Kursi Kuliah Negeri Tak Terisi Penuh, DPR Minta Data Daftar Ulang

A A

Suasana rapat evaluasi penerimaan mahasiswa baru Komisi X DPR di Universitas Airlangga. [Foto: UNAIR]

  • Pendaftar seleksi berbasis tes tahun ini mencapai 871.496 orang
  • Komisi X DPR menyoroti kursi kampus negeri yang tidak terisi
  • Angka partisipasi kasar pendidikan tinggi 2025 baru 32,89 persen

Cekricek.id — Sebanyak 871.496 orang mendaftar seleksi berbasis tes masuk perguruan tinggi negeri tahun ini, tetapi sebagian kursi yang disediakan kampus negeri tetap kosong. Kejanggalan itu menjadi salah satu temuan yang dibawa Komisi X DPR ketika mengevaluasi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2026 di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Jumat (2/10/2026).

Panitia kerja komisi tersebut mencatat tiga persoalan: pelaksanaan seleksi mandiri, daya tampung yang tidak terisi, dan akibatnya bagi perguruan tinggi swasta yang berebut calon mahasiswa dari kolam yang sama.

“Di sinilah menurut kami letak persoalan strategisnya. Kita tidak boleh membangun kebijakan SPMB hanya dari perspektif perguruan tinggi saja, dan tidak pula hanya dari perspektif calon mahasiswa. Keduanya harus dipertemukan dalam satu ekosistem yang sehat,” kata Ketua Komisi X DPR Dr H Agung Widyantoro SH MSi, dikutip dari keterangan tertulis UNAIR.

Yang Diminta Angka, Bukan Kesan

Agung tidak meminta penjelasan umum. Ia merinci data yang menurutnya harus tersedia sebelum aturan penerimaan diubah.

“Karena itu, evaluasi SPMB harus berbicara secara konkret. Berapa daya tampung yang tersedia dan terisi, berapa yang benar-benar melakukan daftar ulang, bagaimana pola penerimaannya, pembiayaannya, dan apa dampaknya terhadap PTN maupun PTS,” ujarnya.

Selisih antara jumlah yang diterima dan jumlah yang mendaftar ulang penting karena di sanalah kursi hilang. Calon mahasiswa yang lolos di beberapa jalur hanya mengambil satu tempat, dan sisanya tidak selalu sempat ditawarkan kepada orang lain.

Latar belakangnya adalah angka partisipasi kasar pendidikan tinggi yang pada 2025 baru 32,89 persen. Artinya, kira-kira hanya satu dari tiga penduduk usia kuliah yang benar-benar kuliah. Jawa Timur berada sedikit di bawah angka nasional itu, yakni 32,40 persen.

Baca juga: Kuliah Gratis PTN Ditaksir Butuh Anggaran Rp93,74 Triliun

Baca juga: Kredensial Mikro Bisa Diakui Setara 70 Persen SKS Sarjana

Baca juga: Badan Gambut dan Mangrove Nasional Diusulkan Lewat Naskah Akademisi

Bagikan

Baca Juga

Kecanduan Ponsel Mahasiswa Bangladesh, 54 Persen Berisiko Tinggi
Indonesia Teratas dari 22 Negara dalam Ukuran Hidup Sejahtera
Hidrogen Hijau Indonesia Butuh Sistem Perawatan Elektroliser Baru
Kurikulum Adaptif UGM Buka Jalur Second Major dan Fast Track
Talenta AI Indonesia Dituntut Mampu Mengevaluasi Keluaran Mesin
Pungutan Liar Hambat UMKM, Pakar UGM Tuntut Transparansi