Serangan Houthi ke Pelabuhan Mokha Tewaskan Tujuh Orang

Dua pria berjanggut mengangkat senapan laras panjang sambil berteriak di tengah kerumunan pengunjuk rasa

Pendukung Houthi mengangkat senjata dalam aksi unjuk rasa menentang Arab Saudi di Sanaa, Yaman, 31 Juli 2026. [Foto: Yahya Arhab/EPA]

Cekricek.id — Serangan kelompok Houthi ke Pelabuhan Mokha di pesisir Laut Merah, Yaman, menewaskan sedikitnya tujuh orang pada Minggu (9/8/2026). Empat di antaranya personel militer dan tiga sisanya warga sipil.

Mengutip UPI, Minggu (9/8/2026), Angkatan Perlawanan Nasional Yaman menyatakan 15 warga sipil lain terluka. Kelompok bersenjata itu berpihak kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Serangan dilancarkan dengan kombinasi rudal dan pesawat nirawak. Sebuah dermaga dan sejumlah bangunan di kawasan pelabuhan rusak parah.

Kerusakan merembet ke gudang. Barang dagangan dan bahan pangan yang tersimpan di salah satu fasilitas pelabuhan ikut hancur, kata Fayed al-Noman, pejabat Kementerian Penerangan Yaman, masih mengutip UPI.

Mokha terletak di Provinsi Taiz, menghadap Laut Merah, tidak jauh dari Selat Bab al-Mandab yang menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia.

Houthi Sebut Operasi Berskala Luas

Houthi mengakui bertanggung jawab. Juru bicara militer kelompok itu, Yahya Saree, menyampaikan pernyataan melalui platform X.

“Angkatan bersenjata, dengan pertolongan Allah Yang Mahakuasa, telah melaksanakan operasi militer berskala luas dan berkualitas yang menyasar konsentrasi pasukan serta gudang senjata musuh Saudi di kawasan Al-Makha,” kata Saree.

Ia menyebut serangan itu berlangsung presisi dan menimbulkan kerusakan luas. Sasaran yang ia klaim — mobilisasi pasukan dan gudang senjata — berbeda dari keterangan Angkatan Perlawanan Nasional Yaman yang menyebut korban sipil dan kerusakan fasilitas niaga.

Kebakaran Kilang Jazan Padam

Pada hari yang sama, Houthi juga mengklaim serangan pesawat nirawak ke kilang minyak Saudi Aramco di Jazan. Regu pemadam memadamkan api yang berkobar sejak dini hari, dan Kementerian Energi Arab Saudi memastikan tidak ada korban jiwa.

Baca juga: Kilang Aramco di Jazan Terbakar Lagi, Houthi Klaim Serangan Drone

Dua serangan dalam satu hari itu berlangsung di tengah situasi yang sudah memanas, ketika militer pemerintah Yaman menggencarkan operasi terhadap Houthi dan PBB memperingatkan risiko perang skala besar.

Arab Saudi mengumumkan aliansi pertahanan maritim multinasional pada akhir Juli lalu untuk melindungi jalur perdagangan dan energi di Laut Merah. Sehari setelah pengumuman itu, ribuan pendukung Houthi berunjuk rasa di Sanaa menentang intervensi militer Saudi di Yaman.

Baca juga: Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Mekah

Baca Juga

Potret Daniel Kinahan mengenakan topi berwarna gelap
Uni Emirat Arab Ekstradisi Daniel Kinahan, Bos Kartel Irlandia, ke Dublin
Ratusan guci keramik amphora tertumpuk di dasar laut, tertutup endapan dan lumut setelah terendam ribuan tahun
Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Perairan Sisilia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdiri berhadapan sambil berbincang
Netanyahu Tolak Rencana 15 Poin Trump untuk Gaza
Pandangan udara kolam limbah tambang berwarna toska di kawasan tambang emas Cadia dengan perbukitan dan lahan pertanian di kejauhan
Pentagon Danai Tambang Skandium Australia USD400 Juta
Citra satelit kota pesisir Jazan dengan gumpalan asap hitam membubung dari kawasan kilang minyak di tepi Laut Merah
Kilang Aramco di Jazan Terbakar Lagi, Houthi Klaim Serangan Drone
Drone bermuatan bahan peledak yang ditemukan di dekat pesawat kargo Ukraina di Bandara Leipzig-Halle
Jerman: Kami Sasaran Perang Hibrida Setiap Hari