Separuh Lansia Pusat Warga Emas Klang Valley Menua Sehat

A A

Tiga lansia berlatih taichi pagi hari di sebuah taman di Singapura [Foto: Supersusage/Wikimedia Commons CC BY-SA 4.0]

  • 51,8 persen dari 226 lansia anggota PAWE Klang Valley mencapai penuaan sehat tingkat tinggi
  • Bebas risiko depresi memberi peluang terbesar, 6,107 kali; bebas isolasi sosial 4,848 kali
  • Perempuan empat kali lebih mungkin, tetapi sampel laki-laki hanya 34 orang
  • Pendapatan dan olahraga rutin gugur setelah semua faktor dihitung bersama
Daftar Isi
  1. Dua Puluh Pusat
  2. Angka Tujuh Puluh
  3. Lembar Jawaban
  4. Bangku Kegiatan Kelompok
  5. Tiga Puluh Empat Laki-laki
  6. Catatan yang Tidak Selaras

Selembar kuesioner diletakkan di meja sebuah Pusat Aktiviti Warga Emas di Klang Valley. Di salah satu bagiannya ada perintah menggambar jam: semua angka harus urut, dua jarum harus ada. Lansia yang mengisinya duduk di tempat, rata-rata 20 sampai 30 menit. Gambar jam itu kelak dinilai normal atau tidak, lalu masuk tabel bersama tekanan darah, teman, dan suasana hati.

Lembar itu bagian dari penelitian Syaza Atikah Saidi Mohammad, Nor Afiah Mohd. Zulkefli, dan Siti Aisah Mokhtar dari Universiti Putra Malaysia, terbit dengan judul Factors associated with healthy ageing among older persons in Senior Citizens Activity Centres (Pusat Aktiviti Warga Emas, PAWE), Klang Valley, Malaysia: a cross-sectional study di BMC Public Health volume 26 nomor artikel 1150, tahun 2026. Saidi Mohammad juga bekerja di Kementerian Kesihatan Malaysia di Putrajaya.

Dua Puluh Pusat

Klang Valley menampung Kuala Lumpur, Putrajaya, dan Selangor. Di wilayah berpenduduk sekitar sembilan juta itu tinggal hampir satu juta lansia, 26,3 persen dari seluruh lansia Malaysia. Pada 2024 ada 20 Pusat Aktiviti Warga Emas di sana, sebelas di Selangor, delapan di Kuala Lumpur, satu di Putrajaya. Tiap pusat rata-rata beranggotakan 200 orang.

Dari daftar anggota itu 230 nama ditarik secara acak, sebanding dengan besar tiap pusat. Yang datang dan setuju 226 orang, tingkat respons 98,3 persen. Semuanya warga Malaysia berusia 60 tahun ke atas, paham bahasa Melayu atau Inggris. Lansia yang tampak mengalami gangguan kognitif, sulit berkomunikasi, terbaring, sangat rapuh, atau berpenyakit kronis lanjut tidak diajak.

Wajah kelompok itu cukup seragam. Usia tengahnya 66 tahun, dan 68,6 persen berumur 60 sampai 69. Perempuan 192 orang atau 85,0 persen, laki-laki hanya 34. Orang Melayu 92,0 persen, Cina 5,3 persen, India 2,7 persen. Separuh lebih masih bersuami atau beristri, 35,8 persen janda atau duda, dan 58,4 persen tamat sekolah menengah.

Kantong mereka tipis. Pendapatan rumah tangga tengahnya RM1.450 sebulan, dan 69,0 persen tergolong berpendapatan rendah di bawah RM3.000, batas median rumah tangga nasional yang dipakai peneliti. Hanya 70 orang, 31,0 persen, yang berada di atas garis itu.

Baca juga Tiga Tahun Tanpa Perubahan, Lalu Berobat ke Malaysia

Angka Tujuh Puluh

Penuaan sehat diukur dengan Healthy Ageing Questionnaire, 15 butir pertanyaan yang semula dikembangkan di Singapura. Skornya diubah menjadi persen. Lebih dari 70 persen dihitung tinggi, 70 persen ke bawah dihitung rendah. Peneliti mengakui batas 70 itu belum pernah divalidasi khusus untuk orang Malaysia, dan memakainya sebagai ambang kerja saja.

Hasilnya, skor rata-rata 226 lansia itu 70,64, tepat di sekitar garis. Yang melewatinya 51,8 persen. Angka itu jauh di atas catatan Malaysia sebelumnya: 14,1 persen lansia di Terengganu pada 2023 dan 13,8 persen secara nasional pada 2012. Ia lebih tinggi dari India, 27,2 persen, tetapi di bawah Thailand, 66 persen, dan Cina, 65,5 persen. Peneliti tidak buru-buru menganggap lansia Klang Valley lebih sehat, sebab alat ukur dan definisi tiap studi berbeda.

