Cekricek.id — Pemukim Israel menyerang kru ambulans Palestina di kawasan Bethlehem, Tepi Barat yang diduduki, pada Jumat (7/8/2026). Dua paramedis terluka dan kendaraan mereka rusak.
Mengutip Arab News, Minggu (9/8/2026), Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan kru tersebut sedang merespons serangan pemukim yang terjadi lebih dulu di Desa Abu Njeim, tenggara Bethlehem, ketika mereka sendiri menjadi sasaran.
Para penyerang memecahkan kaca ambulans dan menyemprotkan gas merica ke arah petugas medis. Keterangan itu disampaikan lembaga tersebut lewat pernyataan di media sosial.
Kedua paramedis terluka akibat pecahan kaca yang beterbangan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Ambulansnya tidak lagi dapat dioperasikan, kata Abdul Halim Jaafreh, Direktur layanan ambulans Bulan Sabit Merah di Bethlehem, kepada kantor berita Palestina WAFA.
Kekerasan Meluas di Desa Abu Njeim
Serangan terhadap ambulans itu merupakan bagian dari kekerasan yang lebih luas di desa tersebut. Sebelumnya, pemukim menembaki kendaraan warga dan melukai satu orang Palestina dengan peluru tajam, menurut seorang sumber keamanan Palestina kepada WAFA.
Seorang warga Palestina lain mengalami patah tangan setelah pemukim menyerang truknya di dekat perumahan mahasiswa di desa itu. Belakangan, para pemukim memblokir jalan utama menuju Abu Njeim dan menyerang regu pertahanan sipil.
Bulan Sabit Merah menegaskan stafnya sedang menjalankan kerja kemanusiaan ketika ambulans diserang, dan menekankan bahwa tenaga serta kendaraan medis dilindungi hukum humaniter internasional.
“Tim medis bukan sasaran,” demikian pernyataan lembaga tersebut.
Baca juga: Bulan Sabit Merah Ungkap Pembantaian Paramedis di Palestina
1.182 Warga Palestina Tewas di Tepi Barat
Kekerasan oleh pasukan dan pemukim Israel meningkat di seluruh Tepi Barat yang diduduki sejak perang di Gaza pecah pada 7 Oktober 2023.
Angka resmi Palestina menyebut sedikitnya 1.182 warga Palestina tewas, sekitar 13.000 orang terluka, dan hampir 25.000 orang ditangkap sepanjang periode tersebut.
Tenaga kesehatan termasuk yang paling terdampak. Organisasi Kesehatan Dunia mendokumentasikan 233 serangan terhadap layanan kesehatan di Tepi Barat sepanjang 2025. Rinciannya mencakup 142 insiden penggunaan kekerasan terhadap layanan kesehatan, 196 kasus penghalangan layanan, serta 44 penangkapan atau penahanan tenaga kesehatan maupun pasien.
Dari rangkaian insiden itu, 13 tenaga kesehatan tewas dan 52 lainnya terluka.
Baca juga: Pasukan Israel Tembak Mati 11 Warga Palestina yang Menunggu Truk Bantuan Pangan
Tekanan serupa terhadap layanan kesehatan juga berlangsung di Gaza, tempat Dinas Kesehatan setempat menyerukan penyelamatan seorang dokter yang ditahan.





















