Jam Makan Anak Mundur Saat Libur Sekolah, Lebih Sering Terlewat

A A

Ilustrasi menu sarapan berupa sereal cokelat, wafel, pisang, dan segelas jus jeruk di meja [Foto: David Adam Kess/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

  • Pada bulan Juli, rata-rata sarapan bergeser ke pukul 08.39.
  • Jamnya berpindah dari 11.54 ke 12.49, atau 53,9 menit lebih lambat.
  • Ketiga waktu makan, dengan demikian, lebih sering terlewat ketika sekolah libur.
  • Jam makannya pun bergeser lebih jauh pada keluarga berpenghasilan rendah.
Daftar Isi
  1. April dan Mei: Jam Makan Mengikuti Jadwal Sekolah
  2. Juli: Sarapan Mundur Hampir Satu Setengah Jam
  3. Dari Hari ke Hari, Jam Makan Kian Tidak Tetap
  4. Musim Panas: Lebih Banyak Makan yang Terlewat
  5. Jarak Terlebar pada Rumah Tangga Berpenghasilan Rendah
  6. Sesudah 2023: Batas Catatan dan Angka yang Tidak Seragam

Pukul 07.10 anak-anak itu sarapan. Itulah rata-rata jam makan pagi pada hari sekolah yang dicatat para orang tua di sebuah kota berukuran sedang di tenggara Amerika Serikat. Makan siang menyusul pukul 11.54, lalu makan malam pukul 18.39. Ketiga jam itu berasal dari catatan harian yang diisi pada April dan Mei, ketika kelas masih berjalan.

Catatan tersebut dihimpun Meghan C. Savidge dari Arnold School of Public Health, University of South Carolina, bersama Michael W. Beets, Elizabeth L. Adams, dan 13 peneliti lain. Hasilnya terbit sebagai Differences in Children’s Meal Timing between School and Summer: Three-year findings from the What’s UP (Undermining Prevention) with Summer Observational Cohort Study di BMC Public Health tahun 2026. Naskah itu masih berstatus artikel dalam proses terbit, sehingga belum memuat volume dan nomor.

Yang diikuti ialah 1.004 anak berusia 5 sampai 14 tahun, separuhnya perempuan, dari 17 sekolah dasar. Orang tua mereka mengisi catatan selama 14 hari pada masa sekolah, lalu 14 hari lagi pada libur musim panas di bulan Juli, sepanjang 2021 sampai 2023. Lebih dari 30.000 hari makan terkumpul, dan hanya hari kerja yang dibandingkan.

April dan Mei: Jam Makan Mengikuti Jadwal Sekolah

Pada musim semi, hari anak-anak itu punya kerangka yang tetap. Sebagian besar anak di Amerika Serikat, tulis Savidge dan rekan-rekannya, bersekolah kira-kira dari pukul 08.00 sampai 15.00, Senin hingga Jumat. Di dalam rentang itu mereka bisa makan sampai tiga kali pada waktu yang sudah dijadwalkan, meski jadwalnya dapat berbeda menurut negara bagian dan distrik.

Dua program federal ikut menentukan jam tersebut. Sekolah peserta National School Lunch Program wajib menyajikan makan siang antara pukul 10.00 dan 14.00, kecuali mendapat pengecualian. Sekolah peserta School Breakfast Program harus menyediakan sarapan pada atau menjelang awal hari sekolah, tanpa jam yang ditetapkan secara khusus. Keduanya menyediakan makanan gratis atau berharga murah bagi murid.

Sebagian dari 17 sekolah itu melayani anak dari rumah tangga berpenghasilan rendah. Selama tahun ajaran, sarapan dan makan siang kerap disediakan, disiapkan, dan diatur oleh sekolah pada jam yang sama setiap hari. Para penulis menduga susunan semacam itu mendorong jam makan yang lebih awal, lebih tetap dari hari ke hari, dan lebih jarang terlewat.

