- Iuran bulanan menempati urutan teratas, disusul penggantian rawat jalan, penggantian rawat inap, cakupan manfaat, lalu masa tunggu.
- Responden rela menambah 526,69 RMB sebulan agar penggantian rawat jalan naik dari 50 ke 90 persen.
- Masa tunggu enam bulan membuat responden menuntut kompensasi 246,03 RMB per bulan.
- Paket Tinggi beriuran 600 RMB, dengan paket keluarga, rawat jalan 90 persen, dan rawat inap 95 persen.
Daftar Isi
- Sampai akhir 2024, skema pegawai tetap dirancang untuk pekerja kantor
- Maret sampai Mei 2025, 432 pekerja menimbang dua pilihan
- Hasil pertama: iuran bulanan menentukan paling awal
- Babak kedua: keluarga dan enam bulan menunggu
- Babak ketiga: paket gabungan dan kelompok yang berbeda
- Catatan terakhir: batas pilihan rekaan dan angka yang perlu dicocokkan
Pada akhir 2024, China mencatat 379,48 juta peserta asuransi kesehatan pegawai. Dari jumlah itu, 66,16 juta adalah pekerja fleksibel dan orang tak bekerja lainnya. Angka ini tampak besar, tetapi tenaga kerja fleksibel di negeri itu sendiri sudah mendekati 200 juta orang pada tahun yang sama.
Selisih itu menjadi titik berangkat penelitian Ziqing Li, Qingran Sun, Sitong Lin, Xiaoyu Xi, dan Ennan Wang. Hasilnya terbit dengan judul Flexible workers’ preferences for basic medical insurance for employees: a discrete choice experiment di BMC Public Health, sebagai naskah terbitan awal, tahun 2026.
Empat penulis pertama bernaung di The Research Center of National Drug Policy & Ecosystem di Nanjing. Ennan Wang berasal dari School of Health Policy & Management, Nanjing Medical University. Mereka ingin tahu ciri asuransi mana yang paling menentukan ketika pekerja fleksibel memutuskan ikut atau tidak.
Sampai akhir 2024, skema pegawai tetap dirancang untuk pekerja kantor
Asuransi yang diteliti bernama Basic Medical Insurance for Employees, disingkat BMIE. Skema ini dirancang untuk pekerja formal dan dibiayai bersama oleh pemberi kerja dan pekerja. Pekerja fleksibel boleh ikut secara sukarela, tetapi umumnya harus membayar iuran penuh, termasuk porsi yang biasanya ditanggung pemberi kerja.
Pemerintah China sudah melonggarkan sejumlah aturan dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian daerah menghapus syarat pendaftaran rumah tangga dan memakai basis iuran yang berbeda-beda. Meski begitu, para penulis menilai sebagian besar pekerja fleksibel kemungkinan masih bergantung pada asuransi penduduk yang iurannya lebih murah.
Beban kerja kelompok ini juga berat. Sebuah survei yang mereka rujuk mencatat hampir separuh pekerja fleksibel bekerja lebih dari lima hari sepekan. Sebanyak 21,4 persen bahkan bekerja lebih dari sepuluh jam sehari. Hubungan kerja dengan platform atau pemberi kerja sering kabur, sehingga jaminan kesehatan lewat tempat kerja tidak pasti.
Para penulis menyebut akar soalnya dengan terang. “Dengan pengaturan yang berlaku sekarang, keikutsertaan dalam BMIE tetap mahal bagi pekerja fleksibel, terutama bagi mereka yang pendapatannya tidak stabil atau terputus-putus,” tulis mereka dalam naskah berbahasa Inggris. Paket beriuran lebih rendah memang tersedia, tetapi perlindungannya ikut menyusut.
Kajian mereka atas aturan di 64 kota menemukan iuran berkisar sekitar 220 sampai 630 RMB per bulan. Masa tunggu dan aturan pindah kepesertaan dibuat untuk menjaga keberlanjutan dana. Namun ketika pekerja berganti status kerja atau pindah kota, aturan itu bisa menunda akses atau memutus kesinambungan perlindungan.
Baca juga Separuh Peserta JKN Tak Memakai Kartunya Saat Berobat Jalan
Maret sampai Mei 2025, 432 pekerja menimbang dua pilihan
Survei nasional berlangsung dari Maret hingga Mei 2025, dengan peserta yang ditemui di kawasan komersial dan simpul transportasi. Dari 503 pekerja yang diundang, 432 masuk analisis akhir. Tiap orang diminta memilih antara dua rancangan asuransi rekaan yang berbeda pada lima ciri.