Mereka juga menunjuk tempatnya. “Prevalensi yang lebih tinggi dalam studi ini mungkin juga mencerminkan latar PAWE, tempat para anggota rutin mengikuti kegiatan terstruktur dan lebih terlibat secara sosial dibanding populasi yang tinggal di komunitas dalam studi lokal terdahulu,” tulis Saidi Mohammad dan rekan-rekannya dalam naskah berbahasa Inggris. Kalimat aslinya: The higher prevalence in this study may also reflect the PAWE setting, where members regularly participate in structured activities and are more socially engaged compared with community-dwelling populations in earlier local studies.

Lansia di 20 pusat kegiatan PAWE Klang ValleyLansia di 20 pusat kegiatan PAWE Klang ValleyLansia di 20 pusat kegiatan PAWE Klang ValleyAnggota Pusat Aktiviti Warga Emas berusia 60 tahun ke atas, 202551,8%menua sehatskor HAQ di atas70 persen226respondendari 230 yangdisasar85,0%perempuan192 orang,laki-laki 341.450ringgitpendapatanmedian sebulanJalan risetnya20 pusat: Selangor 11,KL 8, Putrajaya 1Kuesioner isi sendiri20-30 menitUsia median 66 tahunSkor penuaan sehat rata-rata 70,64; batas 70 persen belum divalidasiuntuk Malaysia.
Sumber: Syaza Atikah Saidi Mohammad, Nor Afiah Mohd. Zulkefli, dan Siti Aisah Mokhtar, Factors associated with healthy ageing among older persons in Senior Citizens Activity Centres (Pusat Aktiviti Warga Emas, PAWE), Klang Valley, Malaysia: a cross-sectional study, BMC Public Health, 26(1150), 2026. Grafik: Cekricek.id

Lembar Jawaban

Kuesioner itu menanyakan banyak hal: enam kegiatan harian seperti mandi dan berpakaian, penilaian diri atas kesehatan, 15 pertanyaan gejala depresi, gambar jam, empat penyakit kronis, kebiasaan berolahraga 30 menit tiga kali seminggu, dan enam pertanyaan tentang keluarga serta teman. Tiap jawaban lalu disandingkan dengan skor penuaan sehat.

Pada pemeriksaan satu per satu, enam hal berkaitan dengan skor tinggi. Perempuan berpeluang 2,213 kali laki-laki. Rumah tangga berpendapatan tinggi 1,924 kali. Yang menilai kesehatannya baik 4,208 kali. Yang tidak berisiko depresi 7,376 kali, yang rutin berolahraga 2,338 kali, dan yang tidak berisiko terisolasi 4,212 kali.

Yang tidak berkaitan juga menarik. Usia 60-an dibanding 70-an, pendidikan tinggi, kemandirian dalam kegiatan harian, gambar jam yang normal, dan punya dua penyakit kronis atau lebih, semuanya tidak bermakna secara statistik. Gambar jam itu, misalnya, hanya memberi rasio 1,841 dengan nilai p 0,153.

Ketika semua faktor dihitung bersama, dua di antara enam tadi gugur. Pendapatan tinggi dan olahraga rutin tidak lagi bermakna. Yang bertahan empat: perempuan dengan rasio terkoreksi 4,121, menilai kesehatan sendiri baik 4,553, tidak berisiko depresi 6,107, dan tidak berisiko isolasi sosial 4,848. Model itu menjelaskan 33,8 persen keragaman skor dan menebak benar 74,3 persen responden.

Empat faktor penuaan sehat yang bertahanTidak berisiko depresi: AOR +6,11; Tidak berisiko isolasi sosial: AOR +4,85; Menilai kesehatannya baik: AOR +4,55; Perempuan: AOR +4,12.Empat faktor penuaan sehat yang bertahanRasio peluang terkoreksi (AOR), 226 lansia PAWE12345670Tidak berisiko depresi6,11Tidak berisiko isolasi sosial4,85Menilai kesehatannya baik4,55Perempuan4,12Pembanding: berisiko depresi, berisiko isolasi sosial, kesehatan sedangatau buruk, laki-laki. Pendapatan tinggi dan aktivitas fisik gugur setelahpenyesuaian.
Sumber: Syaza Atikah Saidi Mohammad, Nor Afiah Mohd. Zulkefli, dan Siti Aisah Mokhtar, Factors associated with healthy ageing among older persons in Senior Citizens Activity Centres (Pusat Aktiviti Warga Emas, PAWE), Klang Valley, Malaysia: a cross-sectional study, BMC Public Health, 26(1150), 2026. Grafik: Cekricek.id

Bangku Kegiatan Kelompok

Isolasi sosial diukur dengan enam pertanyaan tentang berapa kerabat dan teman yang bisa diajak bicara atau dimintai tolong. Skor 12 ke bawah dari 30 dihitung berisiko. Lansia yang lolos dari risiko itu hampir lima kali lebih mungkin masuk kelompok menua sehat. Peneliti mengaitkannya dengan temuan di Cina dan Jepang serta studi lokal.

Di ruang-ruang PAWE sendiri, mereka melihat mekanismenya. “Dalam konteks PAWE, kegiatan kelompok yang rutin kemungkinan mendorong keterhubungan sosial dan memperbaiki kesejahteraan mental,” tulis ketiga peneliti itu, aslinya berbunyi In the context of PAWE, regular group activities likely promoted social connectedness and improved mental well-being. Pusat-pusat itu memang dibentuk pada 2011 lewat National Policy for Older Persons untuk mengurangi keterasingan.

