UNP Latih Warga Sikabu Produksi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan

A A

Pelatihan produksi sabun cuci piring ramah lingkungan oleh UNP di Balairung Wali Nagari Sikabu, Padang Pariaman, Selasa (28/7/2026). [Foto: Dok. UNP]

Cekricek.id — Universitas Negeri Padang (UNP) membekali masyarakat Nagari Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman, dengan keterampilan memproduksi sabun cuci piring ramah lingkungan berbahan aman dan ekonomis. Pelatihan digelar di Balairung Wali Nagari Sikabu, Selasa (28/7/2026), menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampus Indah.

Dikutip dari laman resmi Universitas Negeri Padang, unp.ac.id, Sabtu (8/8/2026), peserta dibekali pengetahuan menyeluruh: dari bahan baku, proses produksi, keselamatan kerja, hingga pengembangan produk dan pemasarannya — agar hasil pelatihan tak berhenti di dapur, tetapi tumbuh menjadi kegiatan ekonomi.

Bisakah Sebaik Sabun Toko?

Dalam sesi diskusi, seorang peserta melontarkan keraguan yang jamak dirasakan. “Selama ini kami membeli sabun di pasaran. Apakah kualitas sabun yang kami buat sendiri nantinya bisa sebaik produk yang dijual di toko?” tanyanya.

Ketua tim pengabdian UNP Rahadian Zainul menjawab lugas. “Tentu bisa. Dengan formulasi yang tepat, penggunaan bahan yang berkualitas, serta proses pembuatan yang benar, sabun yang dihasilkan memiliki daya bersih yang baik, aman digunakan, bahkan biaya produksinya lebih ekonomis. Nilai tambah lainnya adalah masyarakat mengetahui secara langsung bahan-bahan yang digunakan sehingga lebih aman bagi keluarga,” jelas profesor UNP itu.

Dari Dapur Rumah ke Peluang Usaha

Wali Nagari Sikabu menilai pelatihan ini tepat sasaran. “Kami berharap keterampilan yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal bagi ibu-ibu untuk menghasilkan produk yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi,” ungkapnya.

Pelatihan juga menekankan pemakaian bahan yang lebih aman dan pengurangan zat yang berpotensi mencemari lingkungan. Ini menjadi kunjungan kedua tim UNP ke nagari yang sama dalam sebulan terakhir, setelah sebelumnya melatih warga mengolah jagung dan kelapa menjadi produk pangan bergizi.

Baca juga: Papermob UNP 2026 Tampilkan 20 Formasi, Libatkan 12 Ribu Mahasiswa Baru

Bagikan

Baca Juga

Histeria dalam Bailau, Nada yang Diam-diam Selalu Bergeser
Rekonstruksi Kreatif Trumpet Padukan Klasik, Melayu, Latin
Dendang Suayan Balenggek Diubah Jadi Fantasia Orkestra
Contrabass Beralih Peran lewat Tiga Repertoar Lintas Genre
Pengetahuan dan Praktik Higiene Menstruasi Siswi Sri Lanka
Malapak, Saat Indang Solok Diubah Jumlah dan Bunyinya