Anjing Purba 30 Juta Tahun Ternyata Bukan Pelari

Ilustrasi hewan mirip anjing bertubuh gempal berbulu cokelat berjalan di padang rumput kering berlatar perbukitan

Ilustrasi Mesocyon coryphaeus, anggota awal keluarga anjing yang hidup sekitar 30 juta tahun lalu di Amerika Utara. [Foto: Ilustrasi/Canva]

Cekricek.id — Anjing modern dibangun untuk berlari jauh. Serigala, misalnya, sanggup berlari kecil bermil-mil berkat kaki panjang dan sendi yang lentur. Anggota paling awal keluarga anjing ternyata sangat berbeda.

Sebuah kerangka yang baru diteliti dari Oregon, Amerika Serikat, berasal dari Mesocyon coryphaeus — hewan seukuran koyote yang hidup sekitar 30 juta tahun lalu. Kakinya pendek, tulangnya berat, dan perawakannya lebih menyerupai wolverine daripada anjing mana pun yang hidup sekarang.

Hasil kajian itu dipaparkan Anne Kort dari University of Michigan lewat artikel Postcrania and locomotor function of Mesocyon coryphaeus (Canidae, Carnivora) from the Arikareean of North America dalam jurnal Journal of Paleontology pada 2026.

Mengutip Earth.com, Minggu (9/8/2026), spesies ini dinamai E. D. Cope pada 1879. Selama hampir 150 tahun sesudahnya, hewan tersebut hanya dikenal dari tengkorak dan gigi.

Lima Ratus Jam Membebaskan Fosil dari Batu

Staf John Day Fossil Beds National Monument menemukan fosil itu pada akhir 1980-an di Oregon bagian timur, di lahan publik yang dikelola Bureau of Land Management. Anne Kort kemudian mendeskripsikan kerangkanya, yang membutuhkan lebih dari 500 jam kerja untuk dilepaskan dari batuan induknya.

“Ini proyek paling ajaib dan menyenangkan yang tinggal diserahkan begitu saja di atas nampan perak,” kata Kort.

Pada mulanya staf salah mengira hewan ini sesuatu yang lain. “Awalnya mereka mengira itu oreodont, yang suka kami sebut domba-unta-babi,” ujarnya.

Kerangka tersebut luar biasa lengkap untuk usianya. Di antara kedua tulang pahanya bahkan terawetkan bakulum atau tulang penis, yang memastikan hewan itu berkelamin jantan.

Fosil itu juga memiliki pertumbuhan tulang kecil di pergelangan yang disebut osteokondroma. Sekitar 60 persen fosil anjing tertua memiliki pertumbuhan bawaan yang sama.

“Ini kaitan turun-temurun langsung yang sangat menarik, yang biasanya tidak kami temukan. Ini satu garis bukti tambahan, dan memberi gambaran betapa hebatnya fosil ini,” kata Kort.

Baca juga: Hewan Kecil Ini Diduga Nenek Moyang Sapi, Rusa, dan Babi

Bertumpu pada Telapak Penuh

Kort membandingkan fosil itu dengan perawakan anjing modern yang dirancang untuk berlari. “Jawabannya cukup pasti tidak. Mesocyon juga punya tulang yang secara umum lebih kekar. Ia lebih pendek dan lebih gempal,” katanya.

Hewan itu setinggi sekitar 40 sentimeter di bahu dan sepanjang kira-kira 80 sentimeter dari moncong sampai pangkal ekor. Kort memperkirakan bobotnya 14 sampai 15 kilogram.

Ia berjalan lebih bertumpu pada telapak penuh, berbeda dari anjing masa kini yang bertumpu pada jari. Seluruh kerangkanya mencerminkan rancangan tubuh yang lebih tua, dari masa sebelum berlari menjadi keahlian keluarga anjing.

Pemburu Penyergap, Bukan Pengejar

Tanpa kaki seorang pelari, Mesocyon kemungkinan besar berburu dengan menyergap. Ia menunggu dalam persembunyian lalu menyerang dalam ledakan singkat — lebih mirip kucing daripada anjing.

