- Aleksandar Vucic memulai kampanye menjadi perdana menteri di arena tertutup terbesar di Beograd.
- Jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat antara partai Vucic dan calon dari gerakan mahasiswa.
- Vucic mengklaim tanpa bukti bahwa gerakan protes didukung agen asing.
Cekricek.id — Mantan Presiden Serbia Aleksandar Vucic memulai kampanye untuk menjadi perdana menteri di Beograd pada Sabtu, menjelang pemilu parlemen penentu pada 25 Oktober.
Ribuan pendukung politikus populis itu memadati arena tertutup terbesar di Beograd, tempat Vucic menjanjikan kemenangan “menyeluruh” dalam pemungutan suara mendatang, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Minggu (4/10/2026). Puluhan bus dari berbagai penjuru Serbia memenuhi jalan di sekitar Beograd Arena, dengan pendukung membawa bendera Serbia dan spanduk bergambar Vucic.
Pemilu dipercepat itu diumumkan sebelum Vucic mundur dari kursi presiden pada 27 September, lebih dari tujuh bulan sebelum masa jabatan keduanya berakhir. Jajak pendapat menunjukkan persaingan bisa ketat antara partai Vucic dan kelompok calon yang diusung gerakan protes pimpinan mahasiswa.
Acara yang disiarkan puluhan saluran televisi di seluruh Serbia itu menutup sepekan kunjungan Vucic ke kota dan desa, di tengah popularitasnya yang terguncang setelah hampir dua tahun unjuk rasa antipemerintah. Vucic, yang maju lewat daftar Partai Progresif Serbia (SNS), mendominasi politik Serbia sebagai presiden atau perdana menteri sejak 2014. Bila SNS meraih mayoritas kursi, parlemen diperkirakan memilih Vucic sebagai perdana menteri.
Gerakan yang didukung kaum muda itu menuntut pertanggungjawaban atas runtuhnya kanopi stasiun kereta di Novi Sad pada 1 November 2024 yang menewaskan 16 orang. Sayap elektoralnya, Daftar Mahasiswa, berisi dosen, guru, pakar, dan tokoh lain dari berbagai spektrum politik.
Vucic menuding pihak di balik gerakan itu ingin “menghentikan Serbia” dan mengklaim, tanpa memberi bukti, bahwa gerakan itu didukung agen asing yang tidak ia sebutkan. “Tanpa campur tangan suatu dinas [intelijen asing], kita akan mengalahkan mereka. Dan mereka tahu itu,” kata Vucic kepada pendukungnya.















