Cekricek.id — Take-Two Interactive membela banderol Grand Theft Auto 6 yang dipatok 79,99 dolar AS untuk edisi standar. Menurut perusahaan induk Rockstar Games itu, harga tersebut justru murah bila dibandingkan dengan isi permainannya.
Dikutip dari TechRadar, Selasa (11/8/2026), pernyataan itu disampaikan dalam sesi tanya jawab seusai Take-Two memaparkan kinerja kuartal pertama tahun buku 2027. Selain edisi standar, Rockstar menjual edisi Ultimate seharga 99,99 dolar AS. Gimnya dijadwalkan meluncur pada 19 November.
Argumen Sang Bos
Strauss Zelnick, Chief Executive Officer Take-Two Interactive, menyebut penetapan harga perusahaannya bertolak dari nilai yang diterima pemain, bukan dari margin.
“Tujuan kami adalah memberi konsumen nilai yang jauh lebih besar daripada yang kami tagihkan kepada mereka,” kata Strauss Zelnick.
“Grand Theft Auto 6 akan menjadi tawaran yang luar biasa murah sebagai sebuah pengalaman,” ujarnya. Zelnick menambahkan, “Rockstar Games dikenal selalu memberi lebih dari yang dijanjikan.” Ia menunjuk umur panjang seri sebelumnya sebagai bukti: Grand Theft Auto Online masih dimainkan setelah tiga belas tahun, dan harga Grand Theft Auto 5 bertahan jauh lebih lama daripada lazimnya produk hiburan.
“Kami mempertahankan harga Grand Theft Auto 5 sangat lama, jauh lebih lama daripada rilis properti hiburan pada umumnya,” tuturnya. Argumen lain yang ia pakai adalah inflasi, karena harga gim baru menurut dia tidak bergerak seiring kenaikan harga barang lain selama dua dasawarsa terakhir.
Edisi Mahal Justru Lebih Laku
Perdebatan soal harga rupanya belum tampak pada angka pemesanan awal. Zelnick menyatakan komposisi pemesanan condong ke edisi yang lebih mahal. “Sebenarnya, kecenderungannya justru ke edisi premium,” katanya.
Ia menilai gejala itu wajar pada tahap sekarang. “Itu mungkin cerminan bahwa konsumen paling antusiaslah yang memesan lebih dahulu,” ucap Zelnick. Dengan kata lain, pembeli awal adalah kelompok yang paling tidak sensitif terhadap harga, sehingga komposisi pemesanan bisa berubah ketika pembeli yang lebih umum ikut masuk mendekati tanggal peluncuran.
Zelnick juga menegaskan Take-Two tidak mengatur potongan harga di toko-toko digital yang menjual gimnya. “Kami jelas yang menetapkan harga, dan toko-toko digital bebas melakukan apa pun yang mereka mau,” katanya. “Kami tidak punya kemampuan mengendalikan itu. Jadi kalau mereka menurunkan harga, mereka mengurangi margin penjualannya sendiri.”
Posisi toko digital memang sedang berubah, termasuk di ponsel, setelah Aptoide kembali masuk ke Google Play sebagai toko aplikasi saingan pertama dalam satu dasawarsa.
Patokan Baru Industri
Angka 79,99 dolar AS penting bukan hanya bagi satu gim. Grand Theft Auto adalah waralaba terlaris industri, sehingga harga yang ditetapkannya cenderung diikuti penerbit lain sebagai patokan. Bila edisi premium terus lebih laku daripada edisi standar, penerbit lain akan punya alasan tambahan untuk menaikkan harga rilis mereka sendiri.
Bagi pembeli di Indonesia, harga akhir belum tentu sama dengan angka di Amerika Serikat. Penerbit gim besar lazim menetapkan harga berbeda per wilayah, sedangkan toko digital punya keleluasaan memotongnya sendiri, persis seperti yang diakui Zelnick. Rockstar belum mengumumkan harga rilis untuk pasar Indonesia.
Baca juga: Take-Two Bela Tayang Perdana Cuplikan GTA 6 di Netflix: Ini Strategi Rockstar
Baca juga: Pengapalan Ponsel Global Turun 7 Persen, Harga Rata-rata Naik 13 Persen dalam Satu Kuartal




