Depresi memberi rasio paling besar. Lansia dengan skor Geriatric Depression Scale di bawah lima, artinya tidak berisiko, enam kali lebih mungkin menua sehat. Yang skornya lima atau lebih langsung dirujuk peneliti ke fasilitas kesehatan setempat. Di tingkat nasional, survei 2023 yang dikutip paper mencatat hampir satu dari sepuluh lansia Malaysia bergejala depresi.

Baca juga Anggaran Gender Kota Padang Naik, Isinya Masih Formalitas

Tiga Puluh Empat Laki-laki

Perempuan empat kali lebih mungkin masuk kelompok menua sehat. Peneliti menyebut penjelasan biologis dari pustaka, seperti penuaan sistem imun yang lebih lambat dan efek estrogen. Namun mereka juga menunjuk bangku PAWE: perempuan lansia mungkin lebih rajin ikut kegiatan kelompok dan jaringan sosial dibanding laki-laki.

Angka empat kali itu bertumpu pada 34 laki-laki saja, dan rentang kepercayaannya lebar, 1,699 sampai 9,994. Peneliti sendiri yang mengingatkan. “Dengan demikian, hubungan yang teramati antara jenis kelamin perempuan dan tingkat penuaan sehat yang tinggi harus ditafsirkan dengan hati-hati,” tulis mereka, aslinya the observed association between female gender and high level of healthy ageing should be interpreted with caution. Untuk menarik laki-laki, mereka mengusulkan ruang bersama ala Men’s Sheds.

Penilaian diri juga ikut menentukan. Lansia yang menyebut kesehatannya sangat baik atau baik pada skala satu sampai lima berpeluang 4,553 kali dibanding yang menjawab sedang sampai buruk. Peneliti menyinggung paradoks disabilitas dari pustaka: orang bisa merasa sehat meski berpenyakit kronis karena sudah menyesuaikan diri dengan keterbatasannya.

Catatan yang Tidak Selaras

Batas temuan ini ditulis sendiri oleh penulisnya. Desain potong lintang tidak bisa menentukan mana sebab mana akibat. Kuesioner isi sendiri membuka celah salah ingat. Yang paling besar soal siapa yang dihitung. “Populasi studi terbatas pada lansia yang terdaftar di pusat PAWE, yang kemungkinan lebih aktif secara sosial dan lebih mandiri secara fungsional dibanding populasi lansia umumnya,” tulis mereka. Angka 51,8 persen, mereka akui, mungkin terlalu tinggi dan tidak bisa dibawa keluar pagar PAWE.

Ada pula beberapa hal dalam naskah yang bisa dicek pembaca. Abstrak dan bagian desain menyebut studi berlangsung Oktober 2024 sampai Agustus 2025, tetapi bagian pengumpulan data menyebut kuesioner dibagikan tatap muka pada April sampai Mei 2025. Kuesioner penuaan sehat disebut punya lima komponen, sedangkan yang didaftar hanya empat.

Pengantar mengutip angka hipertensi, diabetes, dan depresi lansia dari survei kesehatan nasional 2023, tetapi rujukan yang dipasang untuk kalimat itu berjudul survei 2018. Ukuran sampel 230 juga dihitung dari selisih penuaan sehat antara lansia menikah dan lajang, padahal status pernikahan sama sekali tidak muncul di tabel faktor yang diuji.

Baca juga Ketika Kepercayaan pada Dokter Dalam Negeri Retak

Saran ketiga peneliti kembali ke bangunan yang sama. PAWE, kata mereka, sudah menjadi jalur yang tersedia dan tinggal disambungkan: program Fit Malaysia dari Kementerian Belia dan Sukan untuk olahraga, pusat kesehatan jiwa komunitas MENTARI untuk skrining depresi dengan jalur rujukan, program KOSPEN untuk penyakit tak menular, dan Kawasan Rukun Tetangga untuk memperluas pergaulan. Dana, pelatihan, dan fasilitas PAWE selama ini dilaporkan terbatas.

Gambar jam di lembar kuesioner tadi ternyata tidak menentukan apa-apa. Angka yang urut dan dua jarum yang lengkap tidak bermakna dalam tabel akhir. Yang membedakan lansia di pusat-pusat itu ada di halaman lain: siapa yang bisa mereka telepon, apakah mereka merasa sehat, dan apakah 15 pertanyaan tentang suasana hati dijawab tanpa lima tanda gelap.

Bagikan

Baca Juga

Stunting Melonjak Setelah Setahun, Tuasnya Ada di Gizi Akut
Lima Hari di Puslabfor, Skor Forensik 40 Penyidik Jabar Naik
Depresi Remaja Thailand Selatan: Keluarga Retak dan Trauma
Inklusi Keuangan Disabilitas, Belanja Lebih Tinggi 23 Persen
Lansia Rentan Thailand Mengumpul di Timur Laut, Cahaya di Tengah
Lokakarya Limbah Kelapa Koto Baru Terbentur Minat Warga