Baca juga Obesitas Anak Thailand Melonjak Dua Kali Lipat Saat Pandemi

Juli: Sarapan Mundur Hampir Satu Setengah Jam

Lalu sekolah tutup dan catatan kedua dimulai. Pada bulan Juli, rata-rata sarapan bergeser ke pukul 08.39. Selisihnya 89,6 menit dari masa sekolah, hampir satu setengah jam. Dari tiga waktu makan, sarapanlah yang berpindah paling jauh. Angka itu berlaku untuk hari kerja, sehingga yang dibandingkan memang hari sekolah dengan hari libur di tengah pekan.

Makan siang ikut mundur, tetapi tidak sejauh itu. Jamnya berpindah dari 11.54 ke 12.49, atau 53,9 menit lebih lambat. Makan malam hampir tidak beranjak. Rata-ratanya pukul 18.50 pada musim panas, hanya 11,5 menit lebih lambat daripada pukul 18.39 pada masa sekolah.

Jam makan anak, sekolah dan liburSarapan 07.10 saat sekolah dan 08.39 saat libur; makan siang 11.54 dan 12.49; makan malam 18.39 dan 18.50.Jam makan anak, sekolah dan liburRata-rata pada hari kerja, 1.004 anak di tenggara Amerika SerikatMasa sekolahLibur musim panas07.1008.39Sarapan11.5412.49Makan siang18.3918.50Makan malamSarapan mundur paling jauh, makan malam paling sedikit.
Sumber: Meghan C. Savidge, Michael W. Beets, Sarah Burkart, dkk., Differences in Children’s Meal Timing between School and Summer: Three-year findings from the What’s UP (Undermining Prevention) with Summer Observational Cohort Study, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Savidge dan rekan-rekannya menandai posisi catatan itu dengan satu kalimat. “Studi ini adalah yang pertama menelaah perubahan jam makan anak dari masa sekolah ke musim panas,” tulis mereka dalam naskah berbahasa Inggris tersebut. Sebelumnya, menurut mereka, sebagian besar kajian tentang jam makan anak hanya memotret satu waktu.

Untuk sarapan dan makan siang, para penulis menunjuk perpindahan peran. Pada tahun ajaran, dua waktu makan itu ditangani sekolah. Pada musim panas, tanggung jawab menyediakan dan menyiapkannya jatuh terutama kepada orang tua. Jadwal makan bisa bergeser ketika orang tua lebih sulit menyediakan makanan dan menjangkau program makan yang dibiayai pemerintah federal.

Makan malam lain ceritanya. Anak-anak umumnya tidak menerima makan malam dari sekolah maupun dari program musim panas, sehingga urusan itu berada di tangan orang tua pada kedua musim. Itulah salah satu kemungkinan yang diajukan para penulis untuk jam makan malam yang nyaris tetap. Anak seusia mereka juga jarang makan lewat dari pukul 20.00.

Dari Hari ke Hari, Jam Makan Kian Tidak Tetap

Sesudah jam rata-rata, yang dicatat berikutnya ialah naik turunnya jam itu dari hari ke hari. Pada musim panas, simpangan jam sarapan bertambah 9,0 menit dibanding masa sekolah. Simpangan jam makan siang bertambah 9,8 menit. Dengan kata lain, jam sarapan dan makan siang seorang anak berayun kira-kira 9 sampai 10 menit lebih lebar setiap hari.

Penjelasan yang ditawarkan serupa dengan sebelumnya. Sekolah menetapkan jam sarapan dan makan siang yang sama tiap hari, sehingga ruang untuk bergeser menjadi sempit. Pada musim panas, siapa yang menyediakan makanan bisa berganti dari hari ke hari, bergantung pada jadwal dan sejauh mana pengasuh mengawasi anak pada hari itu.

Usia ikut berperan. Makin tua seorang anak, makin besar tambahan ayunan jam makannya dari masa sekolah ke musim panas, yakni 1,7 menit untuk sarapan dan 1,6 menit untuk makan siang pada tiap pertambahan satu tahun usia. Para penulis mengaitkannya dengan kemandirian anak yang lebih besar, yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pengasuh untuk menyiapkan makanan.

Bagian ini diberi tanda hati-hati oleh penulisnya sendiri. Temuan tentang ayunan jam makan, tulis mereka, baru merupakan landasan awal. Belum ada ambang yang disepakati untuk menyebut ketidakteraturan jam makan anak bermakna secara klinis. Kajian yang mengaitkan jam makan tidak teratur dengan kesehatan yang buruk sejauh ini pun masih terbatas pada orang dewasa.

