Aptoide Kembali ke Google Play, Toko Aplikasi Saingan Pertama Setelah Satu Dasawarsa

Ilustrasi ikon aplikasi pada layar ponsel

Ilustrasi toko aplikasi ponsel. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Aptoide Games resmi tersedia untuk diunduh langsung dari Google Play di Amerika Serikat. Perusahaan itu menjadi toko aplikasi saingan pertama yang kembali masuk ke etalase resmi Google setelah lebih dari satu dasawarsa tersingkir dari sana.

Dikutip dari Engadget, Senin (10/8/2026), kehadiran itu dimungkinkan oleh pelonggaran aturan yang dijatuhkan pengadilan Amerika Serikat kepada Google. Selama bertahun-tahun pengguna Android praktis tidak punya cara mudah menemukan toko aplikasi alternatif, karena Play Store adalah satu-satunya lapak yang terpasang bawaan di hampir semua ponsel Android.

“Lebih dari sepuluh tahun lalu, pengguna Android kehilangan kemampuan menemukan toko aplikasi alternatif lewat Google Play. Hari ini hal itu berubah. Pengguna mendapat lebih banyak pilihan, pengembang mendapat peluang distribusi tambahan, dan Android menjadi ekosistem yang lebih terbuka dan kompetitif,” kata Paulo Trezentos, Chief Executive Officer sekaligus salah satu pendiri Aptoide.

Buah Perkara Epic Games

Pintu itu terbuka setelah Epic Games, pengembang gim Fortnite, menggugat Google pada 2020 dengan tuduhan mempraktikkan monopoli atas distribusi aplikasi Android. Perkara itu berujung pada perintah Hakim Distrik Federal Amerika Serikat James Donato, yang mewajibkan Google membuka Play Store bagi toko aplikasi pihak ketiga.

Mengutip TechCrunch, penyelesaian perkara tersebut juga memaksa Google menyediakan opsi penagihan tambahan di luar sistem pembayarannya sendiri, membentuk program pendaftaran bagi toko aplikasi saingan, serta menurunkan komisi Play Store menjadi 20 persen. Komisi adalah potongan yang diambil pemilik toko dari setiap transaksi pembelian aplikasi maupun pembelian di dalam aplikasi.

Bukan Pemain Baru

Aptoide sudah lama beroperasi di luar Play Store. Menurut TechCrunch, tokonya menampung lebih dari 40.000 aplikasi Android dan memiliki sekitar 25 juta pengguna aktif bulanan. Selama ini pemakainya harus menempuh sideloading, yaitu memasang berkas aplikasi secara manual di luar toko resmi — jalur yang kerap diperingatkan pakar keamanan sebagai celah masuk aplikasi berbahaya karena melewati penyaringan Google.

Dengan masuk ke Play Store, calon pengguna cukup mengunduhnya seperti aplikasi biasa, tanpa perlu mematikan pengaturan keamanan bawaan ponsel lebih dulu. Versi yang tersedia adalah Aptoide Games, varian yang berfokus pada gim, bukan seluruh katalog aplikasi Aptoide.

Bagi pengembang, kehadiran toko alternatif di dalam Play Store membuka jalur distribusi kedua tanpa harus meminta penggunanya menempuh pemasangan manual. Selama ini pengembang yang keberatan pada komisi Google hanya punya dua pilihan: menerima potongan tersebut atau menyalurkan aplikasinya lewat kanal yang jauh lebih sulit dijangkau pengguna awam.

Baru Berlaku di Amerika Serikat

Ketersediaannya masih terbatas pada pasar Amerika Serikat. Baik Engadget maupun TechCrunch tidak menyebut jadwal perluasan ke negara lain, termasuk Indonesia, sehingga pengguna Android di luar Amerika Serikat belum bisa mengunduh Aptoide Games melalui Play Store.

Google baru mulai membuka jalur bagi toko aplikasi pihak ketiga tahun ini sebagai bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan, dan Aptoide menjadi yang pertama memanfaatkannya. Perusahaan itu menyebut pelonggaran aturan tersebut sebagai alasan langsung kembalinya mereka ke etalase yang selama bertahun-tahun tertutup.

Play Store selama ini menjadi gerbang utama distribusi aplikasi di Android, sistem operasi ponsel dengan pangsa terbesar di dunia. Posisi itulah yang dipersoalkan Epic Games dalam gugatannya dan yang kini mulai bergeser di Amerika Serikat, satu pasar pada satu waktu.

Baca Juga

Ilustrasi pemeriksaan citra rontgen dada oleh tenaga medis
UGM Kembangkan TBScreen.AI, Alat Bantu Skrining Tuberkulosis untuk Wilayah 3T
Ilustrasi tampilan dasbor data pada layar monitor
Dosen Ilmu Komputer UNRI Rancang Dasbor Green Policing untuk Polda Riau
Rumah dan jalan tertutup salju tebal pada pagi musim dingin
Samsung Gandeng Laboratorium Energi AS Kembangkan Pemanas untuk Suhu Minus 30 Derajat
Deretan rak buku kayu di dalam ruang perpustakaan yang terang
Sejarawan Jill Lepore: Korporasi Teknologi Perlahan Mengambil Alih Fungsi Negara
Deretan rak server dan perangkat penyimpanan data di dalam ruang server
Synology Rilis Empat NAS DiskStation neo+ Berprosesor AMD Ryzen
Ruang laboratorium elektronika berisi komputer, monitor, dan perangkat teknis
Komputer Kuantum Berbasis Berlian Ini Bekerja di Suhu Ruang dan Cukup Dicolok ke Stopkontak