Siku yang dapat berputar dan bahu yang kuat memungkinkannya mencengkeram dan menahan mangsa. Lehernya tidak memiliki lengkung dalam yang dipakai kucing dan anjing kemudian untuk menaklukkan mangsa besar, sehingga ia lebih cocok menangkap mangsa kecil yang gesit.

Punggung bawahnya yang panjang dan lentur membantunya memacu kecepatan dalam jarak pendek. Kaki depan yang sama juga cukup lentur untuk sesekali memanjat dengan canggung, meski sebagian besar waktunya ia habiskan di tanah dengan langkah rendah dan santai.

Dunia tempat Mesocyon hidup lebih sejuk dan kering daripada hutan lebat pada masa sebelumnya. Iklimnya berayun antara hutan yang lebih basah dan semak belukar yang lebih kering selama ribuan tahun. Pada masa berhutan, pohon rata-rata setinggi 14 meter; pada masa semak, sekitar tiga meter. Keduanya menyediakan cukup penutup bagi pemangsa yang bersembunyi.

Pemburu yang lebih besar berbagi lanskap yang sama, termasuk Nimravus yang mirip kucing. Pemangsa besar itu mengincar kuda dan mangsa berukuran besar lain, menyisakan hewan-hewan kecil untuk Mesocyon — tikus, kerabat kelinci, dan hypertragulid, ruminansia hutan kecil yang mirip kancil masa kini.

Garis Keturunan yang Punah Seluruhnya

Keluarga anjing baru dikenal sebagai pelari jauh belakangan. Sepanjang 15 juta tahun terakhir, seiring meluasnya padang rumput, banyak garis keturunan anjing menumbuhkan kaki yang lebih panjang dan sendi yang lebih mantap.

Mesocyon termasuk kelompok spesies paling awal dalam keluarga itu, jauh sebelum perubahan tersebut. Ia tumbuh lebih besar daripada leluhurnya yang mungil, Hesperocyon, tetapi kakinya tetap pendek.

Mesocyon dan kerabat dekatnya punah sekitar 21 juta tahun lalu. Mereka kemungkinan kalah bersaing dengan borophagine pemecah tulang, kelompok anjing lain, bukan karena perubahan iklim.

“Fosil ini bukan paman buyut dari anjing kita sekarang, karena seluruh garis keturunan ini punah sepenuhnya. Dan bersama kepunahan itu, kita kehilangan satu jenis ekologi anjing yang tidak lagi kita lihat,” kata Kort.

Baca juga: Mengungkap Kehebatan Bustingorrytitan shiva, Dinosaurus Raksasa 'Sang Penghancur'

Temuan semacam ini terus memperbarui pemahaman tentang jalur evolusi makhluk hidup, sebagaimana misteri evolusi pohon baobab yang baru terungkap.

Tag:

Baca Juga

Sebuah rahang tanpa dagu dari Tiongkok Timur menunjukkan fitur kuno dan modern, menimbulkan spekulasi tentang cabang baru dalam evolusi manusia.
Misteri Fosil Tiongkok, Diduga Spesies Baru Manusia
Para ilmuwan menemukan tengkorak predator raksasa yang hidup 40 juta tahun sebelum dinosaurus di Brasil, mengungkap misteri zaman prasejarah.
Penemuan Fosil Predator Raksasa Sebelum Era Dinosaurus di Brasil
Monster Fosil Tiga Mata: Penemuan 520 Juta Tahun Lalu Ungkap Evolusi Hewan Purba
Monster Fosil Tiga Mata: Penemuan 520 Juta Tahun Lalu Ungkap Evolusi Hewan Purba
Penemuan Fosil Kera Berusia 8,7 Juta Tahun di Turki: Menggugat Asal Usul Manusia
Penemuan Fosil Kera Berusia 8,7 Juta Tahun di Turki: Menggugat Asal Usul Manusia
Penemuan Heboh: Fosil Makhluk Laut Purba Zaman Jurassic Ditemukan di Texas
Penemuan Heboh: Fosil Makhluk Laut Purba Zaman Jurassic Ditemukan di Texas
Cekricek.id, Objek Wisata - Ada sejumlah ahli yang menyebut jika Megalodon punah karena hiu putih, benarkah kenyataannya demikian?
Benarkah Megalodon Punah Karena Hiu Putih?