Baca juga BMI Anak Gothenburg Terbelah Dua Arah Sejak Tahun 2008

Musim Panas: Lebih Banyak Makan yang Terlewat

Catatan harian juga memuat hari ketika anak tidak makan sama sekali pada satu waktu makan. Pada musim panas, rasio odds melewatkan sarapan tercatat 2,0 dibanding masa sekolah. Untuk makan siang angkanya 4,6, yang tertinggi di antara ketiganya. Untuk makan malam 1,8. Ketiga waktu makan, dengan demikian, lebih sering terlewat ketika sekolah libur.

Makan yang terlewat saat liburSarapan: Rasio odds +2,0; Makan siang: Rasio odds +4,6; Makan malam: Rasio odds +1,8.Makan yang terlewat saat liburRasio odds melewatkan makan, libur dibanding masa sekolah123450Sarapan2,0Makan siang4,6Makan malam1,8Angka 1 berarti sama dengan masa sekolah.
Sumber: Meghan C. Savidge, Michael W. Beets, Sarah Burkart, dkk., Differences in Children’s Meal Timing between School and Summer: Three-year findings from the What’s UP (Undermining Prevention) with Summer Observational Cohort Study, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Para penulis menyebut kenaikan itu mengkhawatirkan. “Secara keseluruhan, anak-anak makan lebih lambat, memiliki ayunan jam sarapan dan makan siang dari hari ke hari yang sedikit lebih besar, dan memiliki odds melewatkan makan yang lebih tinggi selama musim panas dibanding tahun ajaran,” tulis Savidge dan rekan-rekannya, juga dalam bahasa Inggris.

Usia mengubah gambaran sarapan. Pada anak berumur 5 tahun, odds melewatkan sarapan di musim panas tercatat 4,6. Pada umur 14 tahun angkanya tinggal 1,2. Tiap pertambahan satu tahun usia, perubahan dari masa sekolah ke musim panas itu mengecil 14 persen. Ini bukan berarti anak yang lebih tua lebih tertib.

Ketika ditelusuri lebih jauh, anak yang lebih muda sangat jarang melewatkan makan pada masa sekolah, lalu jauh lebih sering pada musim panas. Anak yang lebih tua sudah lebih sering melewatkan makan sejak masa sekolah. Selisih antarmusim yang kecil pada mereka, menurut para penulis, tampaknya didorong oleh naiknya kebiasaan itu selama tahun ajaran.

Jenis kelamin juga tercatat. Perubahan odds melewatkan sarapan pada anak perempuan 25 persen lebih kecil daripada anak laki-laki. Angkanya 1,8 untuk perempuan dan 2,3 untuk laki-laki. Untuk makan malam yang terlewat, para penulis tidak menemukan pembeda apa pun, baik usia, jenis kelamin, maupun penghasilan rumah tangga.

Jarak Terlebar pada Rumah Tangga Berpenghasilan Rendah

Penghasilan keluarga dicatat sejak survei musim semi, lalu dibagi menjadi tiga golongan. Rumah tangga dengan penghasilan di bawah dua kali garis kemiskinan federal disebut berpenghasilan rendah. Yang berada di antara dua dan tiga kali disebut menengah, dan yang di atas tiga kali disebut tinggi. Dari pembagian itulah perbedaan antarkeluarga terbaca.

Makan siang memperlihatkan jarak paling jelas. Odds melewatkan makan siang di musim panas tercatat 6,8 pada anak dari rumah tangga berpenghasilan rendah, 4,6 pada golongan menengah, dan 3,8 pada golongan tinggi. Perubahan pada golongan menengah 32 persen lebih kecil daripada golongan rendah. Urutannya searah dengan penghasilan.

Jam makannya pun bergeser lebih jauh pada keluarga berpenghasilan rendah. Dibanding mereka, pergeseran jam makan siang anak dari golongan tinggi kira-kira 20 menit lebih kecil, dan dari golongan menengah kira-kira 13 menit lebih kecil. Untuk sarapan, pergeseran pada golongan tinggi sekitar 10 menit lebih kecil daripada golongan rendah.

