Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 15 Orang

A A

Warga memeriksa bangunan yang rusak dan mobil yang hancur seusai serangan udara Israel di desa Ansar, Lebanon selatan, Sabtu (15/8/2026). [Foto: Wael Hamzeh/EPA]

Cekricek.id — Dua serangan udara Israel di Lebanon selatan menewaskan sedikitnya 15 orang pada Sabtu (15/8/2026), termasuk tiga anak. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sebelas korban tewas pada gelombang pertama dan empat lagi pada serangan berikutnya.

Mengutip UPI, Sabtu (15/8/2026), serangan pada dini hari menghantam Ansar, permukiman di dekat Kota Nabatieh yang berjarak sekitar 69 kilometer di selatan Beirut. Tujuh orang tewas di sana, tiga di antaranya anak-anak. Beberapa jam berselang pesawat Israel menyerang Deir al-Zahrani dan menewaskan sedikitnya empat orang serta melukai 17 lainnya.

Militer Israel menyatakan tiga tentaranya terluka pada hari yang sama. Kantor Perdana Menteri Israel menuding Hizbullah lebih dulu melanggar gencatan senjata dengan menyerang tentara Israel di zona keamanan.

Beirut: Korban Bukan Infrastruktur Militer

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menolak pembenaran itu. “Tujuh syuhada dalam serangan Israel di Kota Ansar bukan ‘infrastruktur militer’,” kata Salam, yang menyebut eskalasi tersebut sangat berbahaya.

Pernyataan itu memperpanjang bantahan pemerintah Lebanon atas dalih Israel, setelah sebelumnya Presiden Joseph Aoun menegaskan tidak akan membiarkan Israel bertahan seinci pun di tanah Lebanon.

Dari pihak Hizbullah, pemimpin kelompok itu, Naim Qassem, menolak jalur perundingan yang sedang didorong sejumlah pihak. “Perundingan ini tidak akan membawa apa pun selain rasa malu dan kehinaan,” ujar Qassem.

Gencatan Senjata yang Tidak Pernah Diterima Hizbullah

Israel dan Lebanon menandatangani gencatan senjata pada 26 Juni 2026. Hizbullah menolak kesepakatan tersebut sejak awal, dan serangan sporadis terus berlangsung sesudahnya. Pola yang sama terjadi ketika pasukan Israel memasuki desa perbatasan dan melukai tiga tentara Lebanon pada awal Agustus.

UPI menyusun laporannya dari keterangan Kementerian Kesehatan Lebanon dan militer Israel, dengan rujukan tambahan dari The New York Times, BBC News, dan The Jerusalem Post. Pernyataan Nawaf Salam dikutip dari halaman Facebook resminya.

Baca juga: Lebanon Jadi Negara Pertama di Timur Tengah Hapus Hukuman Mati

Belum ada keterangan dari militer Israel mengenai sasaran spesifik di Deir al-Zahrani, dan Kementerian Kesehatan Lebanon belum merilis identitas seluruh korban.

Bagikan

Baca Juga

Makan Lansia Shanghai: Rapat di Pusat Kota, Jatahnya Paling Tipis
Separuh Peziarah Arbain Iran Pakai Layanan Kesehatan di Jalan
Senat AS Tolak Resolusi Laporan Kematian Warga AS di Tepi Barat
Bajak Laut Somalia Bunuh Lima Awak Kapal Tanker Honour 25
Lapid Tuding Netanyahu Tebar Ketakutan Jelang Pemilu Israel
Hegseth Pangkas 20 Persen Jabatan Jenderal dan Laksamana AS