Merawat Lansia di Rumah Menguras Dompet Keluarga di Finlandia

A A

Ilustrasi perempuan lanjut usia duduk bersila di ambang pintu rumah berdinding bambu, Bandung [Foto: tuti-isnawati/Pexels]

  • Sebanyak 28 persen menyatakan keadaan ekonominya melemah karena merawat, sedangkan 12 persen justru merasa membaik.
  • Namun pada kelompok kecil ini peluang ekonomi melemah mencapai 7,47 kali setelah faktor lain diperhitungkan.
  • Perawat tanpa ICA berpeluang 2,99 kali lebih besar melaporkan ekonomi melemah dibanding penerima, setelah faktor lain diperhitungkan.
  • Untuk tahun 2026, batas terendahnya ditetapkan 530 euro per bulan.
Daftar Isi
  1. Sejak 1990-an, uang tunai untuk yang merawat
  2. Dari 2018 sampai 2023, cakupan turun dan tarif naik
  3. Maret sampai Mei 2024, lebih dari seribu perawat menjawab
  4. Selama merawat, satu tunjangan dibaca dua cara
  5. Tahun 2025 dan 2026, angka terakhir yang tercatat
  6. Batas data dan catatan atas naskah

Awal 1990-an, Finlandia mulai membayar warga yang merawat keluarganya sendiri. Skema itu bernama Informal Care Allowance, disingkat ICA, tunjangan bagi orang yang merawat kerabat di rumah. Tiga dasawarsa kemudian, lebih dari seribu perawat lansia ditanya tentang isi dompet mereka. Lebih dari seperempat menjawab keadaan ekonominya memburuk.

Jawaban itu diolah Motoko Ishikawa, Laura Saarukka, dan Minna Zechner dari Faculty of Social Sciences, University of Helsinki. Mereka menuliskannya dalam Economic situation of informal caregivers for older adults in the context of changing long-term care policies: a mixed methods study, terbit di BMC Public Health tahun 2026. Naskah itu menelusuri siapa yang paling terbebani.

Perawat informal yang mereka maksud adalah keluarga, kerabat, dan teman yang merawat lansia di luar layanan resmi. Ketiga peneliti mencatat satu perkiraan: dari tahun 2000 sampai 2050, beban perawatan informal bagi lansia akan naik 49,7 persen. Kelompok berpenghasilan, berharta, dan berpendidikan lebih rendah memikul bagian terbesar pekerjaan itu.

Sejak 1990-an, uang tunai untuk yang merawat

Sejak 1990-an, skema uang tunai untuk perawatan menjadi bagian penting kebijakan perawatan jangka panjang di Eropa. Bentuknya dana publik yang dibayarkan kepada lansia yang butuh perawatan, atau langsung kepada orang yang merawatnya. Finlandia memakai bentuk kedua. Uangnya diterima si perawat.

Tahun 2005, aturan mainnya ditetapkan lewat Act on Support for Informal Care. Paket ICA tidak hanya berisi uang. Di dalamnya ada layanan bagi orang yang dirawat, hari libur perawat dengan tenaga pengganti, layanan pendukung, asuransi, serta pemeriksaan kesehatan dan pelatihan bila diperlukan.

Besar tunjangan ditentukan oleh seberapa mengikat dan berat perawatannya. Namun tidak ada aturan nasional tentang jenjangnya, sehingga keadaan serupa bisa dihargai berbeda di wilayah berbeda. ICA juga bukan hak yang otomatis melekat. Pemberiannya diputuskan wilayah layanan kesejahteraan tempat si lansia tinggal.

Baca juga Kesenjangan SES Perlebar Risiko Disabilitas Lansia Kota

Dari 2018 sampai 2023, cakupan turun dan tarif naik

Sejak 2018, cakupan tunjangan itu menurun. Hanya sekitar 4 persen warga berusia 75 tahun ke atas yang perawatannya ditopang ICA. Para penulis menduga perawatan informal justru bertambah pada kurun yang sama. Bila benar, sebagian perawatan itu berjalan tanpa sokongan publik.

