Cekricek.id — Perdana Menteri Inggris Andy Burnham melarang sementara penjualan barbeku sekali pakai dan mengerahkan personel militer untuk membantu memadamkan kebakaran lahan yang meluas di berbagai penjuru negeri. Pengumuman itu ia sampaikan dari West Midlands, wilayah Inggris yang terdampak paling parah, pada Jumat (14/8/2026).
Mengutip UPI, Jumat (14/8/2026), Burnham menyebut langkah tersebut terpaksa diambil karena gelombang panas dan kekeringan ekstrem tidak kunjung mereda. Api di wilayah itu, katanya, telah menghancurkan rumah, memaksa warga mengungsi, dan melukai petugas pemadam kebakaran yang sedang melindungi orang lain.
“Kita tidak bisa menerima ini sebagai kelaziman baru,” ujar Burnham dalam pidato videonya.
Rekor Suhu 38,1 Derajat Celsius di London
Sebagian besar wilayah Inggris dan Wales masih dilanda kekeringan dalam dan menghadapi periode panas ekstrem lanjutan. Sehari sebelum pengumuman itu, badan meteorologi Met Office mencatat suhu di London menyentuh 100,6 derajat Fahrenheit atau sekitar 38,1 derajat Celsius, hari terpanas kelima dalam sejarah pencatatan negara tersebut.
“Petani menyaksikan panen gagal dan petugas pemadam menghadapi ratusan kebakaran lahan hanya dalam hitungan pekan,” kata Burnham. “Inilah wujud perubahan iklim di sini dan sekarang.”
Kondisi kering itu sudah berlangsung berbulan-bulan. Pada awal Agustus tercatat 71,3 persen wilayah Inggris berstatus kekeringan dengan 27 juta warga terkena pembatasan air.
Diputuskan dalam Rapat COBRA
Burnham menyatakan larangan barbeku, dana darurat untuk dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan, serta pengerahan dukungan militer diputuskan dalam rapat COBRA, komite tanggap darurat pemerintah Inggris, pada awal pekan itu.
“Kita juga harus menangani penyebab perubahan iklim dan membuat Inggris lebih tahan terhadap cuaca ekstrem yang sudah kita alami. Kita tidak boleh sekadar menerimanya sebagai keniscayaan, dan saya tidak menerimanya,” kata dia.
Pemerintah Inggris sebelumnya sudah mengumumkan rencana mendukung pembangunan sembilan waduk baru untuk memperkuat ketahanan terhadap kekeringan, banjir, dan cuaca ekstrem, ditambah investasi hampir 135 juta dolar Amerika Serikat untuk memperkuat penanganan kebakaran lahan.
Baca juga: Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas, El Nino Raksasa Menguat di Pasifik
Hujan Berarti Baru Diperkirakan Akhir Pekan Depan
Suhu ekstrem pada Kamis membuat Inggris tahun ini sudah membukukan jumlah hari terbanyak dengan suhu mencapai atau melampaui 97 derajat Fahrenheit sebanyak empat hari dan 98 derajat Fahrenheit sebanyak tiga hari, serta menyamai catatan 2022 dengan dua hari yang menembus 100 derajat Fahrenheit.
Menjelang akhir pekan, peramal cuaca memperkirakan pendinginan bertahap dari utara ke selatan, tetapi hujan yang dibutuhkan tetap langka. “Front yang bergerak ke tenggara melintasi Inggris Raya pada Senin dan Selasa bisa membawa hujan bagi wilayah utara, tetapi curah hujan di selatan paling banter kecil dan sebagian besar akan turun di Irlandia Utara dan Skotlandia,” kata Steven Keates dari Met Office dalam keterangan tertulis.
“Hujan berarti berikutnya yang diperkirakan turun di wilayah-wilayah yang sangat kering itu bisa jadi baru menjelang akhir pekan depan,” ujarnya. Panas yang berkepanjangan di belahan bumi utara tahun ini juga menyeret persoalan lain, termasuk gelombang panas laut yang kini dinilai mengancam kesehatan manusia.

