Kelima ciri itu adalah iuran bulanan, cakupan manfaat, persentase penggantian rawat jalan, persentase penggantian rawat inap, dan masa tunggu. Iuran dibuat bertingkat dari 200 sampai 800 RMB. Penggantian rawat jalan di rumah sakit tersier dipasang 50, 70, atau 90 persen, rawat inap 75, 85, atau 95 persen.
Median usia responden 35 tahun, dan 52,6 persen laki-laki. Sebanyak 60,7 persen menikah dan 64,6 persen berpendapatan di bawah 8.000 RMB sebulan. Wiraswasta menjadi kelompok terbesar dengan 30,6 persen, disusul pekerja bentuk baru berbasis platform, seperti siaran langsung dan transportasi daring, dengan 28,5 persen.
Sebagian besar sudah punya perlindungan dasar. Sebanyak 85,9 persen responden terdaftar di asuransi kesehatan dasar, tetapi hanya 24,0 persen dari mereka yang ikut skema pegawai. Sebanyak 73,4 persen menilai kesehatannya baik, dan 14,8 persen mengaku punya penyakit kronis.
Hasil pertama: iuran bulanan menentukan paling awal
Kelima ciri terbukti memengaruhi pilihan responden. Iuran bulanan menempati urutan teratas, disusul penggantian rawat jalan, penggantian rawat inap, cakupan manfaat, lalu masa tunggu. Artinya, sebelum menimbang manfaat apa pun, pekerja fleksibel terlebih dulu melihat berapa uang yang keluar setiap bulan.
Pola itu terbaca jelas dalam simulasi. Dibanding paket dasar beriuran 200 RMB, paket yang sama dengan iuran 400 RMB hanya berpeluang dipilih 39,5 persen. Ketika iurannya dinaikkan menjadi 800 RMB, peluangnya turun lagi menjadi 21,8 persen.
Para penulis mengaitkan kepekaan ini dengan cara iuran dihitung. Iuran skema pegawai terikat pada ambang pendapatan tertentu, dan pekerja fleksibel membayar penuh bagian yang biasanya dibagi dua. Menurut mereka, susunan seperti itu kurang cocok dengan pendapatan pekerja fleksibel yang tidak menentu dan kerap terputus.
Kesediaan membayar untuk manfaat tetap ada. Responden rela menambah 526,69 RMB sebulan agar penggantian rawat jalan naik dari 50 ke 90 persen. Untuk rawat inap dari 75 ke 95 persen, tambahannya 455,76 RMB. Rawat jalan menjadi ciri bukan uang yang paling berpengaruh dalam pilihan mereka.
Penulis menjelaskan urutan itu lewat pola sakit. Pekerja fleksibel kerap menghadapi risiko penyakit kronis, seperti gangguan otot, tulang, dan pencernaan, yang butuh rawat jalan berkelanjutan. Rawat inap, sebaliknya, adalah risiko yang jarang terjadi tetapi mahal, sementara rawat jalan terasa langsung dalam pemakaian sehari-hari.
Baca juga Warga Prek Pnov Kamboja Rela Bayar Klub Kesehatan Kampung
Babak kedua: keluarga dan enam bulan menunggu
Cakupan keluarga memberi dorongan berikutnya. Dalam paket keluarga, saldo rekening pribadi peserta boleh dipakai untuk biaya berobat anggota keluarga yang juga berasuransi publik. Responden bersedia membayar 319,45 RMB sebulan untuk ciri ini, dan ini satu-satunya ciri yang penilaiannya sangat beragam antarresponden.
Penulis menyebut preferensi itu tegas. “Pekerja fleksibel menunjukkan preferensi yang jelas terhadap skema BMIE yang mencakup penggabungan dana keluarga,” tulis mereka dalam naskah berbahasa Inggris. Mereka mengaitkannya dengan nilai keluarga yang masih kuat di China, tempat kepentingan pribadi sering terjalin dengan kesejahteraan rumah tangga.
Masa tunggu bekerja ke arah sebaliknya. Masa tunggu enam bulan membuat responden menuntut kompensasi 246,03 RMB per bulan. Masa tunggu tiga bulan juga bernilai negatif, minus 59,79 RMB, tetapi tidak bermakna secara statistik, sehingga penundaan singkat tampaknya tidak banyak mengubah pilihan.
