kaitan dengan Demensia
Tiga Pergantian yang Mengubah Laga
Malaga, yang kembali ke kasta tertinggi dan bertandang ke Metropolitano untuk pertama kali sejak laga peresmian stadion sembilan tahun lalu, tampil tanpa rasa takut. Peluang pertama justru milik tim tamu ketika David Larrubia mengirim bola ke tepi kotak penalti dan sepakan Carlos Puga melambung. Atletico menguasai bola tetapi kesulitan menembus pertahanan lawan sepanjang babak pertama.
Simeone menarik Dominguez saat jeda dan memasukkan Marcos Llorente, lalu melakukan tiga pergantian sekaligus pada menit ke-56 dengan memasukkan Lee Kang-In, Alex Baena, dan Giuliano Simeone. Tiga belas menit setelah masuk, pemain Korea Selatan yang mengenakan nomor punggung 7 itu menggiring bola dari sisi kanan kotak penalti, melewati lawan sambil berlari, lalu melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas gawang Alfonso Herrero.
Sepakan pojok Dabid Hancko sempat membentur mistar sebelum Baena memastikan kemenangan lewat tendangan bebas pada menit ke-84 yang menghantam sisi dalam mistar dan masuk. Data yang dirilis as.com mencatat Atletico melepaskan 15 tembakan berbanding lima milik Malaga, dengan nilai expected goals 0,82 melawan 0,15. Hancko menjadi pemain dengan keterlibatan terbanyak, 112 sentuhan dan 91 umpan sukses. Wasit Adrian Cordero Vega mengeluarkan lima kartu kuning.
Simeone Puji Dampak Pemain Pengganti
Baca juga: Flick Tunjuk Raphinha Kapten Sementara Barcelona
“Kami mencoba memulai pertandingan dengan anak-anak yang kondisinya paling baik untuk bersaing. Pada babak pertama itu sudah benar,” kata pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. “Kami tidak punya peluang gol, tetapi ada aksi dari Arnau atau Lookman. Pada babak kedua pergantian pemain memberi lonjakan kualitas. Dua gol itu adalah dua gol indah dan kami bisa memenangi laga yang tidak mudah.”
Simeone menegaskan tiga pergantian serentak itu sudah dirancang. “Itu sudah dipikirkan dan waktunya diulur selama mungkin. Kami membayangkan anak-anak yang masuk bisa memberi kami lonjakan. Kami harus melewati bagian pertandingan yang paling sulit lebih dulu. Saya pulang dengan senang atas usaha semua orang,” ujarnya.
Lee Kang-In menyebut kemenangan pembuka lebih penting daripada golnya. “Laga-laga awal sangat penting. Kami masih kekurangan latihan. Sangat penting meraih kemenangan,” kata pencetak gol pertama itu. “Seluruh tim bekerja hebat. Berkat kerja keras di babak pertama, kami bisa meraih kemenangan. Kami terus bekerja keras. Ritme kami masih kurang, tetapi dengan kerja keras kami akan membaik, baik secara individu maupun kolektif.”
Baena, pencetak gol kedua, mengakui laga pembuka selalu berat. “Malaga tim yang bagus dengan banyak pemain muda dan mereka menyulitkan kami,” katanya. Soal golnya, ia menambahkan, “Salah satu kekuatan saya adalah bola mati. Saya sangat senang bisa mencetak gol pertama saya di Metropolitano.”
Baca juga: Vicario Resmi ke Juventus, Dipinjam dari Tottenham
Pelatih Malaga Puas meski Kalah
Pelatih Malaga, Juanfran Funes, menolak menyebut dirinya gembira, tetapi memuji penampilan timnya. “Ketika kalah, kamu tidak pernah bisa senang. Kami menjaga wajah pertandingan sampai mereka melakukan pergantian pemain. Kami datang ke konteks yang sangat menuntut. Saya tidak senang, tetapi puas dengan kerja para pemain,” ujarnya.
Funes juga mengangkat kualitas lawannya. “Atletico salah satu tim terbaik di Spanyol. Saya ingin memberi nilai pada kerja mereka tanpa bola. Mereka menutup ruang dengan cepat dan tidak membiarkan kami berlari. Itu tim yang sangat brilian dalam hal semacam itu,” katanya. Kiper Malaga, Alfonso Herrero, menutup malam itu dengan menyebutnya hari yang istimewa dan mengatakan laga ditentukan oleh dua aksi dari dua pemain hebat.
















