Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Penembak Fort Hood

A A

Dok. Presiden AS Donald Trump mengenakan topi merah bertuliskan USA setibanya di Gedung Putih, Washington. [Foto: AFP]

  • Trump menyatakan eksekusi penembak Fort Hood Nidal Malik Hasan tidak akan disiarkan langsung.
  • Sebelumnya Pentagon menyebut eksekusi akan disiarkan dan Trump mengaku mendukung rencana itu.
  • Eksekusi oleh regu tembak dijadwalkan 3 Desember dan keluarga dekat korban dapat menyaksikannya.

Cekricek.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan eksekusi penembak Fort Hood, Nidal Malik Hasan, yang menewaskan sejumlah personel militer di pangkalan militer itu pada 2009, tidak akan disiarkan langsung.

Pernyataan pada Kamis itu membalikkan sikap pemerintahannya sendiri, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Kamis (15/10/2026). Pekan lalu, Pentagon menyebut eksekusi itu akan disiarkan langsung dan Trump mengaku “sepenuhnya” mendukung rencana tersebut.

Eksekusi publik itu akan menjadi yang pertama di AS sejak 1936. Pemerintahan AS silih berganti selama ini mengkritik pemerintah asing yang menggelar eksekusi semacam itu.

Dalam unggahannya, Trump menyebut Hasan “pria yang sangat jahat dan keji”. Ia juga menuding pemerintahan mantan Presiden Barack Obama melakukan “kegagalan intelijen” menjelang serangan di Texas yang menewaskan 13 orang itu.

“Dengan semua itu, saya rasa menyiarkan eksekusi agar disaksikan semua orang bisa menjadi efek jera yang kuat bagi Dunia untuk melihat bagaimana Amerika menangani Teroris dan SAMPAH seperti Hasan, tetapi banyak orang yang sangat baik dan bermaksud baik lebih memilih tidak menyaksikan ia mati, baik lewat siaran maupun perangkat visual lainnya,” tulis Trump.

“Ia akan mati sesuai jadwal di depan regu tembak, tetapi peristiwa ini tidak akan disiarkan,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa anggota keluarga dekat korban dapat menyaksikan eksekusi tersebut.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pekan lalu mengumumkan eksekusi itu akan dilakukan secara publik. “Karena orang perlu memahami bahwa ada konsekuensi serius untuk hal-hal semacam ini,” kata Hegseth dalam wawancara dengan figur media sayap kanan Jack Posobiec.

Hegseth menyebut eksekusi akan berlangsung pada 3 Desember pukul 13.00 waktu Central AS (18.00 GMT), bertepatan dengan jam terjadinya penembakan pada 2009.

Pengumuman itu dikecam sejumlah anggota parlemen, termasuk dari Partai Republik yang menaungi Trump. Sebagian pakar menilai siaran langsung eksekusi dapat melanggar hukum AS yang melarang penyiaran materi cabul, tidak senonoh, atau grafis, dan mustahil memastikan anak di bawah umur tidak mengaksesnya.

Kritikus juga mempertanyakan klaim Hegseth bahwa eksekusi publik akan menimbulkan efek jera. Menurut mereka, hal itu justru berisiko mengagungkan pelaku dan memicu peniru.

Bagikan

Baca Juga

Pemerintah Trump Selidiki Ilhan Omar untuk Cabut Kewarganegaraan
Ibu Hamil di Sokoto Memilih Lapar daripada Menantang Bandit
Denmark: Kesepakatan Greenland Tak Istimewakan Investor AS
Rusia Sebut Ukraina Kembali Serang Kilang Minyak di Ryazan
Atap Sekolah Runtuh di Peshawar Pakistan, Sedikitnya 29 Tewas
Keinginan Punya Anak Tak Selalu Lahir dari Pernikahan Bahagia