- UGM menanggung uang kuliah semester gasal 48 mahasiswa asal NTT
- Setiap penerima mendapat uang saku Rp500.000 per bulan selama tiga bulan
- Bantuan dilengkapi kupon makan untuk kebutuhan harian
Cekricek.id — Gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) merusak rumah, dan bagi mahasiswa perantau akibatnya menjalar sampai ke Yogyakarta: kiriman dari kampung terhenti. Universitas Gadjah Mada (UGM) menanggung uang kuliah tunggal semester gasal 2026/2027 bagi 48 mahasiswanya yang berasal dari daerah terdampak.
Bantuan itu tidak berhenti pada biaya kuliah. Setiap penerima memperoleh uang saku Rp500.000 per bulan untuk Agustus sampai Oktober, disertai kupon makan. Penerimanya berasal dari jenjang sarjana, magister, dan doktor, dengan mahasiswa magister sebagai kelompok terbanyak.
Susunan bantuan tersebut menunjukkan cara kampus membaca persoalannya. Uang kuliah adalah tagihan besar yang datang sekali, sedangkan makan dan ongkos harian adalah kebutuhan yang datang setiap hari. Mahasiswa yang keluarganya kehilangan penghasilan biasanya lebih dulu tersandung pada yang kedua.
Tiga Bulan Penyangga
Wakil Rektor UGM Dr. Arie Sujito menyampaikan langsung bantuan itu kepada para mahasiswa.
“Saya prihatin atas situasi ini. Tapi, saya juga berharap upaya saudara-saudara untuk bangkit lebih besar,” kata Arie, Kamis (1/10/2026), sebagaimana dimuat dalam keterangan tertulis UGM sehari kemudian.
Uang saku yang diberikan mencakup tiga bulan. Jangka itu menjadi penyangga selama keluarga di kampung halaman menata kembali rumah dan mata pencaharian, sementara pembebasan uang kuliah berlaku untuk satu semester.
Baca juga: Alumni UIN Bandung Salurkan Rp41,4 Juta ke Korban Gempa NTT
Baca juga: Kursi Kuliah Negeri Tak Terisi Penuh, DPR Minta Data Daftar Ulang
Baca juga: Sensor Gempa Bawah Air Buatan UGM Diuji di Kedalaman 30 Meter















