Peristiwa 17 Oktober 1952 menempatkan Kemal Idris di depan Istana dengan meriam terarah. Ia kemudian membayarnya dengan karier yang tersendat.
Peristiwa 17 Oktober 1952 menempatkan Kemal Idris di depan Istana dengan meriam terarah. Ia kemudian membayarnya dengan karier yang tersendat.
