Dinosaurus Bisa Jadi Raksasa, Tapi Kenapa Tak Pernah Mungil?

Kerangka dinosaurus dipajang di ruang pameran museum

Ilustrasi kerangka dinosaurus di museum. Dinosaurus non-unggas terkecil yang diketahui berbobot sekitar 450 gram. [Foto: Pexels/TheShutterVision]

Cekricek.id — Dinosaurus selalu dikenang lewat ukuran raksasanya. Tyrannosaurus rex adalah pemangsa yang menggetarkan, dan Apatosaurus tumbuh melampaui 80 ton. Sebuah studi baru justru menoleh ke ujung sebaliknya dan menemukan teka-teki yang tak kalah menarik: mengapa dinosaurus tampaknya tidak pernah berevolusi menjadi sangat kecil?

Dikutip dari ScienceDaily, Minggu (9/8/2026), peneliti dari American Museum of Natural History dan Princeton University memakai model matematika untuk menelusuri cara ukuran tubuh berevolusi pada hewan bertulang belakang. Model itu sanggup menjelaskan rentang ukuran mamalia, burung, dan kura-kura lewat pemakaian energi serta fisiologi, tetapi buntu pada dinosaurus: bahkan jenis terkecil di luar garis keturunan burung tetap tergolong besar.

Temuan itu dipaparkan Stephanie C. Lechki, peneliti pascadoktoral di Princeton University, bersama Roger B. J. Benson yang menjabat Macaulay Curator of Dinosaur Paleobiology di American Museum of Natural History, lewat artikel The explanatory power of energetic fitness models across living amniotes and extinct non-avian dinosaurs dalam jurnal Evolution bernomor artikel qpag117, terbit daring pada 5 Agustus 2026.

Batas Bawah yang Tidak Pernah Ditembus

Jurang antara dinosaurus dan hewan masa kini terasa ekstrem. Dinosaurus terbesar melampaui 80 ton, sedangkan yang terkecil di luar garis burung berbobot sekitar 450 gram, kurang lebih sebesar kelinci besar. Bobot itu lebih dari 200 kali lipat kolibri lebah, burung terkecil dunia, yang hanya 1,75 gram. Mamalia terkecil, tikus kesturi Etruria, berbobot 1,8 gram, dan tokek kerdil cuma 0,15 gram.

Hewan mungil pula yang mendominasi alam sekarang. Sekitar 75 persen spesies mamalia dan 90 persen spesies burung yang hidup kini lebih kecil daripada dinosaurus non-burung terkecil yang pernah ditemukan.

“Hewan kecil mendominasi ekosistem modern. Kalau kita ingin memahami bagaimana keanekaragaman hayati hari ini terbentuk, kita perlu tahu mengapa dinosaurus mungil seolah tidak pernah ada,” kata Lechki.

Bukan Sekadar Fosil yang Belum Ketemu

Penjelasan paling gampang tentu saja bahwa dinosaurus mungil pernah ada, hanya belum ditemukan. Hewan bertubuh kecil memang sulit terekam karena tulangnya rapuh dan jarang bertahan melewati fosilisasi. Benson dan Lechki menilai alasan itu tidak cocok dengan bukti yang tersedia. Situs fosil yang memuat dinosaurus umumnya juga mengawetkan hewan jauh lebih kecil, dari mamalia, kadal, amfibi, sampai vertebrata lain. Seandainya dinosaurus sebesar tikus tersebar luas, sebagian fosilnya semestinya ikut muncul di sana.

Baca juga: Anjing Purba 30 Juta Tahun Ternyata Bukan Pelari

Mamalia Purba Diduga Menutup Jalan

Model itu mereproduksi pola ukuran mamalia, burung, dan kura-kura, tetapi kurang berhasil pada ular, kadal, dan buaya. Pada dinosaurus kegagalannya paling telanjang. Meski peneliti mencoba beragam kondisi fisiologis, model tetap tidak bisa menjelaskan mengapa mayoritas dinosaurus non-burung jauh lebih besar daripada perkiraan. Keduanya lalu menduga tekanan ekologis, dari persaingan, pemangsaan, sampai akses ke relung hidup, yang menentukan seberapa kecil dinosaurus boleh menjadi.

“Semua orang menyukai dinosaurus raksasa. Tapi kami memutuskan melihat ujung yang lain. Kita sudah tahu dinosaurus mencegah mamalia berevolusi menjadi besar sebelum kepunahan massal akhir Kapur. Di sini kami menduga mamalia sebaliknya mencegah dinosaurus berevolusi menjadi kecil,” ujar Benson.

Burung Lolos Berkat Kemampuan Terbang

Burung berasal dari dinosaurus, tetapi burung modern sanggup jauh lebih kecil daripada dinosaurus non-burung mana pun. Tak lama setelah burung pertama muncul pada Kapur Awal, ukuran tubuh mereka menyusut melewati batas yang tak pernah dicapai kelompok dinosaurus lain, dan fisiologi saja tidak sanggup menjelaskannya.

“Kemampuan terbang mungkin membuka cara hidup yang sama sekali baru. Begitu burung memasuki relung ekologi baru itu, mereka bebas mengembangkan ukuran tubuh yang sebelumnya mustahil bagi dinosaurus lain,” tutur Lechki.

Baca juga: Pemindaian Laser Ungkap 20.000 Bangunan Tanah di Amazon

Dugaan tentang tekanan ekologis itu sendiri belum terbukti dan masih menunggu riset lanjutan yang mampu memilah kekuatan mana yang menyeleksi ukuran tubuh tertentu sekaligus menyingkirkan yang lain.

Baca Juga

Segelas susu sapi segar di atas kain putih
Tiga Sajian Susu Penuh Lemak Sehari Tak Menambah Berat Badan
Daun ganja hijau difoto dari jarak dekat
Pengguna Ganja Rutin Bangun dengan Kadar Kortisol Lebih Tinggi
Peneliti menangani gelas kimia berisi sampel air di laboratorium
Bakteri Kunci Uranium Beracun di Air Tambang Jadi Senyawa Stabil
Seorang perempuan tidur berbaring di atas bantal putih
Mikroglia, Bukan Plak, yang Merampas Tidur Penderita Alzheimer
Peneliti berjas laboratorium mengamati sampel lewat mikroskop
Fruktosa Longgarkan Rekatan Sel Kanker dan Bantu Penyebarannya
Beragam sayuran segar berwarna-warni tertata di lapak pasar
Ragam Sayuran Dunia Menyusut, Gizi Manusia Ikut Terancam