Web Series yang Dibintanginya Dikritik Terlalu Vulgar, Cinta Laura: Aku Doakan Kalian Sudah di Jalan Hidup Sempurna

Cekricek.id – Cinta Laura menuai banyak kritikan lewat web series terbaru yang dibintanginya. Jalan cerita, adegan serta gaya berpakaiannya yang terlalu buka-bukaan dianggap vulgar oleh netizen.

Cinta Laura. [Foto: Instagram]

Cekricek.idCinta Laura menuai banyak kritikan lewat web series terbaru yang dibintanginya. Jalan cerita, adegan serta gaya berpakaiannya yang terlalu buka-bukaan dianggap vulgar oleh netizen.

Warganet memenuhi kolom komentar beberapa unggahan tentang trailer dan yang berhubungan dengan serial tersebut dengan kritikan yang cukup pedas. Selain terlalu vulgar, menurut mereka serial yang tayang pada salah satu platform digital itu tidak memiliki nilai yang bisa dipelajari alias tidak mendidik.

Sebenarnya yang paling ditentang adalah web series yang baru saja tayang perdana pada 15 Desember kemarin. Namun, karena aktris keturunan Jerman dan Indonesia itu yang membintanginya maka kritikan pedas juga ikut dilayangkan padanya.

“Filmnya 18+ tapi IG bukan Cuma untuk 18+ kan.. gimana konsepnya. Yukk perfilman Indonesia jangan ke barat-baratan dong. Harusnya budaya dan tata krama kita yang diperkuat. Pendapat gue gini yah, nggak tau yang lain,” tulis akun @nikieta*** pada salah satu unggahan.

“Menurunnya perfilman Indonesia yah begini. Kasian yah cuman karena duit popularitas rela seperti ini,” tulis akun @ilham***.

“Aku suka banget Cinta Laura, karena pesan-pesan moral dan kata-katanya sangat mendidik untuk generasi muda menjadi lebih baik.. tapi sayang dengan ini mau tanya pesan moralnya apa dalam film ini untuk generasi muda?? aktingnya keren totalitas tapi salah temat.. Indonesia ini Indonesia,” tulis akun @venayz***.

Cinta Laura Beri Pembelaan Pada Cerita Web Series yang Dibintanginya

Lampiran Gambar
Tangkapan layar unggahan Instagram

Melihat banyaknya yang protes dan kecewa padanya, Cinta Laura tak serta merta menerimanya begitu saja. Dia merasa bahwa netizen yang memiliki pikiran negatif terhadap series terbarunya itu terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa tahu inti cerita yang sebenarnya.

Dalam unggahan terbaru, dia menyelipkan kata-kata yang cukup menohok untuk menyanggah kritikan netizen tersebut lewat keterangannya.

“Untuk kalian yang berpikiran negatif, berasumsi buruk tentang inti cerita series ini tanpa akal kritis dan menghakimi orang-orang yang terlibat.. your loss. Aku doakan kalian sendiri sudah mencapai tingkat moralitas tertinggi agar merasa layak untuk menghakimi kepribadian dan jalan hidup orang lain,” tulisnya.

Melihat kata-kata yang dia tuliskan untuk orang-orang yang mengkritik, netizen yang meninggalkan jejak kembali di kolom komentar seolah terpecah menjadi dua kubu. Sebagian tetap pada pendiriannya yang mengkritik pakaian dan adegan dalam serial tersebut.

Namun, sebagian lainnya justru ikut membela dan menyampaikan isi pikiran mereka bahwa series tersebut sebenarnya punya pesan moral yang besar. Dia memandang isi cerita tanpa mempedulikan gaya berpakaian ataupun adegan yang dianggap vulgar tadi.

Baca juga: Masih Enjoy Sendiri, Cinta Laura: Kalau Laki-laki Takut, Artinya Tak Pantas Untukku

Mereka yang membela, ada juga yang mewajarkan salah satu adegan seksi artis idola mereka itu. Seperti saat menarikan pole dance yang memang mengharuskan pakai baju terbuka untuk mempermudah menempelkan badan ke tiang property tari.

Baca Juga

Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Cinta Laura berkaus hitam dan Andovi da Lopez berkaus merah bertuliskan 1945
Cinta Laura dan Andovi da Lopez Rayakan Hari Kemerdekaan dengan Empat Gaya
Cinta Laura menoleh ke belakang saat dirias di depan lampu rias
Lima Tahun Markisa, Cinta Laura Sebut Penghargaan AMI Bukan Miliknya Sendiri
Cinta Laura duduk di kursi kereta api melihat ke luar jendela
Cinta Laura Terima Tantangan Naik Kereta 8 Jam, PT KAI Ikut Berkomentar
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Gunung Marapi terlihat dari Bukittinggi dengan atap rumah warga di latar depan dan awan menggantung di lerengnya
Arsip Kolonial dan Tanda Alam, Dua Sumber yang Belum Dipakai untuk Mitigasi Marapi