- Angkatan Laut IRGC menyebut sebuah supertanker minyak menabrak ranjau laut dan terbakar hebat saat memakai rute tidak sah di Selat Hormuz.
- Kepala Staf Angkatan Darat Iran Habibollah Sayyari menyatakan pasukannya siap untuk operasi defensif maupun ofensif.
- CENTCOM merilis rekaman jet tempur membom buritan kapal kargo berbendera Panama di Teluk Oman untuk menegakkan blokade.
- Sedikitnya selusin kapal diserang dalam sepekan hingga 5 Oktober, jumlah tertinggi sejak perang dimulai.
Cekricek.id — Serangan di sekitar Selat Hormuz kembali meningkat saat upaya mediasi untuk mengakhiri perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran tetap buntu.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan pada Sabtu malam bahwa sebuah supertanker minyak mentah yang tidak disebut namanya menabrak ranjau laut dan mengalami kebakaran besar saat memakai rute tidak sah di perairan itu dengan sistem navigasi dimatikan, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Minggu (11/10/2026). IRGC memperingatkan nasib serupa bagi kapal tanker mana pun yang mengabaikan keamanan dan aturan selat.
Pada Minggu, seorang pejabat senior angkatan darat Iran mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa pasukan negara itu tetap siap untuk operasi defensif maupun ofensif, lebih dari tujuh bulan sejak AS dan Israel memulai perang dengan menyerang Iran pada 28 Februari.
“Kami telah memukul kapal-kapal musuh. Jika ada hal lain yang terjadi terhadap Iran, kami akan memukul mereka lagi,” kata Habibollah Sayyari, kepala staf dan koordinator gabungan angkatan darat.
Pernyataan itu muncul setelah Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sejumlah insiden aksi militer atau peringatan terhadap kapal di Selat Hormuz dan Teluk Oman dalam sehari terakhir. Pada Minggu sore, UKMTO melaporkan sebuah proyektil tak dikenal menghantam tanker yang berlayar keluar melalui selat itu.
Secara terpisah, Uni Emirat Arab menyatakan penjaga pantainya menyelamatkan 22 awak setelah kebakaran terjadi di sebuah tanker dekat pantainya, tanpa menyebut penyebabnya.
AS Tegakkan Blokade, Lalu Lintas Minyak Turun 40 Persen
Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Minggu dini hari merilis rekaman jet tempur membom buritan kapal kargo berbendera Panama di Teluk Oman dan melumpuhkan penggeraknya untuk menegakkan blokade laut atas pelabuhan selatan Iran. Sejak blokade diberlakukan kembali pada pertengahan Juli, CENTCOM menyebut pasukannya melumpuhkan empat kapal komersial, memutar balik 135 kapal, dan menghancurkan 10 tanker terkait Iran.
Sedikitnya selusin kapal diserang dalam sepekan hingga 5 Oktober, jumlah tertinggi sejak perang dimulai. Data Kpler yang dikutip CNBC menunjukkan rata-rata minyak mentah yang melewati selat pada pekan hingga 7 Oktober adalah 8,5 juta barel per hari, sekitar 40 persen di bawah tingkat normal.
Untuk membuka kembali selat dan mencapai penyelesaian perang, Iran menuntut kembali ke nota kesepahaman yang disepakati pada Juni dan kini runtuh, serta dukungan Washington atas kesepakatan Iran-Oman yang menetapkan rute masuk-keluar terkoordinasi sementara bagi kapal. Pesan terus dipertukarkan lewat mediator, tetapi tidak ada terobosan yang diharapkan dalam beberapa pekan menjelang pemilu sela AS pada 3 November dan pemilu Israel pada 27 Oktober.
Wakil Presiden AS JD Vance pekan lalu menyatakan Iran harus mengurangi kapasitas pengayaan nuklirnya secara berarti untuk mengakhiri perang. “Capaian industri nuklir dalam negeri kami tidak bisa dihentikan,” kata kepala nuklir Iran Mohammad Eslami dalam pidato pada Minggu.
Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran Behrouz Kamalvandi mengatakan otoritas akan memakai jalur militer dan diplomatik. “Jika kepentingan itu bisa diamankan lewat diplomasi, itu jauh lebih baik, tetapi jika tidak, kami akan mengamankannya di medan tempur,” ujarnya.















