Cekricek.id — Hampir tiga tahun setelah namanya dicoret dari waralaba Scream, Melissa Barrera akhirnya berbicara panjang tentang pemberhentian itu — dan ia menolak menyesali unggahannya.
Dikutip dari TheWrap, Minggu (9/8/2026), aktris asal Meksiko itu membahas pemberhentiannya dalam podcast Latino USA bersama pemandu acara Maria Hinojosa.
Dicoret Saat Sekuel Sedang Digarap
Barrera diberhentikan Spyglass Media pada 2023 dari waralaba Scream, tepat ketika sekuel ketujuhnya sedang dikembangkan. Pemicunya adalah unggahan media sosialnya mengenai Israel dan Gaza. Dalam pernyataan resminya waktu itu, rumah produksi tersebut menyebut unggahan Barrera sebagai antisemitisme yang secara terang-terangan melewati batas menjadi ujaran kebencian.
Barrera sendiri membaca peristiwa itu dengan cara yang sepenuhnya berbeda, dan menempatkannya sebagai bagian dari pola yang jauh lebih luas. “Banyak orang kehilangan pekerjaan, bukan hanya di industri hiburan, pada dasarnya karena mengatakan bahwa rakyat Palestina berhak atas hak asasi manusia,” ujarnya.
Poin yang berulang ia tekankan adalah bahwa persoalannya tidak berhenti di Hollywood. Menurut penuturannya, orang-orang di berbagai bidang pekerjaan mengalami hal serupa pada periode yang sama, dan industri hiburan hanya menjadi bagian yang paling terlihat karena namanya besar.
“Aku Masih di Sini”
Meski begitu, ia menolak memosisikan diri sebagai korban tunggal, dan justru menutup ceritanya dengan nada menantang. “Aku salah satu dari banyak orang yang menanggung akibatnya, tapi sekarang aku di Broadway. Aku masih di sini,” kata Barrera.
Yang ia maksud adalah Titanique, pertunjukan musikal yang kini ia bintangi di St. James Theatre. Panggung Broadway menjadi babak berikutnya setelah pintu waralaba horor terbesar Hollywood tertutup untuknya.
Soal Kekuasaan dan Uang
Dalam perbincangan yang sama, Barrera menyinggung motif yang menurutnya bekerja di balik keputusan-keputusan semacam itu. “Menyedihkan bagiku bahwa ada kepentingan yang lebih penting bagi sebagian orang, kepentingan kekuasaan dan uang. Mereka akan melakukan apa saja untuk membungkam orang,” ucapnya.
Ia mengakui sikap seperti itu tidak datang tanpa risiko, tetapi tetap memilihnya. “Kita harus menyebut sesuatu apa adanya, sekalipun ada konsekuensinya,” ujar Barrera.
Pilihan tempat ia bercerita pun bukan kebetulan. Latino USA adalah podcast yang membidik pendengar Latin di Amerika Serikat, dan Hinojosa mengarahkan percakapan itu pada pengalaman komunitas yang merasa suaranya gampang dibungkam ketika menyentuh isu politik besar.
Dua Versi yang Tidak Bertemu
Sampai kini, dua penuturan itu berdiri sendiri-sendiri tanpa titik temu. Spyglass menilai unggahan Barrera sebagai ujaran kebencian; Barrera membacanya sebagai pembelaan atas hak asasi manusia. Keduanya berbicara tentang rangkaian unggahan yang sama, lalu sampai pada kesimpulan yang berlawanan, dan masing-masing bertahan pada versinya.
Menjelang akhir wawancara, Barrera berbicara tentang rasa keterhubungan lintas perjuangan yang membuatnya tidak bisa diam. “Meski detail perjuangannya berbeda, kurasa kita melihat diri kita di dalamnya,” ujarnya. Ia mengulangi posisi yang sama dengan yang ia sampaikan pada 2023, ketika unggahannya berbuah pemberhentian dari waralaba tersebut.





















