Cekricek.id — Penyerang Atletico Madrid Julian Alvarez menjadi sasaran kemarahan pendukungnya sendiri saat timnya ditahan imbang Villarreal 2-2 pada laga LaLiga di Madrid, Minggu (23/08/2026). Pertandingan itu diwarnai kartu merah, penalti, dan gol penyelamat pada masa tambahan waktu, tetapi sorotan justru tertuju pada penyerang internasional Argentina yang tengah menjadi incaran sejumlah klub Eropa tersebut.
Menurut laporan Al Jazeera, Senin (24/08/2026), cemoohan sudah terdengar sejak Alvarez melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Reaksi serupa berulang ketika namanya diumumkan sebagai salah satu pemain cadangan, lalu berubah menjadi siulan keras saat ia masuk ke lapangan pada menit ke-66.
Nyanyian Suporter di Tribun
Sebagian tribun Stadion Metropolitano menyanyikan seruan agar Alvarez segera meninggalkan klub. Nyanyian itu merujuk pada pernyataan sang penyerang sebelumnya bahwa ia ingin mewujudkan mimpinya, kalimat yang ditafsirkan suporter sebagai sinyal keinginan pindah pada bursa transfer musim panas ini.
Seusai peluit panjang, Alvarez langsung berjalan menuju ruang ganti tanpa memberi salam kepada tribun. Langkah itu memicu cemoohan yang jauh lebih keras dari arah pendukung tuan rumah. Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone menegaskan keputusan tersebut bukan inisiatif pemainnya, melainkan arahan manajemen klub.
Baca juga Simeone Tegas: Atletico Tidak Akan Melepas Julian Alvarez
“Klub memutuskan dia sebaiknya tidak mendekat ke tribun atau ke suporter,” kata pelatih Atletico Madrid Diego Simeone.
“Itu keputusan klub untuk menjauhkan dan memisahkan dia, supaya dia bisa langsung menuju ruang ganti,” ujarnya menambahkan.
Simeone Menolak Sikap Menghina
Simeone menghindari penilaian terbuka terhadap perilaku tribun, tetapi ia menarik garis tegas soal batas yang menurutnya tidak boleh dilewati pendukung mana pun terhadap pemain sendiri.
“Saya tidak berada di sini untuk memberi nasihat,” kata Simeone.
Baca juga Mourinho: Vinicius Jadi Korban Perundungan di Espanyol
“Jelas, saya tidak sepakat dengan hinaan atau perendahan apa pun. Biarkan hal itu benar-benar jelas,” katanya.
Kartu Merah dan Gol Penyelamat
Di atas lapangan, Atletico sempat berada di ambang kekalahan. Bek Robin Le Normand diusir wasit pada menit ke-76 setelah menjatuhkan penyerang Villarreal Georges Mikautadze di kotak terlarang. Mikautadze sendiri yang maju sebagai eksekutor dan sukses mengubah kedudukan menjadi keunggulan bagi tim tamu.
Bermain dengan sepuluh pemain di bawah cuaca panas Madrid, tuan rumah tampak akan menyerah. Namun Giuliano Simeone, putra sang pelatih, menyelamatkan satu poin lewat penyelesaian sambil menjatuhkan diri pada detik-detik akhir pertandingan sehingga skor berakhir 2-2.
Barcelona dan Arsenal Disebut Berminat
Nama Alvarez santer dikaitkan dengan Barcelona dan Arsenal menjelang penutupan bursa transfer. Pelatih Barcelona Hansi Flick menolak berkomentar mengenai pemain milik klub lain ketika ditanya soal kemungkinan perekrutan tersebut.
Baca juga Sevilla Bantai Athletic 3-1, Debut Terzic Berantakan
Alvarez baru saja kembali dari jeda Piala Dunia dan masih dalam proses mengembalikan kebugaran bertandingnya ketika dimainkan pada laga tersebut. Simeone memastikan penyerang berusia 26 tahun itu tetap menjadi bagian dari skuadnya dan berjanji melindungi pemainnya dari tekanan yang datang dari luar lapangan.
“Julian adalah pemain yang sangat penting untuk mencapai target yang kami punya sebagai sebuah tim. Kami membutuhkan dia, dan kami akan menjaganya,” kata Simeone.
Hasil imbang itu membuat Atletico hanya mengoleksi satu poin dari laga tersebut, sementara Villarreal membawa pulang satu angka dari perjalanan ke ibu kota. Kedua tim akan melanjutkan agenda LaLiga pekan depan dengan pekerjaan rumah masing-masing, termasuk situasi Alvarez yang belum menemui titik akhir hingga bursa transfer ditutup.
















