Ukraina Klaim Hantam Pusat Roket dan Antariksa Rusia di Samara

Ilustrasi barisan personel militer

Ilustrasi barisan personel militer dalam sebuah upacara. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Ukraina menyatakan telah menghantam Pusat Roket dan Antariksa Progress di Wilayah Samara, Rusia, memakai rudal jelajah FP-5 Flamingo. Fasilitas itu memproduksi wahana peluncur yang menempatkan satelit militer, pengintaian, dan komunikasi Rusia ke orbit.

Dikutip dari Euronews, euronews.com, Sabtu (15/8/2026), pengumuman serangan disampaikan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina memastikan sasaran terkena dan kebakaran muncul di area fasilitas tersebut.

“Rencana sanksi jarak jauh kami terhadap Rusia atas perang ini sedang dijalankan, dan penting bahwa potensi perang Rusia dikurangi,” kata Zelenskyy.

Baca juga: Indonesia dan Uni Eropa Bahas Kayu Legal di Pertemuan JIC Ke-11

Pangkalan Udara dan Fasilitas Minyak Ikut Disasar

Selain Progress, Ukraina mengklaim menghantam pangkalan udara Savasleyka di Wilayah Nizhny Novgorod. Staf Umum menyebut pangkalan itu mengoperasikan jet tempur MiG-31K, pesawat yang membawa rudal balistik Kh-47M2 Kinzhal. Sasaran ketiga adalah fasilitas minyak Ust-Luga, yang terletak tidak jauh dari perbatasan Estonia.

Menurut keterangan Staf Umum, wahana peluncur buatan Progress dirancang untuk “menempatkan pesawat ruang angkasa militer, pengintaian, dan komunikasi Rusia ke orbit”. Pusat tersebut juga memproduksi komponen elektronik dan menjalankan operasi antariksa untuk badan antariksa Rusia. Euronews tidak memuat tanggapan pejabat Rusia atas klaim serangan itu.

Rudal Flamingo dan Perang Jarak Jauh

Rudal jelajah FP-5 Flamingo yang disebut Zelenskyy merupakan senjata yang diandalkan Kyiv untuk menjangkau sasaran jauh di dalam wilayah Rusia. Euronews tidak merinci spesifikasi rudal tersebut. Pemilihan Progress sebagai sasaran menandai pergeseran fokus serangan Ukraina dari kilang dan depot bahan bakar ke industri antariksa dan penerbangan yang menopang kemampuan pengintaian Rusia.

Baca juga: Bus Wisata Polandia Terguling di Hongaria, 12 Orang Tewas

Wilayah Samara berada jauh di pedalaman Rusia, di tepi Sungai Volga, sehingga serangan ke fasilitas di sana menunjukkan jangkauan senjata jarak jauh Ukraina yang terus bertambah. Pangkalan Savasleyka juga bukan sasaran sembarangan. Jet MiG-31K yang beroperasi dari sana selama ini menjadi wahana peluncur Kinzhal, rudal yang berulang kali dipakai Rusia untuk menyerang kota-kota Ukraina dan sulit dihadang sistem pertahanan udara konvensional.

Serangan Balasan di Wilayah Ukraina

Pada periode yang sama, Rusia melancarkan serangan udara berskala besar ke wilayah Ukraina. Angkatan Udara Ukraina melaporkan 152 drone dan amunisi penjelajah diluncurkan sepanjang malam, dengan 124 di antaranya berhasil ditembak jatuh atau dilumpuhkan. Serangan tercatat di 16 lokasi.

Korban terbanyak dilaporkan di Wilayah Kherson, tempat sedikitnya seorang anak tewas dan 28 orang mengalami luka. Sebelas orang terluka di Wilayah Dnipropetrovsk, empat orang di Oblast Sumy, serta sembilan orang di Wilayah Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kharkiv.

Baca juga: Australia Mulai Beli Kembali Senjata Api pada 2 November

Serangan saling balas ini berlangsung ketika kedua pihak menempatkan infrastruktur strategis sebagai sasaran utama. Bagi Ukraina, industri antariksa dan pangkalan pembawa rudal Kinzhal merupakan simpul yang menentukan kemampuan Rusia menyerang dari jarak jauh. Bagi Rusia, gelombang drone malam menjadi cara menekan pertahanan udara Ukraina yang harus membagi perhatian ke belasan titik sekaligus.

Baca Juga

Ilustrasi sejumlah pelajar membawa ransel sekolah.
Filipina Perluas Beasiswa dan Lanjutkan Bantuan Beras
Ilustrasi perairan Danau Kariba. Feri yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas terbalik di danau tersebut pada 11 Ag
Korban Feri Danau Kariba Zimbabwe Jadi 84, Pemerintah Selidiki
Ilustrasi rapat kebijakan di ruang sidang.
Singapura Percepat Langkah Atasi Angka Kelahiran Terendah
Suasana terkait Komite Nasional Demokrat Amerika Serikat yang menetapkan kalender primer 2028 dalam pertemuan di Austin,
Demokrat AS Geser Iowa, South Carolina Pimpin Primer 2028
Ilustrasi pejabat menyampaikan pidato politik.
Succes Masra Bebas dari Penjara Chad, Serukan Rekonsiliasi
Ilustrasi suasana khidmat sebuah upacara penghormatan.
Bou Meng, Penyintas Penjara S-21 Khmer Merah, Wafat di Usia 85