- Lula dan Flavio Bolsonaro menutup kampanye pada Sabtu dengan sama-sama yakin menang di putaran pertama.
- Jajak pendapat menunjukkan Lula masih unggul dengan selisih yang menyempit.
- Bila tidak ada pemenang langsung, putaran kedua digelar pada 25 Oktober.
- Hampir 160 juta pemilih terdaftar juga memilih anggota parlemen, gubernur, dan senator.
Cekricek.id — Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan senator sayap kanan Flavio Bolsonaro menutup kampanye pemilu pada Sabtu, masing-masing menyatakan yakin menang menjelang pemungutan suara putaran pertama pemilihan presiden pada Minggu yang diperkirakan berlangsung ketat.
Lula, 80 tahun, menutup kampanyenya dengan pawai di Sao Paulo, pusat ekonomi Brasil, yang menurut tim kampanyenya dihadiri massa terbanyak untuk sebuah kampanye penutup, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Minggu (4/10/2026). “Besok, kita akan memenangi pemilu di putaran pertama,” katanya kepada pendukung. Ia menyebut pemilu ini sebagai pilihan antara “demokrasi dan barbarisme” dan berjanji “mengalahkan sayap kanan ekstrem”.
Lula juga membingkai pemilu Brasil sebagai ujian kedaulatan negara dan memperingatkan “campur tangan” Washington.
Flavio Bolsonaro Pimpin Konvoi Motor
Bolsonaro memimpin konvoi sepeda motor melintasi sejumlah kota di negara bagian Sao Paulo, meniru gaya kampanye ayahnya, sebelum berkampanye di Rio de Janeiro. “Saya yakin semuanya sudah siap bagi kita untuk memenangi pemilu ini di putaran pertama,” katanya.
Politikus 45 tahun itu adalah putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, sekutu dekat Presiden AS Donald Trump. Jair Bolsonaro, 71 tahun, sedang menjalani hukuman penjara 27 tahun karena berupaya membatalkan kekalahannya dari Lula pada pemilu 2022. Trump belum resmi mendukung Flavio Bolsonaro, tetapi menyatakan memantau pemilu itu “dengan sangat cermat”.
Jajak pendapat yang dirilis Sabtu menunjukkan Lula masih unggul dengan selisih yang menyempit, dan tidak satu pun dari kedua kandidat diperkirakan menang langsung pada Minggu. Hasil seperti itu akan membawa pemilihan ke putaran kedua pada 25 Oktober. Pada 2022, Lula mengalahkan Jair Bolsonaro dengan selisih kurang dari dua poin persentase.
Kampanye Bolsonaro juga disorot terkait skandal pendanaan film. Flavio Bolsonaro diselidiki atas pembiayaan Dark Horse, film biografi ayahnya yang didanai seorang bankir yang dipenjara. Ia berjanji mengupayakan pembebasan ayahnya bila terpilih dan mengulang klaim tak berdasar ayahnya yang meragukan sistem pemungutan suara elektronik Brasil.
Selain presiden, hampir 160 juta pemilih terdaftar di Brasil juga memilih anggota parlemen, gubernur, dan senator pada Minggu.















