Cekricek.id, Berita Viral - Banyak dari netizen menilai jika KKB Papua sama sekali tidak ada toleransi. Bagaimana tidak jika mereka justru merekrut pelajar SMP dan SMA untuk bergabung dalam sindikat tindakan yang dinilai melakukan pelanggaran HAM. Sebagaimana mengutip dan unggahan di akun Instagram @faktanyaGoogle pada Rabu (26/4/2023).
Hal tersebut diketahui berdasarkan penuturan langsung dari kapendam XVII/ Cendrawasih, Kolonel Herman Taryaman. Bahwasanya KKB yang berada di wilayah Papua justru merekrut pelajar dan remaja dalam aksi tersebut.
Tak tanggung-tanggung anggota KKB ini justru menjadikan pelajar SMP dan SMA sebagai tameng. Dalam upaya penyerangan untuk Polri serta TNI yang bertugas.
Rekrutmen tersebut dilakukan oleh KKB Papua melalui simpatisannya. Kemudian beroperasi di sejumlah wilayah Papua termasuk dengan wilayah Intan Jaya dan Nduga.
Jauh sebelum itu, anggota KKB Papua justru melakukan tindakan yang tanpa toleransi sama sekali. Karena sebelumnya sempat menggunakan anak-anak serta perempuan sebagai tameng diri. Utamanya dalam menghadapi serangan terhadap anggota TNI lantas menyebabkan banyaknya korban jiwa.
Maka dengan ini Herman melanjutkan bahwasanya itu semua termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia. Serta tidak dapat ditoleransi atas semua tindakan yang dilakukan oleh KKB Papua ini.
Netizen Jadi Geram

Belum lagi dengan aksi teror yang dilakukannya justru membuat warga setempat masa emosional. Semakin membangkitkan semangat untuk melakukan perlawanan terhadap rombongan KKB.
Mereka berharap agar semua elemen masyarakat dapat sadar serta menolak ajakan dari KKB untuk tidak terpengaruh dalam tindakan ini. Unggahan tersebut pun viral dan mendapatkan banyak tanggapan beragam dari warganet.
Contohnya saja banyak dari netizen yang merasa bahwa pelanggaran ini bukan kali pertama dilakukan oleh KKB. Maka dari itu ada baiknya untuk bertindak tegas agar tidak semakin banyak korban jiwa.
Baca Juga: Viral Pengobatan Tradisional Bu Ida Dayak, Begini Kata Buya Yahya
“Udah banyak prajurit gugur. Kenapa masih bawa-bawa HAM,” ucap netizen.
“Sampai kapan peristiwa ini bisa diatasi hingga menimbulkan banyak korban.”
Netizen sendiri pun tampaknya telah begitu geram dengan semua tindakan yang dilakukan oleh KKB Papua. Serta dinilai lambatnya penanganan sehingga justru melibatkan masyarakat sipil. Pada kolom komentar sendiri begitu banyak dari warganet yang berharap agar semua ini dapat berlalu.