Cekricek.id — Komputer kuantum selama ini identik dengan tabung pendingin raksasa yang menjaga suhu mendekati nol mutlak. Perusahaan rintisan asal Jerman, Saxon Q, mengklaim telah memangkas seluruh kerumitan itu dengan merakit komputer kuantum portabel berbasis berlian sintetis yang bekerja pada suhu ruang dan cukup ditenagai stopkontak listrik biasa.
Dikutip dari TechRadar Pro, Minggu (9/8/2026), mesin tersebut sudah berbentuk perangkat yang dapat dipasang pada rak server dan menampung 128 qubit. Keterangan teknisnya semula disampaikan kepada Live Science, yang laporannya kemudian dikutip TechRadar Pro.
Belerang yang Menjadi Kunci
Rahasia perangkat ini terletak pada cacat kisi berlian yang dikenal sebagai pusat nitrogen-kekosongan, yaitu titik pada struktur berlian sintetis tempat satu atom karbon digantikan nitrogen dan atom tetangganya menghilang. Titik itulah yang berfungsi sebagai qubit. Agar bekerja stabil, tim Saxon Q menanamkan belerang bersamaan dengan nitrogen ke dalam berlian.
“Itulah poin teknologi kuncinya. Sebab belerang mengangkat potensial kimia sampai titik ketika ia bermuatan negatif. Belerang memasok elektronnya; belerang juga membuat kekosongan itu menempel pada nitrogen dengan hasil yang sangat tinggi,” jelas Marius Grundmann, profesor fisika eksperimental di Universitas Leipzig sekaligus salah satu pendiri Saxon Q.
Karena pusat nitrogen-kekosongan tetap stabil pada suhu kamar, perangkat ini tidak memerlukan lemari pendingin kriogenik yang menjadi beban terbesar komputer kuantum berbasis superkonduktor, baik dari sisi ukuran maupun konsumsi listrik.
Baca juga: SK hynix Gelontorkan Investasi Besar demi Memori AI
128 Qubit Sekarang, 10.000 Setelah 2030
Saat ini setiap keping menampung 8 hingga 16 qubit, dan gabungannya membentuk sistem 128 qubit. Saxon Q menargetkan 512 qubit pada tahun depan, lalu lebih dari 10.000 qubit setelah 2030.
Dari sisi ketelitian, perusahaan menyebut fidelitas qubit tunggal mencapai 99,98 persen, dengan tingkat kesalahan kurang dari satu per seribu operasi. Sebelum pembaruan koreksi kesalahan diterapkan, angkanya berada di 99,92 persen. Ketelitian semacam ini menjadi ukuran penting karena kesalahan yang menumpuk membuat hasil perhitungan kuantum kehilangan makna.
Sudah Bisa Diakses Lewat Jaringan
Grundmann menegaskan perangkat ini bukan sekadar purwarupa laboratorium. “Kami punya komputer kuantum yang berfungsi penuh. Kami punya komputer kuantum yang dapat mengeksekusi kode kuantum, yang bisa Anda jangkau lewat jaringan, dan sistemnya multipengguna, multitugas, sekaligus multiinti,” tegas dia.
Kemampuan diakses dari jarak jauh itu menempatkan Saxon Q pada jalur yang sama dengan penyedia komputasi kuantum berbasis awan, hanya dengan perangkat keras yang jauh lebih ringkas. Karena bisa dipasang pada rak server standar, mesin ini secara teori dapat ditempatkan di ruang server biasa, bukan di fasilitas khusus berpendingin.
Baca juga: Samsung Usung Pusat Data Terapung Berkapasitas 50 MW di Texas
Bagi Eropa, kehadiran Saxon Q menambah daftar perusahaan rintisan benua itu yang berupaya berdiri di garis depan teknologi komputasi tanpa bergantung pada pemasok dari luar kawasan.
Baca juga: King's Cross London Berubah dari Kawasan Lampu Merah Jadi Pusat AI Dunia




















