Cekricek.id — Kepolisian Kota Hanoi, Vietnam, menerjunkan pesawat nirawak atau drone untuk memantau pelanggaran lalu lintas dan mengurai kemacetan di sejumlah titik padat. Rekaman gambar dan video dari udara dikirim langsung ke pusat komando, terutama pada jam-jam sibuk.
Dikutip dari VietnamPlus, Minggu (16/8/2026), uji coba awalnya berlangsung di wilayah Hoan Kiem dan Tay Ho, lalu diperluas ke Ring Road 1 dan Ring Road 3. Di jalan layang Ring Road 3, drone dioperasikan saat arus kendaraan memuncak dengan transmisi rekaman secara langsung ke ruang kendali, sehingga petugas dapat memantau titik-titik rawan macet secara waktu nyata.
Enam Jenis Pelanggaran Terpantau
Menurut laporan itu, drone mampu mengenali enam jenis pelanggaran, mulai dari parkir liar, pedagang kaki lima yang menutup jalan, balapan liar, kebut-kebutan, membawa senjata, hingga menerobos lajur darurat dan berpindah lajur secara sembarangan. Data dari udara kemudian dicocokkan dengan rekaman kamera berbasis kecerdasan buatan dan laporan warga sebelum ditindaklanjuti.
Mayor Nguyen Ngoc Tu dari Tim Polisi Lalu Lintas Nomor 7 menyebut rekaman udara memudahkan penegakan aturan. Dalam pernyataan berbahasa Inggris ia mengatakan, “Clear images and video clips recorded by UAVs help drivers better understand and acknowledge their violations when shown by officers.” Menurutnya, bukti visual yang jelas membuat pengemudi lebih mudah menerima ketika ditunjukkan pelanggarannya.
Baca juga: AS Kenakan Tarif hingga 100 Persen bagi Drone Impor, Uni Eropa Dibatasi 15 Persen
Hasil Sepekan Uji Coba
Sepanjang 3 hingga 9 Agustus 2026, drone mencatat 60 pelanggaran ketertiban di sepanjang Ring Road 1. Sebanyak empat kasus di antaranya sudah dikenai denda masing-masing 2,7 juta dong Vietnam atau sekitar Rp1,7 juta (kurs perkiraan), sedangkan 56 kasus lain masih dalam proses verifikasi. Secara keseluruhan, otoritas menangani 510 pelanggaran melalui pemantauan udara pada periode tersebut.
Bila digabung dengan kamera berbasis kecerdasan buatan dan laporan masyarakat, total pelanggaran yang tercatat pada periode yang sama mencapai 2.076 kasus. Dari jumlah itu, 178 kasus berasal dari kamera AI dan 1.898 kasus dari laporan warga. Kombinasi tiga sumber data itu dinilai memperluas jangkauan pengawasan tanpa harus menambah banyak personel di lapangan.
Bagian dari Digitalisasi Kepolisian
Langkah ini melengkapi jaringan pemantauan lalu lintas Hanoi yang sudah mengandalkan kamera pintar dan pusat kendali terpadu. Pada Sabtu (15/8/2026), sebagaimana dilaporkan VietnamPlus, kepolisian juga meluncurkan uji coba kios “Smart police station” di 89 Jalan Dinh Tien Hoang dekat Danau Hoan Kiem. Kios itu menawarkan lima fungsi, yakni pelaporan kejahatan, panggilan darurat SOS, peringatan kejahatan, pencarian kantor polisi dan layanan administrasi terdekat, serta tanya jawab hukum, dengan dukungan multibahasa bagi warga maupun turis asing.
Wakil Direktur C06 Mayor Jenderal Nguyen Manh Hung menyebut manfaat kios itu tidak berhenti pada satu kanal komunikasi baru. Ia menyatakan bahwa “the value of the ‘Smart police station’ extends beyond simply providing an additional communication channel for the public,” dan menyebut sistem itu dirancang untuk menciptakan proses layanan yang menyeluruh dari awal hingga akhir. Kios memakai teknologi pengenalan suara untuk memandu pelapor dan langsung mencatat laporan ke sistem Kementerian Keamanan Publik.
Baca juga: Jet Spanyol Tembak Jatuh Drone di Langit Romania, NATO Duga Milik Rusia
Uji coba drone di Hanoi berjalan sejak awal Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Agustus 2026, sebelum dievaluasi Kementerian Keamanan Publik pada September. Pesawat nirawak yang dipakai diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Vietnam MiSmart JSC dan Gtel Robot JSC, sehingga fiturnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Direktur Kepolisian Kota, Letnan Jenderal Nguyen Thanh Tung, memimpin uji coba itu “in line with instructions from the Ministry of Public Security to advance the application of science and technology in public security operations.”
Program itu juga menguji kestabilan drone dalam berbagai kondisi, mulai dari angin kencang, area perairan terbuka, hingga lingkungan kota yang padat, sambil mengirim video langsung ke pusat komando dan petugas di lapangan untuk mempercepat waktu respons dan memperbaiki koordinasi.
Baca juga: Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, 47 Tewas dan 2.000 Warga Mengungsi
Kepolisian Hanoi menyebut program drone maupun kios pintar masih berstatus uji coba dan akan dievaluasi sebelum diperluas. Belum ada keterangan resmi mengenai jadwal penerapan penuh di seluruh kota maupun jumlah armada drone yang akan dioperasikan ke depan.

















