- Tim odontologi forensik FKG UI membantu identifikasi korban di Banjarmasin
- Data gigi jenazah dicocokkan dengan catatan gigi korban semasa hidup
- Sebanyak 47 jenazah teridentifikasi menurut keterangan UI per 1 Oktober 2026
Cekricek.id — Susunan gigi, tambalan, dan foto rontgen lama di klinik dokter gigi menjadi salah satu jalan untuk mengembalikan nama korban KM Virgo Transport 8. Universitas Indonesia (UI) menurunkan tim odontologi forensik dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) untuk pekerjaan itu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Tim bergabung dalam operasi identifikasi korban bencana atau Disaster Victim Identification (DVI) yang digelar Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kalimantan Selatan bersama Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin. Menurut keterangan tertulis UI tertanggal Kamis (1/10/2026), sampai saat itu 47 jenazah telah teridentifikasi.
“Kami melakukan pemeriksaan gigi geligi temuan post-mortem yang mencakup pencatatan odontogram, dokumentasi, identifikasi ciri khusus, estimasi usia, serta pencatatan karakteristik odontologis lainnya yang dapat mendukung proses identifikasi,” kata penanggung jawab tim, drg. Nurtami, Ph.D., Sp.OF, Subsp.IOF(K).
Mencocokkan Dua Catatan
Pekerjaannya berjalan di dua sisi. Di satu sisi, tim mencatat keadaan gigi jenazah. Di sisi lain, tim mengumpulkan data gigi korban semasa hidup: rekam medis gigi, foto rontgen, dan foto wajah yang memperlihatkan gigi. Bahan itu diminta dari keluarga, dokter gigi, serta fasilitas kesehatan yang pernah merawat korban.
Kedua catatan kemudian dibandingkan. Bila cocok, identitas korban dinyatakan positif.
Data gigi tergolong metode primer, setara dengan sidik jari. Data medis dan barang milik korban dipakai sebagai metode sekunder. Ke-47 jenazah itu dikenali lewat gabungan cara-cara tersebut.
Anggota tim terdiri atas mahasiswa program dokter gigi spesialis odontologi forensik FKG UI, yakni Dr. drg. Linda Yuliati, M.H., drg. Miky Raja Manullang, dan drg. M.A. Majedi, M.H., serta seorang alumnus, drg. Ferdy Rijaldi, M.H., Sp.OF. Mereka bekerja bersama unsur kepolisian, FKG Universitas Lambung Mangkurat, dan dokter spesialis forensik.
“Keterlibatan FKG UI dalam operasi DVI ini menjadi bentuk nyata kontribusi keilmuan kedokteran gigi untuk mendukung proses identifikasi korban secara ilmiah dan membantu keluarga memperoleh kepastian,” kata Dekan FKG UI Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, Ph.D., PBO.
Baca juga: Indonesia Tak Kurang Aturan Keselamatan Kapal, Kata Pakar UNAIR
Baca juga: Pola Arus Selat Sunda Bisa Jadi Peta Pencarian Korban Kapal
Baca juga: Gigi Manusia Pawon, 33 Kajian yang Berhenti di 2020















