Cekricek.id — Pemerintah Filipina berjanji memperluas bantuan beasiswa bagi pelajar dan melanjutkan pembagian beras bagi keluarga miskin. Janji itu disampaikan Sekretaris Eksekutif Filipina, Ralph Recto, dalam kunjungan resmi ke Cebu.
Dikutip dari laman The Philippine Star, philstar.com, Senin (17/8/2026), Recto berbicara di hadapan para penerima beasiswa presiden di Kota Cebu. Program itu saat ini menopang lebih dari 5.000 pelajar di kota tersebut, sementara secara nasional pemerintah menargetkan 210.000 pelajar dari 42.000 barangay pada tahun ini.
Recto meminta penerima beasiswa memandang bantuan itu sebagai amanah, bukan hadiah. “Presiden menaruh kepercayaan besar kepada kalian, karena itu kalian dipilih sebagai penerima beasiswa presiden. Yang diminta dari kalian sederhana: belajarlah dengan baik. Selesaikan kuliah kalian. Suatu hari nanti, pakailah apa yang kalian pelajari untuk menolong orang lain,” kata Ralph Recto.
Baca juga: Australia Mulai Beli Kembali Senjata Api pada 2 November
20.000 Peso untuk Menuntaskan Studi
Setiap penerima beasiswa presiden memperoleh 20.000 peso untuk menuntaskan studinya. Angka penerima yang ditargetkan pada tahun ini menjadikan program tersebut salah satu skema bantuan pendidikan berbasis barangay dengan jangkauan terluas di Filipina, karena penyaluran dilakukan melalui satuan pemerintahan terkecil, bukan lewat kampus.
Di Cebu, Recto juga membagikan beras kepada sekitar 120.000 keluarga. Ia menyatakan pembagian itu tidak berhenti pada satu kesempatan. “Pembagian akan dilakukan setiap dua bulan,” ujar Recto. Secara nasional, program beras itu menyasar hampir delapan juta rumah tangga miskin dengan jatah sepuluh kilogram untuk setiap keluarga.
Dana Dukungan Pemerintah Daerah 57,87 Miliar Peso
Pemerintah Filipina menyebut program beras itu memberi dua manfaat sekaligus, yakni menopang keluarga rentan dan menciptakan pendapatan bagi petani lokal karena beras dibeli negara. Pembiayaan berasal dari Local Government Support Fund tahun ini yang bernilai 57,87 miliar peso.
Baca juga: Modi Janji India Jadi Negara Maju 2047, Latih 10 Juta Anak Muda AI
Dana yang sama juga dipakai untuk membiayai proyek infrastruktur, termasuk jalan penghubung dari lahan pertanian ke pasar serta jaringan penyediaan air. Penempatan beasiswa, bantuan beras, dan proyek fisik dalam satu kantong anggaran membuat pemerintah daerah menjadi pelaksana utama ketiga jenis belanja tersebut.
Penyaluran yang berbasis barangay menempatkan aparat pemerintahan terkecil sebagai pintu masuk program. Data 42.000 barangay yang disebut pemerintah menunjukkan jangkauan bantuan itu menyentuh hampir seluruh satuan administrasi terbawah di Filipina, bukan hanya kota-kota besar.
Recto berbicara di Cebu dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Eksekutif, jabatan yang mewakili Presiden Ferdinand Marcos Jr. pada berbagai agenda pemerintah. Program beasiswa dan beras yang ia paparkan sama-sama dijalankan sebagai kebijakan nasional, dengan Cebu sebagai salah satu titik penyaluran terbesar.
Baca juga: Polisi Hanoi Terjunkan Drone Awasi Pelanggaran dan Kemacetan Lalu Lintas
Kunjungan Recto ke Cebu berlangsung ketika pemerintahan Ferdinand Marcos Jr. sedang menghadapi tekanan atas kinerja ekonomi. Gubernur bank sentral Filipina sebelumnya menyebut pertumbuhan kuartal kedua yang hanya 2,3 persen sebagai capaian yang mengecewakan, sebuah angka yang membuat program bantuan langsung seperti beasiswa dan beras semakin menjadi sorotan.
















