Cekricek.id — Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan visi menjadikan India negara maju pada 2047, saat berpidato dalam peringatan ke-80 Hari Kemerdekaan India di Benteng Merah (Red Fort), New Delhi, Sabtu (15/8/2026). Ini merupakan pidato kemerdekaan ke-13 Modi secara berturut-turut dari lokasi bersejarah tersebut.
Mengutip transkrip pidato yang dimuat Singju Post, Sabtu (15/8/2026), Modi menautkan cita-cita itu dengan peringatan 100 tahun kemerdekaan India. Dalam pidato yang teksnya tersedia dalam bahasa Inggris ia mengatakan, “when we mark 100 years of independence, in 2047, we will be a developed India.”
Sapt Dhara dan Kemandirian
Modi memaparkan kerangka pembangunan yang ia sebut Sapt Dhara atau tujuh aliran, mencakup manufaktur, pertanian, teknologi dan inovasi, konektivitas infrastruktur, pertahanan, ekonomi hijau dan biru, serta kekuatan diplomasi budaya. Ketujuh bidang itu ia posisikan sebagai jalur utama menuju target satu abad kemerdekaan.
Modi, yang memimpin India sejak Mei 2014, menyoroti capaian pembangunan selama 12 tahun terakhir sebagai fondasi menuju status negara maju. Visi ‘Viksit Bharat’ atau India Maju menjadi tema sentral pemerintahannya dalam beberapa tahun terakhir dan kembali ia tegaskan dalam pidato kali ini. Ia menekankan penguatan sektor manufaktur dalam negeri. “From design to manufacturing, India has to become a reliable center of the global supply chain,” ujarnya. Ia juga menyebut semangat perubahan sebagai keyakinan, bukan paksaan — “Reform is not a compulsion for us — reform is a conviction,” kata Modi sebagaimana termuat dalam transkrip berbahasa Inggris itu.
Baca juga: AS Kenakan Tarif hingga 100 Persen bagi Drone Impor, Uni Eropa Dibatasi 15 Persen
Fokus Teknologi, Energi, dan Pertahanan
Salah satu janji utama Modi adalah pelatihan keterampilan kecerdasan buatan bagi 10 juta anak muda. “we will work to train 10 million youth in AI skills,” ujarnya. Ia juga mengumumkan Innovation Fund senilai 1 lakh crore rupee India atau sekitar Rp190 triliun (kurs perkiraan), serta rencana menambah lima hingga delapan pabrik semikonduktor dalam beberapa tahun mendatang untuk memperkuat industri cip dalam negeri.
Di sektor energi, Modi menargetkan kapasitas pembangkit listrik tenaga nuklir mencapai 100 gigawatt pada 2047, dengan lima reaktor baru direncanakan beroperasi dalam satu dekade ke depan. Ia menyebut India telah mencapai 160 gigawatt kapasitas tenaga surya dan memasang panel surya di sekitar 5 juta rumah melalui program PM Surya Ghar. Untuk pertahanan, ia menekankan kemandirian teknologi. “India cannot remain a market for the world. We must become self-reliant in defense by developing next-generation defense technology,” tegasnya.
Perempuan, Pendidikan, dan Elemen Baru Upacara
Modi turut menyinggung penguatan peran perempuan lewat Nari Shakti Vandan Act yang menargetkan keterwakilan perempuan 33 persen di lembaga legislatif. Program Lakhpati Didi, yang menyasar perempuan wirausaha berpenghasilan tinggi, ditargetkan diperluas menjadi 60 juta penerima manfaat. Ia juga mengeklaim lebih dari 650 universitas baru berdiri dalam 12 tahun terakhir dan sekitar 2,5 lakh atau 250.000 usaha rintisan kini terdaftar di seluruh negeri.
Di sektor pertanian, Modi membanggakan kekayaan hasil bumi India. “Whether it is our traditional food, our millets, our spices, or our fruits and flowers — is there anything we don’t have?” ujarnya. Ia juga menyoroti perluasan akses pendidikan tinggi dan kedokteran dibanding kondisi sebelum 2014 sebagai bagian dari upaya menyiapkan tenaga terampil menuju status negara maju.
Baca juga: Kasus Ebola Kongo Tembus 4.665, Africa CDC Desak Vaksinasi Segera
Modi menempatkan generasi muda sebagai motor utama. “The youth have a very big role in the journey of a developed India, and they are also its biggest beneficiaries,” katanya. Ia juga menyinggung program eksplorasi laut dalam Samudra Manthan dengan alokasi 85.000 crore rupee India atau sekitar Rp161 triliun (kurs perkiraan).
Baca juga: Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, 47 Tewas dan 2.000 Warga Mengungsi
Upacara tahun ini menampilkan sejumlah elemen baru, di antaranya penyanyian lagu Vande Mataram dalam format khusus, dentuman salvo 21 kali, dan penerjemahan pidato berbasis kecerdasan buatan agar dapat diikuti dalam beragam bahasa. Peringatan berlangsung di kompleks Benteng Merah yang menjadi lokasi tradisional pidato kemerdekaan India sejak 1947. Modi menutup pidatonya dengan seruan agar seluruh warga bekerja bersama mewujudkan target pembangunan menjelang satu abad kemerdekaan.

















