Cekricek.id — Anggota DPR Amerika Serikat Ritchie Torres mengajukan rancangan undang-undang Power to the Players Act agar konsumen yang membeli gim benar-benar memilikinya, bukan sekadar mendapat lisensi untuk memainkannya.
Melansir laporan The Verge, Minggu (18/10/2026), Torres yang mewakili distrik ke-15 New York di Bronx mengajukan RUU itu pekan lalu. Jika disahkan, aturan tersebut akan memerintahkan Komisi Perdagangan Federal (FTC) menyusun regulasi yang menjamin kepemilikan konsumen atas gim yang mereka bayar.
“Gim yang bisa dirampas begitu sebuah perusahaan mencabut sambungannya bukanlah pembelian. Itu penyewaan yang menyamar sebagai penjualan,” kata Torres dalam pernyataan saat mengumumkan RUU tersebut.
Baca juga Bos Take-Two Sebut Harga GTA 6 80 Dolar AS Justru Murah
RUU itu juga mewajibkan pengembang menyediakan mode luring sebelum mematikan server pendukung sebuah gim. Saat ini, banyak gim yang dijual memerlukan sambungan ke server, sehingga gim tersebut kerap tak bisa dimainkan lagi ketika server dimatikan.
Torres mencontohkan NBA 2K25. Penerbit 2K akan menarik gim itu dari toko digital pada akhir bulan ini dan mematikan servernya pada 31 Desember, sehingga kemampuan untuk memainkannya menjadi terbatas.
Baca juga Aptoide Kembali ke Google Play, Toko Aplikasi Saingan Pertama Setelah Satu Dasawarsa
Isu kepemilikan, hak memainkan, menjual kembali, dan memindahkan gim belakangan menguat setelah Sony mengumumkan rencana menghapus cakram gim fisik secara bertahap pada 2028.
Usulan Torres mirip dengan Protect Our Games Act yang diajukan senator negara bagian Pennsylvania, John Kane. RUU di tingkat negara bagian itu mewajibkan perusahaan menyediakan mode luring, mode daring yang tidak bergantung pada server perusahaan, atau pengembalian dana minimal 25 persen ketika sebuah gim dihentikan.
Baca juga Meta Hapus Klausul Ambil Konten Situs Bisnis untuk Latih AI















