Asteroid dan Ancaman Nyata bagi Bumi: Fakta di Balik Sensasi Media

Gempita Kemeriahan Malam Kemerdekaan: Kintani dan Adella Goyang Lubuk Basung!

Ilustrasi. [Canva]

Asteroid sering menjadi sorotan media, tetapi seberapa besar ancaman sebenarnya bagi Bumi kita? Temukan fakta ilmiah di balik sensasi berita asteroid.

Cekricek.id - Asteroid, potongan batu yang tersisa dari pembentukan Tata Surya kita, seringkali menjadi bintang utama dalam imajinasi publik, terutama berkat film-film Hollywood yang menggambarkan kehancuran yang mungkin terjadi jika asteroid besar menghantam Bumi. Namun, apa sebenarnya risiko yang mereka bawa?

Dalam laporan The Conversation, diperkirakan setengah miliar asteroid dengan diameter lebih dari empat meter mengorbit Matahari dengan kecepatan hingga 30 kilometer per detik.

Hampir setiap minggu, kita melihat judul berita yang menggambarkan asteroid seukuran "bus", "truk", atau bahkan "setengah ukuran jerapah". Namun, di balik label sensasional ini, apa risikonya berdasarkan data?

Apa Ancaman Langsung dari Asteroid?

Menurut grafik dari NASA, ada lebih banyak asteroid kecil daripada yang besar. Asteroid kecil lebih sering menghantam Bumi tetapi dengan dampak yang lebih rendah, sementara asteroid besar jarang menghantam tetapi dengan dampak yang besar.

Kebanyakan asteroid kecil pecah saat memasuki atmosfer Bumi dan tidak sampai ke permukaan. Namun, jika ada yang berhasil mencapai permukaan, mereka disebut meteorit.

Berapa Banyak Asteroid yang Melintas Dekat Bumi?

Dengan perhitungan sederhana, kita dapat memperkirakan berapa banyak asteroid yang mendekati Bumi. Misalnya, asteroid berukuran empat meter rata-rata akan melintas dekat permukaan Bumi sekali setahun.

Jarak beberapa ribu kilometer mungkin terdengar jauh, tetapi banyak asteroid yang dilaporkan oleh media melintas dengan jarak yang jauh lebih besar. Pada 2022, ada 126 pendekatan dekat, dan pada 2023 sudah ada 50.

Bagaimana Kita Menilai Ancaman dan Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Sekitar 95% asteroid dengan ukuran lebih dari satu kilometer diperkirakan sudah ditemukan. Saat asteroid baru ditemukan, astronom melakukan observasi ekstensif untuk menilai ancamannya terhadap Bumi.

Skala Torino digunakan untuk mengkategorikan ancaman hingga 100 tahun ke depan, dengan skala 0 (tidak berbahaya) hingga 10 (tabrakan pasti dengan objek besar). Saat ini, semua objek yang dikenal memiliki peringkat nol.

Teknologi saat ini sudah berkembang sedemikian rupa sehingga kita memiliki kesempatan untuk mengambil tindakan jika menghadapi ancaman besar dari asteroid.

Baru-baru ini, misi DART berhasil mengubah lintasan asteroid dengan menabrakkannya dengan pesawat ruang angkasa. Di masa depan, tindakan seperti ini bisa melindungi Bumi dari tabrakan.

Tag:

Baca Juga

Ternyata Penemu 'Titik Desimal' Bukan Christopher Clavius, Tapi Giovanni Bianchini pada Tahun 1440-an
Ternyata Penemu 'Titik Desimal' Bukan Christopher Clavius, Tapi Giovanni Bianchini pada Tahun 1440-an
Menelusuri Jejak Mumi Mesir: Sejak Kapan Tradisi Ini Dimulai?
Menelusuri Jejak Mumi Mesir: Sejak Kapan Tradisi Ini Dimulai?
13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker
13 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Terkena Kanker
Monster Laut Jurassic Setinggi 9,1 Meter Kembali Hidup dalam Film Dokumenter Baru David Attenborough
Monster Laut Jurassic Setinggi 9,1 Meter Kembali Hidup dalam Film Dokumenter Baru David Attenborough
Fragmen "Zombie" Virus Corona, Picu Gejala Parah COVID-19
Fragmen "Zombie" Virus Corona, Picu Gejala Parah COVID-19
Inilah 13 Karya Seni Purba, 2 Ada di Indonesia Berusia 540 Ribu Tahun
Menakjubkan! 13 Penemuan Karya Seni Purba, 2 di Indonesia Berusia 540 Ribu Tahun