Syarat untuk memperoleh layanan perawatan formal ikut diperketat. Layanan perawatan publik di Finlandia, tulis Ishikawa dan rekan-rekannya, berangsur bergeser dan makin bersandar pada keluarga. Tahun 2023, Program Pemerintah Finlandia menyoroti pentingnya perawatan informal sebagai bagian dari layanan yang menyeluruh.

Tahun 2023 pula, Finlandia merombak susunan layanan sosial dan kesehatannya. Tanggung jawab yang semula dipegang lebih dari 300 kota dialihkan ke 21 wilayah layanan kesejahteraan yang baru dibentuk, ditambah Kota Helsinki. Bagi sebagian perawat, perombakan itu terasa di tagihan.

Seorang perempuan berusia 50 sampai 64 tahun, dicatat penulis sebagai responden nomor 93, menuliskannya terus terang. “Wilayah kesejahteraan menaikkan semua biaya layanan, jadi sekarang semuanya lebih mahal,” tulisnya dalam jawaban yang dikutip naskah berbahasa Inggris itu. Ia menambahkan, potongan biaya kesehatan tidak diberikan, bahkan bagi orang berpenghasilan rendah.

Tiga dasawarsa tunjangan perawat keluarga di FinlandiaTiga dasawarsa tunjangan perawat keluarga di FinlandiaTiga dasawarsa tunjangan perawat keluarga diFinlandiaTitik waktu yang dicatat para penulis1990Awal 1990-an: tunjangan ICA diperkenalkan2005Undang-undang dukungan perawatan informal2018Cakupan ICA bagi lansia 75+ mulai menurun2023Lebih dari 300 kota dilebur ke 21 wilayah layanan2024Survei: 28% perawat lansia merasa ekonominyamelemah202546.553 perawat menerima ICA2026Tunjangan minimum 530 euro per bulan
Sumber: Motoko Ishikawa, Laura Saarukka, dan Minna Zechner, Economic situation of informal caregivers for older adults in the context of changing long-term care policies: a mixed methods study, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Maret sampai Mei 2024, lebih dari seribu perawat menjawab

Maret sampai Mei 2024, Carers Finland, perhimpunan pembela dan pendukung perawat informal, menggelar survei daring nasional. Dari 1.929 orang yang mengisi, 1.057 merawat lansia berusia 65 tahun ke atas dan menjawab pertanyaan soal ekonomi. Jawaban merekalah yang ditelaah Ishikawa, Saarukka, dan Zechner.

Hasil pertamanya berupa tiga angka. Sebanyak 28 persen menyatakan keadaan ekonominya melemah karena merawat, sedangkan 12 persen justru merasa membaik. Sebanyak 72 persen responden menerima tunjangan ICA. Perempuan mendominasi barisan perawat, sementara lebih dari 60 persen orang yang dirawat adalah laki-laki.

Sebagian besar merawat satu orang, kemungkinan pasangannya sendiri, dan tinggal serumah dengannya. Lebih dari 90 persen sudah merawat lebih dari setahun. Empat dari sepuluh menjalaninya terus-menerus, siang dan malam. Lebih dari sepersepuluh menilai kesehatannya sendiri buruk.

Ekonomi yang melemah paling sering dilaporkan perawat yang lebih muda, yang kesehatannya buruk, dan yang merawat orang selain pasangannya. Daftar itu berlanjut pada mereka yang memberi banyak jenis perawatan, yang tidak mendapat dukungan sektor publik, dan yang tidak menerima ICA. Jenis kelamin perawat tidak menunjukkan kaitan bermakna.

Dua angka menonjol dari daftar itu. Perawat tanpa ICA berpeluang 2,99 kali lebih besar melaporkan ekonomi melemah dibanding penerima, setelah faktor lain diperhitungkan. Sebelum faktor lain dimasukkan, angkanya 1,89. Kaitan itu, catat para penulis, justru menguat ketika sebagian besar kaitan lain melemah.

