Cekricek.id — Rektor Universitas Riau (Unri) Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 93 pegawai negeri sipil di lingkungan kampus tersebut pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Dikutip dari laman resmi Universitas Riau, unri.ac.id, Senin (17/8/2026), upacara digelar di halaman Gedung Rektorat Kampus Bina Widya dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil Dan Makmur”. Sri Indarti bertindak selaku pembina upacara sekaligus pembaca teks proklamasi kemerdekaan.
Baca juga: Empat Karya Antonello da Messina Dicuri dari Museum di Sicilia
Tema tersebut merupakan tema nasional peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang juga dipakai perguruan tinggi lain di Indonesia pada hari yang sama. Di Unri, upacara diikuti sivitas akademika dan dirangkai dengan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan oleh Rektor.
93 Penerima Satyalancana Karya Satya
Penyerahan tanda kehormatan itu dibagi menurut masa pengabdian. Sebanyak 16 orang menerima Satyalancana Karya Satya untuk masa bakti 30 tahun, 35 orang untuk masa bakti 20 tahun, dan 42 orang untuk masa bakti 10 tahun.
Satyalancana Karya Satya merupakan penghargaan negara bagi aparatur sipil negara yang telah bekerja dengan kesetiaan dan tanpa cacat selama jangka waktu tertentu. Di Unri, penyerahannya dirangkaikan dengan momentum peringatan kemerdekaan.
Komposisi penerima itu memperlihatkan sebaran masa pengabdian tenaga kependidikan dan dosen berstatus pegawai negeri sipil di lingkungan Unri, dengan kelompok terbesar berada pada masa bakti 10 tahun.
Amanat Menteri Dibacakan Rektor
Dalam amanatnya, Rektor membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Sambutan itu menempatkan pengisian kemerdekaan sebagai kerja membangun kemandirian bangsa.
Baca juga: UNRI Perkuat Peran Keilmuan untuk Kedaulatan Pangan dan Energi Riau
“Tugas kita Adalah meneruskan kemerdekaan dengan membangun kemandirian untuk kesejahteraan bangsa,” kata Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., Rektor Universitas Riau.
Ia melanjutkan bahwa tuntutan terhadap perguruan tinggi hari ini tidak berhenti pada penyiapan lulusan. “Perguruan Tinggi tidak hanya dituntut untuk menghasilkan manusia-manusia yang unggul, tetapi juga harus hadir dengan riset dan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan itu menempatkan riset dan teknologi sebagai bagian dari tugas kampus yang setara dengan penyiapan lulusan. Dalam konteks Riau, Unri selama ini menempatkan isu pangan, energi, dan air sebagai bidang keilmuan yang digarap bersama pemerintah daerah dan pelaku industri.
Dorongan Kolaborasi dengan Industri
Menurut keterangan universitas, Rektor juga menyampaikan bahwa kampus harus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah, dunia industri, dan masyarakat dalam menciptakan teknologi serta inovasi untuk mewujudkan Indonesia yang maju.
“Negara maju selalu ditopang oleh penguasaan teknologi dan inovasi, untuk itu kampus harus berkolaborasi dengan pemerintah, industri dan masyrakat, untuk kemajuan bangsa,” kata Sri Indarti.
Baca juga: Rektor UNRI Lantik 242 ASN, Tekankan Kompetensi dan Kolaborasi
Pesan penutup disampaikan dengan mengajak seluruh sivitas akademika merapatkan barisan. “Mari rapatkan barisan, satukan kepalan tangan, dan bulatkan tekad untuk Indonesia Berdaulat, Adil Dan Makmur,” ucapnya mengakhiri amanat.
Kampus Bina Widya sendiri merupakan kampus utama Universitas Riau di Pekanbaru dan menjadi pusat kegiatan seremonial serta administrasi perguruan tinggi negeri terbesar di Provinsi Riau itu. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini digelar serentak di lingkungan perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan amanat menteri yang sama dibacakan para pemimpin kampus.















