Bulan Sabit Merah Palestina Buka Rumah Sakit Lapangan Keenam di Gaza Utara

Ilustrasi deretan tenda darurat dari udara

Ilustrasi fasilitas tenda darurat. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Bulan Sabit Merah Palestina membuka rumah sakit lapangan di Gaza utara yang disiapkan melayani sekitar 500 ribu orang. Fasilitas itu menjadi rumah sakit lapangan keenam yang didirikan organisasi tersebut di Jalur Gaza.

Dikutip dari Anadolu, Senin (10/8/2026), acara peresmiannya digelar di markas Bulan Sabit Merah Palestina di Al-Bireh, Tepi Barat, dan dihadiri Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa.

“Pembukaan rumah sakit ini mewujudkan kehendak rakyat kami untuk tetap bertahan dan melanjutkan kehidupan,” kata Mustafa.

Ia menyebut peresmian itu berlangsung dengan dua perasaan sekaligus. “Momen ini memadukan luka dan harapan; luka atas keadaan yang menimpa rakyat kami di Gaza,” ujarnya.

Sembilan Puluh Persen Infrastruktur Rusak

Rumah sakit itu dibuka ketika layanan kesehatan di Gaza berada dalam kondisi paling buruk. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut rusak, termasuk rumah sakit dan fasilitas medis.

Masih mengutip Anadolu, serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023 menewaskan lebih dari 73 ribu warga Palestina dan melukai lebih dari 174 ribu orang.

Mustafa menegaskan kewajiban merawat korban tidak bergantung pada situasi politik. “Merawat orang sakit dan terluka adalah kewajiban kemanusiaan yang dijamin hukum internasional,” katanya.

Ambulans Tertahan di Perbatasan

Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan telah menyiapkan 57 ambulans untuk dikirim ke Gaza begitu pembatasan di perbatasan dicabut Israel. Sebanyak 35 unit ditempatkan di perbatasan Mesir dan 22 unit berada di Tepi Barat.

Organisasi itu juga menyebut gudang-gudangnya menyimpan obat-obatan dan perbekalan medis dalam jumlah besar yang menunggu izin masuk.

Presiden Bulan Sabit Merah Palestina Younis al-Khatib menyatakan pembukaan fasilitas tersebut merupakan langkah untuk memperkuat respons kesehatan di Gaza utara.

Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan perbekalan itu sudah dikemas dan tinggal menunggu jalur masuk dibuka. Ambulans yang ditempatkan di perbatasan Mesir merupakan kelompok terbesar di antara armada yang disiapkan.

Peresmian digelar di Tepi Barat, bukan di lokasi rumah sakitnya, karena akses ke Gaza tertutup bagi sebagian besar pejabat Palestina dan lembaga kemanusiaan.

Rumah Sakit Lapangan sebagai Penambal

Rumah sakit lapangan adalah fasilitas medis sementara yang bisa dibangun cepat dengan struktur ringan. Fasilitas semacam ini lazim dipakai di wilayah bencana dan konflik ketika rumah sakit permanen tidak lagi berfungsi.

Di Gaza, fasilitas seperti itu menjadi penambal utama setelah sebagian besar rumah sakit rujukan berhenti beroperasi atau hanya berjalan sebagian. Kapasitas rawat inap, ruang operasi, dan pasokan oksigen menjadi persoalan yang berulang.

Bulan Sabit Merah Palestina merupakan anggota Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Organisasi itu menjalankan layanan ambulans, rumah sakit, dan program kesehatan masyarakat di Tepi Barat serta Gaza.

Gaza utara termasuk kawasan yang paling awal dan paling lama terkena operasi militer, sehingga fasilitas kesehatannya lebih dulu berhenti berfungsi dibanding wilayah lain di Jalur Gaza.

Al-Bireh, lokasi peresmian, adalah kota di Tepi Barat tengah yang berbatasan langsung dengan Ramallah. Kantor pusat sejumlah lembaga Palestina berada di kawasan itu.

Belum ada keterangan dari otoritas Israel mengenai kapan pembatasan masuk ambulans dan perbekalan medis ke Gaza akan dilonggarkan.

Baca Juga

Ilustrasi petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri lengkap
WHO: Wabah Ebola di Kongo Sudah Menyebar Sejak Februari, Tiga Bulan Sebelum Diumumkan
Ilustrasi panorama Kota Tua Yerusalem
Ir Amim: Israel Percepat Tiga Proyek Permukiman Besar di Yerusalem Timur
Ilustrasi tim penyelamat menembus jalan yang terendam banjir
Hujan Sembilan Hari di Filipina Utara, 13 Orang Tewas dan Enam Hilang di Baguio
Ilustrasi prajurit berseragam tempur dalam latihan
Korea Selatan dan AS Gelar Ulchi Freedom Shield, 18.000 Tentara Dikerahkan
Ilustrasi tanah kering merekah akibat kekeringan
71,3 Persen Wilayah Inggris Kekeringan, 27 Juta Warga Kena Pembatasan Air
Ilustrasi perawat berjalan di koridor rumah sakit
Perang Iran Pukul Wisata Medis India, Pasien dari Teluk Anjlok hingga 60 Persen