Berhenti kerja paling erat dengan ekonomi yang melemahTidak menerima tunjangan ICA: Sebelum penyesuaian +1,89, Sesudah penyesuaian +2,99; Berhenti kerja demi merawat: Sebelum penyesuaian +9,96, Sesudah penyesuaian +7,47.Berhenti kerja paling erat dengan ekonomi yangmelemahPeluang ekonomi melemah, dalam kaliSebelum penyesuaianSesudah penyesuaian2468100Tidak menerima tunjangan ICA1,892,99Berhenti kerja demi merawat9,967,47Survei 1.057 perawat lansia di Finlandia, Maret-Mei 2024.
Sumber: Motoko Ishikawa, Laura Saarukka, dan Minna Zechner, Economic situation of informal caregivers for older adults in the context of changing long-term care policies: a mixed methods study, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Faktor paling mencolok adalah berhenti bekerja. Hanya sekitar 6 persen responden yang terpaksa meninggalkan pekerjaan demi merawat lansia. Namun pada kelompok kecil ini peluang ekonomi melemah mencapai 7,47 kali setelah faktor lain diperhitungkan. Sebelum penyesuaian, angkanya 9,96.

Di balik angka itu ada jawaban tertulis. Sebanyak 356 responden mengisi pertanyaan terbuka tentang dampak merawat pada ekonomi rumah tangga. Seorang laki-laki berusia 65 sampai 79 tahun, responden nomor 53, menulis pendek. “Saya harus mengakhiri karier empat tahun terlalu cepat,” tulisnya.

Seorang perempuan berusia 50 sampai 64 tahun, responden nomor 162, berhenti bekerja untuk merawat suaminya. “Saya takut pada masa depan,” tulisnya. Masih empat tahun lagi sebelum ia berhak atas pensiun wajib, dan pensiunnya sendiri akan kecil. Semua jawaban responden itu disajikan dalam bahasa Inggris di naskah.

Responden lain, nomor 226, melepas gaji yang setara dengan pendidikan tingginya. Gantinya tunjangan perawatan untuk ibunya, lalu belakangan ditambah tunjangan untuk ayahnya. Responden nomor 268 bertahan dengan kerja paruh waktu dan menulis bahwa ia nyaris tidak sanggup menjalaninya tahun lalu. Pekerjaan penuh waktu, baginya, akan sulit diambil.

Baca juga Dukungan Keluarga Gandakan Kepatuhan Obat Hipertensi di Kamboja

Dari jawaban-jawaban itu Ishikawa, Saarukka, dan Zechner menarik kesimpulan tegas. “Terpaksa meninggalkan pekerjaan karena merawat merupakan masalah serius, bukan hanya bagi penghasilan dan prospek karier para perawat, melainkan juga bagi masyarakat secara keseluruhan dalam hal kesetaraan,” tulis mereka. Kalimat aslinya berbahasa Inggris.

Selama merawat, satu tunjangan dibaca dua cara

Jawaban terbuka itu mengelompok menjadi enam tema. Dua di antaranya saling berhadapan: kecewa pada tunjangan dan merasakan manfaat tunjangan. Yang kecewa menyebut jumlahnya tidak cukup untuk kebutuhan harian dan tidak sebanding dengan beratnya pekerjaan merawat. Tunjangan itu juga dikenai pajak.

Seorang perempuan berusia 65 sampai 79 tahun, responden nomor 117, menghitung sisanya. Tunjangan dipajaki bersama pensiunnya, sehingga penghasilan bersih bulanannya untuk merawat sepanjang hari hanya beberapa ratus euro. Responden nomor 225 menerima tingkat tunjangan tertinggi. Jumlah itu tetap kecil dibanding gajinya dulu, dan ia merasa perawat tidak dihargai.

Sebagian pensiunan menyambutnya sebagai tambahan yang berarti. Responden nomor 74 menulis bahwa beberapa ratus euro pun sungguh meringankan pensiunnya yang kecil. Bagi beberapa perawat, tunjangan itu satu-satunya sumber penghasilan. Sebagian lain memakainya untuk membayar layanan kesehatan swasta dan rehabilitasi.

