Cekricek.id — Lebih dari 1.000 orang di Spanyol masih berada di pengungsian pada Senin (10/8/2026) ketika kebakaran besar berkobar di Provinsi Castellon dan Huelva. Situasi itu berlangsung beberapa hari menjelang gerhana matahari total yang diperkirakan menarik jutaan orang ke ruang terbuka.
Dikutip dari Anadolu Agency, Senin (10/8/2026), sekitar 900 orang dievakuasi dari kota kecil Cati di Provinsi Castellon, Spanyol timur. Petugas pemadam berjibaku menahan api yang menjalar di dekat Tirig dan telah melalap 684 hektare hingga Senin.
Kebakaran itu satu dari sejumlah titik api yang muncul setelah badai petir kering melanda kawasan tersebut pada Jumat (7/8/2026). Badai jenis ini menghasilkan sambaran petir, tetapi sebagian besar hujannya menguap sebelum mencapai tanah, sehingga api tersulut tanpa vegetasi di bawahnya sempat basah.
Kelembapan udara yang tinggi pada malam hari sempat membantu kerja petugas pemadam. Meski begitu, otoritas tetap mencemaskan sisi utara kobaran yang bergerak ke arah Cati. Di sekitar kota kecil itu terdapat lebih dari 60 peternakan.
Huelva dan bayang-bayang kebakaran 2004
Di Provinsi Huelva, Spanyol selatan, kebakaran lain yang pecah sejak Kamis (6/8/2026) di dekat Niebla memaksa 467 orang meninggalkan rumah. Api di sana telah membakar sekitar 8.000 hektare lahan.
Sebagian besar warga yang mengungsi berasal dari Berrocal, permukiman yang juga menjadi pusat kebakaran hebat pada 2004. Api ketika itu melahap sekitar 34.000 hektare.
Kewaspadaan dinaikkan menjelang gerhana
Otoritas di seluruh Spanyol menaikkan status kewaspadaan menjelang gerhana matahari total pada Rabu (12/8/2026). Kerumunan besar diperkirakan bergerak ke pedesaan, pegunungan, dan titik-titik pandang untuk menyaksikan peristiwa langka tersebut.
Badan meteorologi Spanyol, AEMET, memperkirakan sebagian besar wilayah negara itu berada pada tingkat risiko kebakaran sangat tinggi hingga ekstrem pada hari yang sama. Membanjirnya pengunjung ke kawasan berhutan yang kering dikhawatirkan memicu titik api baru atau menyulitkan akses tim penyelamat.
“Vegetasi luar biasa kering, dan percikan kecil atau satu kelalaian dapat memicu kebakaran hutan dengan akibat yang menghancurkan bagi manusia, ekosistem, dan warisan alam,” kata Menteri Transisi Ekologis Spanyol Sara Aagesen.
Risiko yang disorot mencakup puntung rokok dan alat barbeku yang dibawa para penonton. Kemacetan lalu lintas menuju titik-titik pandang juga dinilai berpotensi menghambat pergerakan kendaraan pemadam dan layanan darurat bila muncul kebakaran baru pada hari itu.
Karena pertimbangan tersebut, sejumlah acara menonton gerhana di berbagai daerah dibatalkan. Pemerintah juga akan menutup akses ke lebih dari 100 kawasan alam sepanjang hari gerhana berlangsung.
Juli menyamai rekor bulan terpanas
Panas yang bertahan lama memperbesar risiko kebakaran di seluruh negeri. AEMET melaporkan Juli 2026 menyamai Juli 2022 sebagai bulan terpanas yang pernah tercatat di daratan utama Spanyol sejak pencatatan nasional dimulai pada 1961.
Suhu rata-rata pada bulan itu mencapai 25,7 derajat Celsius, atau 2,6 derajat lebih tinggi dibanding rata-rata periode 1991–2020. Kekeringan yang menyertainya membuat bahan bakar vegetasi di banyak provinsi berada pada kondisi paling mudah terbakar.
Sampai Senin, otoritas belum mengumumkan kapan warga Cati dan Berrocal dapat kembali ke rumah masing-masing.





















