Bioplastik Pelepah Pisang IPB Perpanjang Umur Simpan Daging Segar Jadi Empat Hari

Pohon pisang dengan tandan buah dan daun lebar di kebun tropis

Pohon pisang di sebuah kebun. Foto ini ilustrasi. [Foto: Pexels/Ian Panelo]

Cekricek.id — Tim dosen dan mahasiswa IPB University mengembangkan formula bioplastik antimikrob berbahan pelepah pisang klutuk. Kemasan itu diklaim mampu menjaga mutu daging segar dalam chiller hingga empat hari, dua kali lipat dibanding plastik wrap konvensional yang bertahan dua hari.

Inovasi tersebut telah memperoleh Paten Granted dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum, dengan judul Formula Bioplastik Antimikrob Berbasis Selulosa Pelepah Pisang Klutuk dengan Penambahan Essential Oil Serai Wangi untuk Meningkatkan Umur Simpan Daging Segar.

Timnya beranggotakan Della Orya Febriana, Nurul Izzah Fasya, Pharidisya Rachmi Sativa, Ario Ilham, dan Erizka Febiazni, dengan dosen pembimbing Nur Wulandari. Riset ini lolos Program Kreativitas Mahasiswa dan menembus Pekan Ilmiah Nasional sebagai salah satu finalis.

Nur Wulandari menjelaskan bioplastik yang dikembangkan timnya berfungsi sama dengan plastik wrap biasa, tetapi punya kemampuan tambahan menahan pertumbuhan bakteri.

“Keunggulannya adalah memiliki sifat antimikrob yang mampu menjaga menghambat kerusakan daging segar dengan menghambat pertumbuhan bakteri. Selain itu, inovasi ini mendukung sustainability dan zero waste karena bioplastik tersebut mudah terurai dan dapat mengurangi penggunaan plastik wrap konvensional,” ucapnya.

Baca juga: BPA Terbukti Berbahaya, 40 Persen Galon Guna Ulang di Indonesia Melebihi Batas Usia Pakai

Dari serai wangi dan pelepah pisang

Dikutip dari ipb.ac.id, proses pembuatannya diawali ekstraksi minyak asiri serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) dan selulosa pelepah pisang klutuk (Musa balbisiana Colla).

Tahap berikutnya berupa pencampuran bahan, pemanasan, pencetakan, lalu pendinginan sampai terbentuk lembaran bioplastik yang siap dipakai sebagai pengemas.

Judul patennya menempatkan selulosa pelepah pisang klutuk sebagai basis bahan, sementara minyak asiri serai wangi berperan sebagai tambahan di dalam formula.

Pelepah pisang sendiri lazimnya menjadi limbah kebun yang dibuang setelah panen. Dalam formula ini, bagian itu diolah menjadi sumber selulosa, bahan utama lembaran kemasannya.

Menyerap air, tetapi lebih cepat terurai

Della Orya Febriana, salah satu inventor, mengakui kemasan buatan timnya belum sepenuhnya menyamai plastik konvensional dari sisi ketahanan terhadap air.

“Tantangan utama dari inovasi ini adalah karakteristik bioplastik kami yang lebih mudah menyerap air dibandingkan plastik wrap konvensional. Tetapi hal itulah yang membuat bioplastik ini dapat terdegradasi dengan baik di lingkungan, sehingga lebih ramah lingkungan,” kata Della.

Menurut dia, kemasan ini disiapkan untuk kebutuhan supermarket, restoran, hotel, dan pelaku usaha pangan yang menjual daging segar premium.

“Dengan adanya bioplastik ini, kami berharap dapat melindungi kualitas dan keamanan daging segar, serta mengurangi dampak negatif kemasan plastik konvensional terhadap lingkungan sehingga dapat mendukung penerapan sustainability dan zero waste,” tuturnya.

Baca juga: Tim Mahasiswa FKG USU Raih Juara I Kompetisi Poster Internasional 2026

Belum ada keterangan mengenai rencana produksi massal maupun mitra industri yang akan memakai formula bertumpu limbah pertanian tersebut. Perguruan tinggi itu baru mengumumkan status patennya dan capaian risetnya di ajang Pimnas.

Baca juga: Ragam Sayuran Dunia Menyusut, Gizi Manusia Ikut Terancam

Baca Juga

Reruntuhan bangunan batu kuno dengan latar bentang alam hijau
Penjaga Situs Berusia 86 Tahun Ini Belajar Sendiri Membaca Aksara Urartu
Ruang laboratorium elektronika berisi komputer, monitor, dan perangkat teknis
Komputer Kuantum Berbasis Berlian Ini Bekerja di Suhu Ruang dan Cukup Dicolok ke Stopkontak
Segelas susu sapi segar di atas kain putih
Tiga Sajian Susu Penuh Lemak Sehari Tak Menambah Berat Badan
Daun ganja hijau difoto dari jarak dekat
Pengguna Ganja Rutin Bangun dengan Kadar Kortisol Lebih Tinggi
Peneliti menangani gelas kimia berisi sampel air di laboratorium
Bakteri Kunci Uranium Beracun di Air Tambang Jadi Senyawa Stabil
Seorang perempuan tidur berbaring di atas bantal putih
Mikroglia, Bukan Plak, yang Merampas Tidur Penderita Alzheimer