Para penulis membaca pola di balik dua sikap itu. Mereka yang memandang tunjangan sebagai upah atas kerja merawat cenderung kecewa. Mereka yang menganggapnya tanda terima kasih atau subsidi biaya perawatan cenderung merasakan gunanya. Skema yang pada dasarnya satu ukuran untuk semua itu, menurut mereka, tampaknya tidak cocok bagi setiap orang.

Tema berikutnya menyangkut ongkos yang terus bertambah. Daftarnya panjang: makanan diet khusus, popok, pelindung kasur, sarung tangan nitril, pakaian baru, obat, alat bantu, renovasi rumah. Bensin membebani anak yang merawat orang tua di daerah terpencil. Taksi menjadi ongkos besar bagi yang tidak punya mobil.

Pasangan lansia berpensiun kecil paling sulit menutupnya. Responden nomor 131 menulis bahwa mereka harus mengambil tabungan untuk membayar fisioterapi swasta rutin. Sebagian biaya perawatan sebenarnya ditanggung negara, penuh atau sebagian. Para penulis menduga informasinya tidak sampai, atau para perawat tidak punya waktu dan keterampilan untuk mengurusnya.

Satu temuan menyangkut layanan sosial gereja. Perawat yang mendapat dukungan memadai dari sana, juga yang kebutuhannya tidak terpenuhi, sama-sama lebih sering melaporkan ekonomi melemah. Ishikawa dan rekan-rekannya menafsirkan layanan gereja sebagai sandaran terakhir. Orang yang tidak sanggup membayar layanan publik dan swasta terpaksa bergantung padanya.

Baca juga Separuh Lansia Pusat Warga Emas Klang Valley Menua Sehat

Tahun 2025 dan 2026, angka terakhir yang tercatat

Tahun 2025, Finlandia mencatat 46.553 perawat penerima ICA. Separuhnya berusia kerja, 15 sampai 64 tahun, dan separuh lagi 65 tahun ke atas. Hanya 32 persen yang bekerja, 53 persen pensiun, dan 15 persen menganggur, belajar, atau berada di luar pasar kerja. Tujuh dari sepuluh adalah perempuan.

Tunjangan yang paling umum berkisar 400 sampai 599 euro per bulan, diterima 56 persen perawat. Untuk tahun 2026, batas terendahnya ditetapkan 530 euro per bulan. Para penulis meminta pengembangan skema itu lebih menopang perawat usia kerja. Penghasilan yang hilang perlu diganti lebih baik, atau merawat bisa dijalani sambil tetap bekerja.

Batas data dan catatan atas naskah

Para penulis sendiri memasang beberapa batas. Datanya berasal dari survei daring sebuah perhimpunan perawat, sehingga belum tentu mewakili semua perawat informal di Finlandia. Mereka yang kesulitan ekonomi mungkin lebih terdorong mengisi. Survei sekali waktu itu juga tidak bisa memastikan sebab dan akibat, dan ukurannya adalah penilaian pribadi responden.

Ada pula hal kecil yang bisa diperiksa pembaca. Catatan kaki naskah menyebut 356 penjawab pertanyaan terbuka diberi nomor sendiri, tetapi satu kutipan berasal dari responden bernomor 2911. Tabel tambahan per jenis kelamin memuat paling banyak 220 laki-laki dan 828 perempuan, sembilan orang lebih sedikit dari 1.057. Naskah tidak menjelaskan keduanya.

Naskah yang dibaca masih berstatus article in press, versi yang belum melewati penyuntingan akhir. Catatan bertanggal paling akhir di dalamnya adalah tahun 2026, dengan tunjangan minimum 530 euro per bulan. Sesudah itu hanya ada perkiraan sampai 2050.

Bagikan

Baca Juga

Minuman Manis Selalu Ada di Rumah, Remaja Belanda Minum Banyak
Kenangan Pelajaran Olahraga di Sekolah Terbawa sampai Dewasa
Earphone Bersuara Keras Paling Erat Terkait Gangguan Pendengaran
Perempuan Desa di India Menunggu Haid Tak Normal Reda Sendiri
Saat Panas Terik, Petani Lebih Sering Tidur Siang tapi Singkat
Remaja Tiongkok Tenang bila Harapan Sekolah Seirama Orang Tua