Dalam simulasi, paket bermasa tunggu enam bulan hanya berpeluang dipilih 37,2 persen dibanding paket dasar. Sebaliknya, paket dengan rawat jalan 90 persen berpeluang 75,4 persen, dan paket dengan rawat inap 95 persen berpeluang 72,5 persen. Keduanya merupakan peluang tertinggi dalam simulasi perubahan satu ciri.
Babak ketiga: paket gabungan dan kelompok yang berbeda
Para penulis lalu menyusun paket gabungan. Paket Moderat beriuran 400 RMB, bermanfaat dasar, dengan penggantian rawat jalan 70 persen dan rawat inap 85 persen, tanpa masa tunggu. Peluangnya dipilih 60,8 persen. Dengan tambahan paket keluarga saja, peluang itu naik menjadi 75,3 persen.
Paket Tinggi beriuran 600 RMB, dengan paket keluarga, rawat jalan 90 persen, dan rawat inap 95 persen. Peluangnya dipilih mencapai 87,2 persen. Iurannya tiga kali lipat paket dasar, tetapi manfaat yang lebih lengkap membuatnya paling diminati dalam simulasi itu.
Pilihan juga berbeda antarkelompok. Responden berusia 45 tahun ke atas lebih peka terhadap kenaikan iuran dibanding yang lebih muda. Responden yang merasa sehat justru kurang peka terhadap iuran, dan bersedia membayar 654,40 RMB untuk rawat jalan 90 persen, dibanding 275,71 RMB pada yang kesehatannya buruk atau sedang.
Pemahaman aturan ikut berpengaruh. Responden yang paham kebijakan asuransi bersedia membayar 364,49 RMB untuk paket keluarga, dibanding 245,73 RMB pada yang kurang paham. Perempuan bersedia membayar 551,89 RMB untuk rawat inap 95 persen, lebih tinggi daripada laki-laki yang 379,01 RMB.
Penulis menarik kesimpulan kebijakan secara umum. “Secara keseluruhan, optimalisasi kebijakan sebaiknya lebih menyelaraskan pengaturan iuran dan paket manfaat dengan ketidakstabilan pendapatan serta kebutuhan perlindungan pekerja fleksibel yang beragam,” tulis mereka. Kalimat itu juga ditulis dalam bahasa Inggris.
Baca juga Kembali ke Kantor di Taipei, Nyeri Otot dan Cemas Pekerja Naik
Catatan terakhir: batas pilihan rekaan dan angka yang perlu dicocokkan
Para penulis mengakui sejumlah keterbatasan. Responden direkrut lewat jaringan pertemanan berantai, bukan acak, sehingga temuannya tidak bisa begitu saja diperluas ke semua pekerja fleksibel. Pilihan dalam survei juga rekaan dan tidak menyediakan opsi menolak kedua paket atau memilih asuransi penduduk.
Soal terakhir itu mereka tulis terang. “Akibatnya, rancangan pilihan paksa ini mungkin melebih-lebihkan daya tarik relatif alternatif BMIE dan besarnya taksiran kesediaan membayar,” tulis mereka dalam naskah berbahasa Inggris. Analisis perbedaan antarkelompok juga bersifat penjajakan, dengan 40 interaksi diuji tanpa koreksi uji berganda.
Beberapa hal di naskah bisa diperiksa sendiri oleh pembaca. Tabel 4 mencetak koefisien iuran sebagai minus 0,002. Dengan angka itu, 1,120 dibagi 0,002 menghasilkan 560, bukan 526,69 RMB seperti tertulis, sehingga taksiran kesediaan membayar tidak bisa dihitung ulang langsung dari tabel.
Di Tabel 3, wilayah tengah pada kelompok kuesioner kedua tercatat 45 dari 153 orang, ditulis 29,42 persen. Hasil pembagiannya 29,41 persen. Daftar afiliasi menulis “Pharmaceutical University” tanpa kata China, sementara bagian etika menyebut Ethics Committee of China Pharmaceutical University.
Ada pula satu ketegangan dalam penjelasan. Penulis mengaitkan pentingnya rawat jalan dengan risiko penyakit kronis, tetapi preferensi terhadap rawat jalan 90 persen justru lebih kuat pada responden yang merasa sehat. Penulis sendiri menyebut beberapa kemungkinan penjelasan tanpa memastikan salah satunya.
Survei itu ditutup pada Mei 2025 dengan 432 jawaban. Hitungan kepesertaan terakhir yang dicantumkan naskah tetap angka akhir 2024, yakni 66,16 juta pekerja fleksibel dan orang tak bekerja lainnya di skema pegawai.















