Cekricek.id — Universitas Negeri Padang (UNP) mendorong masyarakat Nagari Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman, mengembangkan jagung dan kelapa menjadi produk pangan bergizi yang bernilai tambah. Dorongan itu diwujudkan lewat Program Pengabdian kepada Masyarakat di Balairung Wali Nagari Sikabu, Kamis (16/7/2026).
Dikutip dari laman resmi Universitas Negeri Padang, unp.ac.id, Sabtu (8/8/2026), program bertajuk “Peningkatan Gizi Keluarga Melalui Up-Skilling Pengolahan Pangan Berbasis Jagung dan Kelapa” ini didanai Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampus Indah dan Kelompok Tani Balanti Indah.
Dari Jagung Rebus ke Susu dan Nugget
Dalam diskusi, para peserta mengaku selama ini jagung hanya dimanfaatkan sederhana. “Selama ini jagung hanya kami rebus atau dijual begitu saja. Bagaimana agar anak-anak lebih tertarik mengonsumsinya?” ujar seorang anggota KWT Kampus Indah.
Ketua tim pengabdian, Rahadian Zainul, menjawab dengan satu kata kunci: inovasi.
“Jagung dapat diolah menjadi berbagai produk yang lebih menarik, seperti susu jagung, nugget jagung, puding, maupun makanan ringan bergizi. Dengan pengolahan yang tepat, nilai gizinya tetap terjaga dan anak-anak akan lebih menyukainya,” jelas profesor UNP itu.
Gizi Keluarga Sekaligus Peluang Usaha
Wali Nagari Sikabu mengapresiasi kehadiran kampus di nagarinya. “Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Negeri Padang yang telah hadir membawa ilmu dan inovasi kepada masyarakat kami. Potensi jagung dan kelapa di Nagari Sikabu cukup besar,” ungkapnya.
Program yang berlangsung pukul 09.00-14.00 WIB itu diarahkan bukan hanya memperkuat gizi keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis hasil pertanian — agar panen tak lagi berhenti sebagai komoditas mentah. Langkah serupa pernah ditempuh UNP lewat pelatihan produksi sabun cuci piring ramah lingkungan di nagari yang sama.
Baca juga: Papermob UNP 2026 Tampilkan 20 Formasi, Libatkan 12 Ribu Mahasiswa Baru


















