Penelitian Mengungkap Stres Berbeda di Otak Pria dan Wanita

Penelitian Mengungkap Stres Berbeda di Otak Pria dan Wanita

Ilustrasi. [Foto: Canva]

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa otak pria dan wanita bereaksi berbeda terhadap stres. Temuan ini dapat membuka jalan bagi terapi khusus berdasarkan jenis kelamin untuk mengatasi depresi dan kecemasan.

Cekricek.id - Ketika berbicara tentang stres, apakah responsnya sama antara pria dan wanita? Sebuah penelitian terbaru memberikan jawaban yang mengejutkan.

Dalam dunia sains, keberagaman adalah kunci. Pentingnya melibatkan peneliti pria dan wanita dari berbagai latar belakang tidak bisa diabaikan. Namun, banyak penelitian di bidang ilmu kehidupan hanya mengandalkan tikus jantan, yang mungkin mempengaruhi hasil dan relevansinya bagi manusia.

Namun, sebuah penelitian dari Weizmann Institute of Science telah menggali lebih dalam. Mereka menemukan bahwa otak tikus jantan dan betina memiliki respons yang berbeda terhadap stres.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Cell Reports, tim dari laboratorium Prof. Alon Chen di Weizmann Institute dan Max Planck Institute of Psychiatry di Munich menemukan bahwa sejenis sel otak bereaksi berbeda terhadap stres pada pria dan wanita.

Temuan ini bisa membantu kita memahami lebih dalam tentang kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh stres kronis seperti kecemasan, depresi, obesitas, dan diabetes.

Kondisi mental dan fisik akibat stres kronis terus meningkat, memberikan tekanan besar pada masyarakat. Meskipun banyak bukti menunjukkan bahwa pria dan wanita memiliki cara berbeda dalam menghadapi stres, penyebab perbedaan ini belum sepenuhnya dimengerti.

Namun, tim dari laboratorium Chen, yang spesialis dalam mempelajari respons terhadap stres, percaya bahwa metode penelitian yang inovatif dapat mengubah pandangan kita.

Dengan menggunakan metode canggih, mereka dapat menganalisis aktivitas otak dengan resolusi yang belum pernah ada sebelumnya. "Kami memfokuskan penelitian pada bagian otak yang bertindak sebagai pusat respons stres pada mamalia," kata Dr. Elena Brivio, pemimpin penelitian.

Penelitian Mengungkap Stres Berbeda di Otak Pria dan Wanita
Ilustrasi. [Foto: Canva]

Dengan memetakan ekspresi gen dalam lebih dari 35.000 sel individu, mereka mendapatkan gambaran respons stres yang belum pernah ada sebelumnya. Sebagai bagian dari studi ini, mereka juga membuat peta detil ini tersedia untuk publik melalui situs web interaktif.

Pemetaan komprehensif ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi banyak perbedaan dalam ekspresi gen antara pria dan wanita, serta antara stres kronis dan akut. Salah satu perbedaan paling signifikan ditemukan pada jenis sel otak yang disebut oligodendrosit.

"Neuron mendapatkan banyak perhatian, tetapi mereka hanya sekitar sepertiga dari semua sel di otak. Metode yang kami gunakan memberikan gambaran yang lebih kaya," kata Dr. Juan Pablo Lopez, mantan rekan postdoktor di grup Chen.

Hingga tahun 1980-an, uji klinis obat baru hanya dilakukan pada pria. Namun, kini diketahui bahwa variabilitas di antara hewan jantan, baik pada level molekuler maupun perilaku, biasanya lebih besar daripada di antara betina.

"Temuan kami menunjukkan bahwa sangat penting untuk mempertimbangkan variabel jenis kelamin saat membahas kondisi kesehatan terkait stres," jelas Chen. Brivio menambahkan, "Meskipun studi tidak fokus pada perbedaan antara pria dan wanita, penting untuk melibatkan hewan betina dalam penelitian."

Sebagai catatan, penelitian ini didukung oleh banyak institusi dan peneliti dari berbagai negara. Prof. Alon Chen dan timnya berharap temuan ini akan membuka jalan bagi terapi khusus yang lebih efektif untuk mengatasi masalah kesehatan mental di masa depan.

Baca Juga

Mengungkap Bahaya Junk Food bagi Kesehatan Otak
Mengungkap Bahaya Junk Food bagi Kesehatan Otak
Penelitian Mengungkap Manfaat Kombucha Seperti Efek Puasa
Penelitian Mengungkap Manfaat Kombucha Seperti Efek Puasa
Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Berhasil Dilakukan, Harapan dan Kontroversi
Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Berhasil Dilakukan, Harapan dan Kontroversi
Peneliti Mengungkap Penyebab Kematian Saat Bercinta
Peneliti Mengungkap Penyebab Kematian Saat Bercinta
Bahaya Mencuci Saluran Hidung dengan Air Keran yang Tidak Steril
Bahaya Mencuci Saluran Hidung dengan Air Keran yang Tidak Steril
Penelitian Mengungkap Hidup dalam Kemiskinan Percepat Penuaan Otak
Penelitian Mengungkap Hidup dalam Kemiskinan Percepat Penuaan Otak