- Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan peran penting Swedia dalam kemitraan ekonomi Indonesia dengan Eropa.
- I-EU CEPA mencakup pasar lebih dari 733 juta konsumen dengan PDB gabungan sekitar USD 22,7 triliun.
- Perdagangan Indonesia-Swedia tumbuh rata-rata 5,91 persen per tahun dan mencapai USD 872,2 juta pada 2025.
Cekricek.id — Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pentingnya peran Swedia dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA).
Pernyataan itu disampaikan dalam forum bisnis ‘Delivering on The EU-Indonesia CEPA: Turning Commitment into Trade and Investment Opportunities’ di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, menurut keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Kamis (15/10/2026). Perjanjian itu dirancang untuk membuka akses pasar, mendorong investasi berkelanjutan, serta memperkuat kemitraan ekonomi kedua pihak.
“Swedia memiliki peran penting dalam memajukan kemitraan ekonomi Indonesia dengan Eropa. Hubungan bilateral ini menjadi landasan kolaborasi di bidang inovasi, keberlanjutan, teknologi, dan pengembangan industri. I-EU CEPA mencerminkan komitmen bersama menciptakan kemitraan yang terbuka, inklusif, dan saling menguntungkan,” ujar Wamendag Roro.
Wamendag menjelaskan I-EU CEPA menyediakan kerangka kerja komprehensif di bidang perdagangan, investasi, jasa, transparansi regulasi, dan keberlanjutan. Kemitraan ini mencakup pasar lebih dari 733 juta konsumen dengan total PDB gabungan sekitar USD 22,7 triliun. Pada 2025, perdagangan bilateral Indonesia dan Uni Eropa mencapai USD 31,7 miliar.
Selama periode 2021–2025, perdagangan bilateral Indonesia-Swedia tumbuh rata-rata 5,91 persen per tahun dan mencapai sekitar USD 872,2 juta pada 2025. Indonesia mengekspor minyak kelapa sawit, alas kaki, produk kelapa, dan barang manufaktur, sementara Swedia memasok peralatan industri, produk otomotif, dan teknologi. Investasi langsung Swedia di Indonesia pada 2021–2025 mencapai USD 344,4 juta.
“Indonesia berkomitmen untuk terus bekerja sama erat dengan Uni Eropa, Swedia, dan komunitas bisnis yang lebih luas guna memastikan bahwa I-EU CEPA menjadi instrumen yang bermakna bagi pertumbuhan bersama, daya saing, dan kemakmuran jangka panjang. Bersama-sama, mari kita ubah komitmen menjadi peluang, peluang menjadi kemitraan, dan kemitraan menjadi manfaat yang langgeng bagi masyarakat,” ungkap Wamendag Roro.
Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert, menyampaikan bahwa I-EU CEPA merupakan pencapaian besar untuk menciptakan kemitraan baru yang lebih kuat di tengah dinamika global. Perwakilan PT Wilmar, Krisna Davi, menilai forum bisnis itu bermanfaat untuk mendapatkan perkembangan terbaru soal perjanjian perdagangan Indonesia dengan negara mitra.
“Forum bisnis ini memberikan wawasan berharga mengenai dinamika dan pembaruan perjanjian perdagangan internasional Indonesia. Hal ini membantu kami di pelaku usaha untuk mengantisipasi peluang dan tantangan di pasar global,” kata Krisna.















