- Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat siap membantu Rusia menangani dugaan wabah pes paru.
- Otoritas Rusia mengarantina sebuah rumah sakit dan melacak kontak seorang pegawai lembaga riset pes di Irkutsk yang meninggal.
- WHO menyebut risiko kesehatan bagi masyarakat umum tampak rendah berdasarkan informasi tidak resmi yang diterimanya.
- Menteri Luar Negeri Marco Rubio menilai kasus itu bukan alasan untuk panik.
Cekricek.id — Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat siap membantu Rusia menangani dugaan wabah pes di Siberia, tempat seorang pegawai lembaga riset pes meninggal dunia.
Trump mengatakan ia belum berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai hal itu, tetapi siap menawarkan dukungan Amerika Serikat, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Senin (05/10/2026).
“Kami mencermatinya dengan sangat serius. Kami baru saja mendengarnya,” kata Trump.
“Itu penyakit yang dulu bisa kita kendalikan,” ujarnya. Ia menambahkan, siapa pun yang menghadapi masalah semacam itu akan dibantu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, berdasarkan informasi tidak resmi yang diterimanya, risiko kesehatan bagi masyarakat umum tampak rendah.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga meredam kekhawatiran. “Saya rasa ini bukan alasan untuk panik, tetapi ini alasan untuk fokus dan terus memantaunya,” kata Rubio.
Otoritas Rusia mengarantina sebuah rumah sakit dan melacak kontak seorang pegawai lembaga riset pes di wilayah Irkutsk, Siberia, yang meninggal akibat dugaan infeksi pes paru. Media setempat menyebut pegawai itu teknisi laboratorium berusia 28 tahun bernama Darya Shipilova.
Keterangan resmi tentang kejadian itu terbatas. Laporan media Rusia menyebut otoritas di Irkutsk menempatkan hampir 200 orang dalam pengawasan medis.
Pada Minggu, kantor berita TASS melaporkan badan perlindungan konsumen Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan seorang pegawai Institut Riset Antipes Irkutsk untuk Siberia dan Timur Jauh didiagnosis menderita pneumonia yang tidak diketahui asal-usulnya. Badan itu juga menyatakan pengujian sampel pasien tidak menemukan mikroorganisme yang terkait dengan pekerjaannya.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, dalam pernyataan kepada Al Jazeera, mendorong otoritas Rusia membagikan informasi yang akurat secara cepat dan terbuka.
Pes paru disebabkan bakteri Yersinia pestis yang biasanya terdapat pada mamalia kecil dan kutunya. Menurut WHO, pes sangat menular dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Jika dikenali dengan cepat, antibiotik dapat mengobati penyakit tersebut. Tanpa pengobatan, pes paru dapat mematikan dalam satu hingga enam hari.















