Cekricek.id — Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Senator Flavio Bolsonaro resmi memulai kampanye pemilihan presiden pada Minggu, 16 Agustus 2026. Keduanya memilih basis pendukung masing-masing untuk mengumpulkan ribuan simpatisan.
Mengutip laporan Al Jazeera, Minggu (16/8/2026), Lula yang berusia 80 tahun berpidato di Sao Bernardo do Campo, kawasan industri di Negara Bagian Sao Paulo tempat ia dahulu membangun karier sebagai pemimpin serikat buruh. Flavio Bolsonaro, senator sayap kanan berusia 45 tahun, menggelar acara serupa di wilayah kekuatan politiknya.
Baca juga: Thailand Tekuk Singapura 3-1 di Leg Pertama Semifinal ASEAN Cup 2026
Kekerasan terhadap Perempuan Jadi Isu Bersama
Kedua calon sama-sama mengangkat isu kekerasan berbasis gender dalam pidato pembuka kampanye. Brasil mencatat hampir 400 kasus femisida pada awal 2026, jumlah kuartalan tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
“Laki-laki harus belajar sejak kecil bahwa mereka tidak lebih baik daripada perempuan. Kita harus setara,” kata Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden Brasil.
Isu tersebut menjadi salah satu titik temu langka antara dua kubu yang selama beberapa tahun terakhir berhadapan keras dalam politik Brasil.
Mineral dan Janji Kesepakatan Dagang
Dalam pidatonya, Lula juga menyinggung pengelolaan kekayaan mineral Brasil.
“Tidak ada pihak dari luar negeri yang akan mengeruk mineral kami. Kami yang akan mengeruknya demi kepentingan rakyat Brasil,” tegas Lula.
Pernyataan itu menyentuh perdebatan lama di Brasil mengenai penguasaan sumber daya alam, mulai dari bijih besi hingga mineral kritis yang belakangan diperebutkan industri global.
Baca juga: Yura Yunita Jadi Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke 2026
Flavio Bolsonaro membawa pesan berbeda dengan menonjolkan kemampuannya membangun hubungan dagang internasional.
“Saya satu-satunya yang bisa duduk bersama Amerika Serikat, dengan China, dengan Israel, dengan Timur Tengah, dengan India, dan dengan Argentina untuk membuat kesepakatan dagang terbaik dan terbesar bagi bangsa kita,” ujar Flavio Bolsonaro, Senator Brasil.
Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan dagang antara Brasil dan Amerika Serikat menyusul kebijakan tarif Washington terhadap produk Brasil.
Peta Persaingan Menuju Oktober
Pemilihan presiden Brasil akan digelar pada Oktober mendatang. Dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (15/8/2026), survei terbaru menempatkan Lula unggul tipis atas Flavio Bolsonaro menjelang pemungutan suara.
Lula tengah mengejar masa jabatan baru setelah kembali memimpin Brasil sejak 2023. Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden Jair Bolsonaro, maju sebagai penantang utama yang mewarisi basis pemilih konservatif ayahnya.
Rapat umum di Sao Bernardo do Campo dihadiri ribuan pendukung. Kota itu memiliki nilai simbolis bagi Lula karena menjadi tempat pemogokan buruh besar pada era militer yang mengangkat namanya ke panggung nasional.
Kampanye kedua kubu diperkirakan berlangsung ketat hingga hari pemungutan suara, dengan isu ekonomi, keamanan, dan hubungan luar negeri sebagai medan pertarungan utama.
Baca juga: Australia Mulai Beli Kembali Senjata Api pada 2 November
Angka femisida yang dikutip dalam kampanye keduanya menunjukkan hampir 400 perempuan tewas dibunuh pada awal 2026. Jumlah itu menjadi catatan kuartalan terburuk Brasil dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir dan mendorong isu keselamatan perempuan naik ke panggung nasional.
Bagi Lula, kampanye kali ini menjadi upaya mempertahankan kekuasaan pada usia 80 tahun. Bagi Flavio Bolsonaro, rapat umum pembuka menjadi ujian pertama apakah ia mampu mewarisi basis dukungan yang selama ini setia kepada ayahnya.
















