Cekricek.id — Pelatih Bayern Munich Vincent Kompany menegaskan klubnya sudah mengetahui gangguan neurologis yang dialami gelandang Jamal Musiala jauh sebelum pemain berusia 23 tahun itu membuka kondisinya kepada publik pekan ini. Penegasan tersebut disampaikan Kompany dalam konferensi pers di Munich, Jumat (21/08/2026), sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.
Musiala dua kali ambruk di lapangan dalam rentang empat hari. Insiden pertama terjadi pada laga uji coba melawan RB Leipzig, Sabtu (15/08/2026), dan yang kedua saat Bayern menghadapi Heidenheim, Selasa (18/08/2026). Pada laga kedua, Musiala baru sekitar lima menit berada di lapangan sebagai pemain pengganti ketika ia terjatuh dan mendapat perawatan tim medis di tengah lapangan, dikelilingi pemain kedua kesebelasan.
Perubahan Terapi Memicu Efek Samping
Kompany menjelaskan kedua insiden itu berkaitan dengan penyesuaian pengobatan yang sedang dijalani Musiala. “Dia melakukan sedikit perubahan pada terapinya, dan itu menimbulkan sejumlah efek samping,” kata Kompany. Pelatih asal Belgia itu menambahkan, tim medis klub berencana kembali ke skema pengobatan sebelumnya, dan menyebut penyesuaian semacam itu lazim dilakukan selama masa perawatan berjalan.
Menurut laporan Al Jazeera, Jumat (21/08/2026), Kompany juga menyatakan dirinya tidak khawatir dengan kelanjutan karier pemain tersebut. “Saya benar-benar tenang. Sekarang saya menanti serangan balasan dari Jamal,” ujarnya, merujuk pada keyakinannya bahwa Musiala akan segera bangkit. Kompany menegaskan staf pelatih dan tim medis sudah menyiapkan prosedur penanganan sejak lama sehingga tidak ada kepanikan saat insiden terjadi di lapangan.
Bayern Mengaku Tahu Sejak Musim Lalu
Direktur olahraga Bayern Munich Max Eberl menyebut klub sudah mengantongi informasi mengenai kondisi itu sejak lebih dari setahun lalu. “Kami sudah mengetahuinya sepanjang musim lalu. Dia mengubah sesuatu dalam pengobatannya, dan karena itulah situasi ini menjadi terlihat,” kata Eberl. Ia menekankan bahwa keputusan mengumumkan kondisi tersebut kepada publik sepenuhnya berada di tangan Musiala sendiri, bukan atas permintaan klub.
Baca juga Musiala Ungkap Gangguan Neurologis Usai Dua Kali Ambruk
Bayern selama ini tidak pernah merinci alasan medis di balik absennya Musiala pada sejumlah pertandingan. Dalam laporan resmi laga melawan Heidenheim, klub hanya mencatat bahwa timnya mengalami kemunduran ketika Musiala harus ditarik keluar tak lama setelah masuk lapangan.
Musiala Sebut Kondisinya Bagian dari Keseharian
Musiala mengumumkan kondisinya melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa (18/08/2026), beberapa jam setelah insiden di Heidenheim. “Saya telah didiagnosis mengalami absence seizure, yaitu kejang singkat dan sementara namun dapat ditangani, yang disebabkan oleh disfungsi neurologis,” tulis gelandang internasional Jerman itu.
Baca juga Persiraja Bawa 31 Pemain ke Malaysia Jelang Championship
“Kondisi itu bisa memicu momen-momen yang terjadi belakangan ini, seperti saat melawan Leipzig atau kini di Heidenheim. Saya tahu sekilas hal ini terlihat menakutkan, tetapi bagi saya saat ini semua itu adalah bagian dari keseharian,” lanjutnya. Musiala menyatakan dirinya menerima penanganan medis terbaik, merasa sangat optimistis, dan menegaskan tidak ada risiko kesehatan tambahan di luar hal tersebut.
Baca juga DPRD: Sumbar Bukan Perlintasan, Sudah Jadi Peredaran
Pemain kelahiran Stuttgart itu menyampaikan niatnya untuk terus bermain sepak bola dengan pengawasan dokter spesialis saraf, dan meminta agar rincian medisnya tidak dibuka lebih jauh karena hanya dibagikan kepada lingkaran terdekat, pihak klub, dan para ahli yang menanganinya.
Absen Saat Bayern Buka Musim
AFP melaporkan Musiala dipastikan absen pada laga Piala Super Jerman melawan Borussia Dortmund, Sabtu (22/08/2026). Ia menyusul Lennart Karl dan Serge Gnabry yang lebih dulu tersingkir karena cedera. Kompany menyebut pemain itu diberi waktu untuk memulihkan diri sekaligus menyesuaikan diri dengan kondisinya yang kini menjadi konsumsi publik.
Musiala baru saja melewati periode panjang yang berat secara fisik. Ia sempat menepi akibat patah tulang fibula yang dideritanya pada Piala Dunia Antarklub, lalu kembali terganggu cedera pergelangan kaki sepanjang 2026. Musim lalu ia tetap menjadi salah satu pemain kunci Bayern ketika berada dalam kondisi bugar.
















