Cekricek.id — Tim peneliti dari Universidad de Costa Rica bersama sejumlah lembaga di Amerika Serikat menemukan spesies karang laut dalam yang begitu berbeda secara genetik dari kerabat terdekatnya sehingga para ilmuwan terpaksa membuatkan famili taksonomi baru untuknya. Karang berwarna kuning terang menyerupai pohon itu ditemukan tumbuh di antara bintang laut rapuh pada kedalaman 360 hingga 529 meter di gunung bawah laut Las Gemelas II, lepas pantai Pasifik Kosta Rika.
Temuan itu dipaparkan Odalisca Breedy, peneliti Universidad de Costa Rica, bersama Cathy McFadden, Catalina Murillo, dan Andrea Quattrini lewat artikel A coral among stars: A new octocoral family (Anthozoa, Octocorallia, Malacalcyonacea) from seamounts in the tropical eastern Pacific dalam jurnal ZooKeys pada 2026.
Ditemukan Sejak 2019, Baru Terbukti Spesies dan Famili Baru
Breedy pertama kali melihat koloni karang itu bertahun-tahun sebelum statusnya sebagai famili baru terkonfirmasi lewat analisis genetik. “Saya melihat taman oktokoral itu untuk pertama kalinya pada 2019 dan saya terkesan dengan keindahan lanskapnya,” kata Breedy.
Spesimen itu dikoleksi memakai wahana selam nirawak (ROV) SuBastian dalam ekspedisi ke gunung-gunung bawah laut di lepas pantai Pasifik Kosta Rika. Tim menyekuensing tiga gen yang lazim dipakai untuk klasifikasi karang, lalu memperdalamnya dengan analisis filogenomik yang memeriksa ratusan gen sekaligus untuk memastikan posisi taksonominya.
Nama Terinspirasi dari Bahasa Elvish Tolkien
Hasil analisis itu menunjukkan spesies tersebut tidak hanya baru sebagai spesies, tetapi juga cukup berbeda untuk dijadikan genus sekaligus famili baru bernama Laurinque elenya. Nama genusnya, Laurinque, meminjam istilah bahasa Quenya ciptaan J.R.R. Tolkien untuk “pohon emas”, merujuk pada bentuk karang yang menjulang seperti pohon dan warnanya yang kuning keemasan, sementara elenya berarti “seperti bintang”, mengacu pada pola percabangan polipnya yang menyerupai gugusan bintang.
Menambah Daftar Biodiversitas Gunung Bawah Laut yang Masih Minim Diteliti
Gunung-gunung bawah laut di lepas pantai Kosta Rika dikenal sebagai salah satu titik keanekaragaman hayati laut dalam yang masih jarang dijelajahi manusia. Topografinya yang menjulang dari dasar samudra menciptakan arus yang membawa nutrisi ke permukaan gunung, sehingga menopang komunitas karang, bintang laut, dan spons yang padat meski berada jauh dari jangkauan cahaya matahari.
Penemuan famili karang baru ini menambah bukti bahwa kawasan tersebut masih menyimpan banyak spesies yang belum tercatat ilmu pengetahuan. Tim peneliti menyebut studi lanjutan masih diperlukan untuk memetakan sebaran Laurinque elenya dan menilai kerentanannya terhadap gangguan seperti penangkapan ikan dasar laut dan perubahan suhu laut dalam.
Baca juga: Peneliti Universitas Brawijaya Deskripsikan Spesies Kumbang Baru dari Hutan Kagoshima
Baca juga: Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Perairan Sisilia

















