Warga Gunungkidul Jual Singkong demi Air Bersih saat Kemarau

A A

Air bersih dari truk tangki dialirkan ke bak penampungan warga terdampak kekeringan di Kalurahan Terbah, Gunungkidul. [Foto: Dok. HMP UGM]

  • Sebagian warga Terbah, Gunungkidul, menjual singkong untuk mendapatkan air bersih saat kemarau.
  • HMP UGM menyalurkan 50 tangki atau sekitar 250.000 liter air bersih secara bertahap.
  • Lurah Terbah menyebut kekeringan berulang tiap kemarau dan sumur bor belum mencukupi.

Cekricek.id — Musim kemarau memaksa sebagian warga Kalurahan Terbah, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjual hasil pertanian seperti singkong untuk mendapatkan air bersih. Sumur bor yang sudah dibangun di wilayah itu belum mampu memenuhi kebutuhan warga saat musim kering datang.

Kondisi tersebut diungkap Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (HMP UGM) yang menyalurkan 50 tangki air bersih, dengan total sekitar 250.000 liter, ke kalurahan itu sejak Minggu (11/10/2026). Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis UGM, Selasa (13/10/2026).

Ketua Umum HMP UGM, Norol Latifah, mengakui bantuan air tangki hanya meringankan sementara. “Mungkin bantuan ini belum dapat menyelesaikan seluruh persoalan yang ada, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban masyarakat. Kami juga berharap musim hujan segera tiba sehingga kekeringan ini berangsur berakhir dan warga lebih mudah mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Sebanyak 175.000 liter air disalurkan pada tahap awal untuk warga Padukuhan Karang dan Kayugrit. Sisanya, 75.000 liter, direncanakan untuk wilayah terdampak lain. Air diantar bertahap ke permukiman, tempat ibadah, dan fasilitas pendidikan, rata-rata empat hingga lima tangki per hari sesuai kapasitas tampung di setiap titik.

Kekeringan Datang Setiap Kemarau

Lurah Terbah, Giyanto, menyebut kekeringan merupakan persoalan yang berulang setiap musim kemarau. Dari enam padukuhan di Terbah, sejumlah wilayah terdampak cukup serius.

“Selama musim penghujan, ketersediaan air masih cukup. Namun, ketika musim kemarau, air yang tersedia tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Baca juga: Kemarau Ancam Pasokan Air Bersih Kota Padang, PDAM Terapkan Sistem Giliran

Giyanto berharap kerja sama berbagai pihak berlanjut agar warga tidak terus bergantung pada kiriman air tangki setiap kemarau. “Kami mengucapkan terima kasih kepada HMP UGM dan seluruh pihak yang telah membantu warga kami. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan menjadi berkah bagi semua,” harapnya.

Baca juga: Air Bersih dan KKN Kebencanaan di Kota Padang

Sebagai tindak lanjut, HMP UGM berencana melakukan penghijauan dengan menanam pohon, termasuk beringin, untuk mendukung kemampuan kawasan menyimpan air dalam jangka panjang. Penyaluran air bersih ini difasilitasi anggaran Direktorat Kemahasiswaan UGM dan didukung CSR Bimasakti serta Pemerintah Kalurahan Terbah.

Baca juga: Air Minum Warga Pedalaman Kering Brasil Tercemar Sepanjang Musim

Bagikan

Baca Juga

Daging Ternak Mati Dibagi Lewat Brandu, Jalur Antraks ke Manusia
UU Ketenagakerjaan Baru Diminta Lindungi Pengemudi Ojek dan Kurir
Koas Dokter Gigi UGM Tak Lagi Tanggung Sendiri Biaya Pasien
Rektor UGM: Peneliti Jangan Berjuang Sendiri Bawa Riset ke Pasar
Tempat Sampah Buatan UGM Memilah Sendiri dan Catat Merek Kemasan
Hutan Rusak Tak Pulih Hanya dengan Menanam, Kata Guru Besar UGM