Jet Spanyol Tembak Jatuh Drone di Langit Romania, NATO Duga Milik Rusia

Pesawat tempur melintas di udara

Ilustrasi pesawat tempur melintas di udara. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Sebuah jet tempur F-18 Spanyol yang bertugas dalam misi patroli udara NATO menembak jatuh pesawat nirawak yang menerobos wilayah udara Romania dari arah Republik Moldova, Minggu (16/8/2026) dini hari. Markas militer NATO menyatakan drone tersebut tampaknya milik Rusia, meski penyelidikan masih berjalan.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan Nasional Romania, mapn.ro, Minggu (16/8/2026), sistem pengawasan kementerian mendeteksi target udara memasuki wilayah udara nasional pada pukul 04.44 waktu setempat, sekitar 24 kilometer di utara Kota Galați. Dua jet F-18 milik Angkatan Udara dan Antariksa Spanyol yang sudah lebih dulu diterbangkan secara preventif langsung menjalin kontak radar dan menerima izin untuk melumpuhkan sasaran.

Kedua pesawat itu berpangkalan di Pangkalan Udara 57 Mihail Kogălniceanu di pesisir Laut Hitam. Drone dihancurkan pada pukul 05.01. Titik jatuhnya diperkirakan berada di antara Desa Băleni dan Cudalbi, Kabupaten Galați, di kawasan tak berpenduduk. Peringatan bahaya udara untuk Kabupaten Galați dicabut pada pukul 05.20. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.

Menteri Pertahanan Romania Sebut Sekutu Berdiri Bersama

Menteri Pertahanan Nasional Romania, Radu Miruță, menyampaikan keterangan beberapa jam setelah operasi tersebut. Ia memuji para penerbang Spanyol dan personel Romania di pusat komando yang menangani insiden itu.

“România își apără spațiul aerian, iar aliații noștri sunt alături de noi,” kata Miruță. Kalimat berbahasa Rumania itu berarti Romania sedang mempertahankan wilayah udaranya dan para sekutunya berdiri bersama Romania.

Baca juga: Inggris Larang Barbeku Sekali Pakai dan Kerahkan Militer

Ia melanjutkan dengan menyebut tiga hal yang disebutnya jaminan nyata keamanan negaranya. “Vigilență, reacție rapidă și solidaritate aliată, acestea sunt garanțiile concrete ale securității noastre,” ujarnya, dikutip dari portal Rumania cursdeguvernare.ro, Minggu (16/8/2026). Kalimat itu bermakna kewaspadaan, reaksi cepat, dan solidaritas aliansi merupakan jaminan konkret keamanan Romania. Miruță menutup pernyataannya dengan menegaskan negaranya berada di garis depan pertahanan Uni Eropa.

NATO: Drone Itu Tampaknya Buatan Rusia

Markas militer NATO menyatakan asal-usul pesawat nirawak tersebut masih ditelusuri. Juru bicara markas militer NATO, Kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat Martin O’Donnell, menyampaikan keterangan resmi soal insiden itu.

“Additional details regarding Sunday’s incident remain under investigation, but the drone appears to be Russian,” kata O’Donnell, dikutip The Moscow Times yang bersumber dari Reuters, Minggu (16/8/2026). Pernyataan berbahasa Inggris itu berarti rincian tambahan mengenai insiden Minggu masih dalam penyelidikan, tetapi drone tersebut tampaknya milik Rusia.

Spanyol menempatkan tujuh jet EF-18M Hornet, tiga helikopter NH-90, dan satu pesawat tanker A400M di Romania sebagai bagian dari misi pertahanan udara NATO. Penempatan itu dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026, sebagaimana dilaporkan portal pertahanan Militarnyi, Minggu (16/8/2026).

Baca juga: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 15 Orang

Drone Keempat yang Dijatuhkan Romania Tahun Ini

Kementerian Pertahanan Romania mencatat ini merupakan pesawat nirawak keempat yang ditembak jatuh di atas wilayahnya sepanjang 2026. Pada Juli lalu, penerbang F-16 Romania menjatuhkan tiga drone Rusia sekaligus — yang pertama sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, setelah puluhan pelanggaran wilayah udara sebelumnya hanya berakhir dengan pengerahan jet tanpa tembakan.

Romania berbagi perbatasan sepanjang 614 kilometer dengan Ukraina dan berulang kali mengalami penerobosan wilayah udara selama empat tahun terakhir. Pada Mei, sebuah drone Rusia jatuh menimpa gedung apartemen di Galați saat gelombang serangan ke Ukraina berlangsung, dan melukai dua penghuni.

Insiden Minggu dini hari itu bukan satu-satunya dalam pekan ini. Euronews melaporkan, Minggu (16/8/2026), sebuah drone jatuh di wilayah Romania pada Sabtu (15/8/2026) setelah melintasi wilayah udara negara itu tanpa terdeteksi radar karena terbang pada ketinggian sangat rendah. Sehari sebelumnya, jet F-18 Spanyol juga dikerahkan merespons objek udara di dekat perbatasan Ukraina.

Pola serupa terjadi di negara-negara NATO lain di sekitar Ukraina. Jet tempur NATO menembak jatuh sebuah drone di Latvia pada Juni 2026, sementara di Bulgaria sebuah drone masuk wilayah udara lalu meledak di dekat jalur pipa gas internasional. CBS News melaporkan, Minggu (16/8/2026), otoritas setempat mengaitkan sebagian pelanggaran itu dengan gangguan elektronik dalam perang melawan Rusia, termasuk kemungkinan drone Ukraina yang kendalinya direbut pasukan Rusia.

Baca juga: Korea Selatan dan AS Gelar Ulchi Freedom Shield, 18.000 Tentara Dikerahkan

Puing pesawat nirawak yang dijatuhkan di Galați masih dikumpulkan tim di lapangan. NATO menyatakan penelusuran atas asal dan jenis drone tersebut belum rampung.

Baca Juga

Petugas kesehatan bekerja di lokasi penanganan wabah Ebola
Kasus Ebola Kongo Tembus 4.665, Africa CDC Desak Vaksinasi Segera
Warga melintasi kawasan yang terendam banjir di Jepang
Hujan Rekor Rendam Chiba Jepang, Sembilan Tewas dan 400.000 Warga Mengungsi
Kendaraan lapis baja dan bendera Korea Selatan serta Amerika Serikat
Korut Ancam Balasan Berlipat Jelang Latihan Militer Korsel-AS
Rombongan berjalan memasuki kompleks Kuil Yasukuni di Tokyo
Menhan Jepang Ziarah ke Kuil Yasukuni, China dan Korsel Protes
Pandangan udara asap membubung dari lahan yang terbakar di dekat Dunwich Heath, Suffolk
Inggris Larang Barbeku Sekali Pakai dan Kerahkan Militer
Warga memeriksa bangunan dan mobil yang hancur di desa Ansar, Lebanon selatan
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 15 Orang