Para penulis mengaitkannya dengan akses. Selama tahun ajaran, anak dari keluarga berpenghasilan rendah ditawari makanan sekolah gratis atau berharga murah, yang menambah ketersediaan pangan dan mendorong makan yang ajek. Pada musim panas, tulis mereka, sekitar 90 persen dari anak-anak itu kehilangan sumber tersebut. Beban menyediakan makanan pun bertambah bagi orang tuanya.

Usia kembali muncul pada jam sarapan. Tiap pertambahan satu tahun usia, pergeseran jam sarapan dari masa sekolah ke musim panas bertambah kira-kira 6 menit. Anak berumur 14 tahun mengalami pergeseran sekitar 54 menit lebih besar daripada anak berumur 5 tahun. Naskah itu mengutip Mathias dan rekan-rekannya, yang mendapati 20 persen remaja 14 sampai 18 tahun baru makan pertama sesudah pukul 11.00, dibanding 4 persen anak 4 sampai 8 tahun.

Baca juga Tekanan Akademik Halangi Gaya Hidup Sehat Remaja Karnataka

Sesudah 2023: Batas Catatan dan Angka yang Tidak Seragam

Catatan ini punya batas yang diakui penulisnya. Penelitian berlangsung di satu kota berukuran sedang di tenggara Amerika Serikat, sehingga hasilnya belum tentu berlaku di wilayah dan negara dengan kalender sekolah serta musim yang berbeda. Jam makan dilaporkan orang tua, yang tidak selalu hadir ketika anaknya makan.

Dua hal lain tidak tercatat. Ketika orang tua melaporkan satu waktu makan terlewat, mereka tidak ditanya apakah itu disengaja atau tidak. Kudapan juga tidak dicatat sama sekali, padahal jumlah dan jamnya, menurut para penulis, dapat memengaruhi jam makan lain dan kebiasaan melewatkan makan. Kebiasaan mengudap bisa berbeda antara masa sekolah dan musim panas.

Beberapa hal dalam naskah dapat diperiksa pembaca. Abstrak menulis pergeseran sarapan 89,5 menit, makan siang 53,8 menit, dan makan malam 11,6 menit, sedangkan bagian hasil menulis 89,6, 53,9, dan 11,5. Tambahan simpangan jam sarapan tertulis 9,2 menit di abstrak dan 9,0 menit di bagian hasil. Selisih sarapan golongan berpenghasilan tinggi tertulis 8,3 menit di abstrak, tetapi sekitar 10 menit di bagian hasil.

Ada pula yang menyangkut makan malam. Satu kalimat menyebut perubahan jam makan malam dibedakan oleh penghasilan, dan kalimat berikutnya menyebut tidak ada pembeda yang ditemukan. Bagian kesimpulan hanya menyebut sarapan dan makan siang yang lebih sering terlewat, padahal bagian hasil juga mencatat makan malam. Kalimat tentang kudapan tercetak dua kali berturut-turut.

Para penulis menutup dengan daftar yang belum dikerjakan. Mereka meminta kajian tentang lingkungan musim panas yang berbeda, seperti rumah dan perkemahan, serta tentang jarak antara makan malam dan jam tidur. Mereka juga menyebut perlunya mendengar orang tua dan anak mengenai hambatan di sekitar jam makan.

Catatan terakhir diambil pada Juli 2023. Sampai titik itu, sarapan yang pada masa sekolah jatuh pukul 07.10 tercatat pukul 08.39 saat libur, dan makan siang menjadi waktu makan yang paling sering terlewat.

Bagikan

Baca Juga

Anak Lahir Kecil yang Tak Main di Luar Lebih Sulit Kejar Tinggi
Saat Orang Tua Kena Kanker, Remaja Memilih Diam dan Makin Sepi
Tidur Tujuh Jam Seiring Daya Pikir Terbaik di Usia 50 ke Atas
Remaja Miskin Taiwan Lebih Puas Berkat Keluarga, Tetap Tertekan
Penyakit Hati akibat Alkohol Naik pada Perempuan Lansia Korea
Lapar di Masa Kecil Membuntuti Warga Desa Tiongkok hingga Tua