Cekricek.id — Kementerian Pertanian menyalurkan 5.386 ton beras senilai sekitar Rp75,4 miliar untuk empat kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi, menurut siaran pers yang dimuat pertanian.go.id, Kamis, 20 Agustus 2026. Penyaluran dilakukan melalui Perum Bulog dan mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Sikka.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan perintah konsolidasi bantuan diberikan begitu informasi gempa diterima. “Dalam kondisi seperti ini, negara hadir dan bergerak cepat. Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya, Minggu, 16 Agustus 2026.
Baca juga: Indonesia Ekspor Perdana 1.000 Ton Beras ke Malaysia
Manggarai Terima Porsi Terbesar
Rinciannya, Kabupaten Manggarai memperoleh 31,63 ton bantuan bencana ditambah 1.799 ton bantuan pangan reguler. Kabupaten Manggarai Timur menerima 153 ton bantuan bencana dan 1.661 ton bantuan pangan reguler. Kabupaten Ngada mendapat 8,06 ton bantuan bencana serta 444,21 ton bantuan pangan reguler, sedangkan Kabupaten Sikka memperoleh 6,88 ton bantuan bencana dan 1.281,36 ton bantuan pangan reguler.
Dari keseluruhan volume itu, beras yang dialokasikan khusus sebagai bantuan kebencanaan berjumlah 200,35 ton. Sisanya merupakan bantuan pangan reguler — program penyaluran rutin bagi keluarga penerima manfaat yang sudah berjalan sebelum gempa dan tetap dilanjutkan di wilayah terdampak. Artinya, sebagian besar dari angka Rp75,4 miliar yang disebut kementerian berasal dari pos bantuan yang memang sudah dianggarkan, bukan tambahan khusus untuk tanggap darurat.
Amran, yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional, mengatakan penyaluran dua jalur itu sengaja dijaga bersamaan. “Penanganan pangan dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan bencana dan bantuan pangan reguler kita jaga secara bersamaan,” katanya.
Gempa M7,7 Terasa sampai Sulawesi Selatan
Baca juga: Gempa NTT, Layanan Pajak Ende Pindah ke Halaman Rumah Arsip
Gempa yang memicu penyaluran bantuan itu berkekuatan M7,7 dan berpusat di timur laut Nagekeo. Dalam siaran pers bernomor 044.Pers/04/SJI/2026 bertanggal 15 Agustus 2026, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut guncangan pada Sabtu dini hari itu dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur hingga Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan. Badan Geologi meminta warga memeriksa kondisi bangunan, mematuhi rambu dan jalur evakuasi, serta mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.
Penanganan tidak berhenti di sektor pangan. Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, melalui laman pu.go.id, bahwa pihaknya mempercepat pemulihan layanan dasar di lokasi pengungsian, terutama penyediaan air bersih, sanitasi, dan pengelolaan persampahan, serta membuka kembali titik longsor di ruas Krica–Lidi, Desa Pulue.
Kendala Akses Jadi Perhatian
Amran mengatakan koordinasi dengan Perum Bulog dan pemerintah daerah diperkuat karena sebagian wilayah sasaran mengalami hambatan akses akibat kerusakan infrastruktur. “Prioritas kita adalah masyarakat. Bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan, terutama masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, mengalami keterbatasan akses, maupun berada di wilayah yang terdampak langsung. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pangan tetap aman,” katanya.
Ia menambahkan penyaluran dijalankan bersama seluruh unsur pemerintah daerah dan tidak berhenti pada pengiriman logistik. “Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat terdampak bencana yang merasa sendirian. Pemerintah hadir. Pangan tersedia, bantuan kita gerakkan, dan koordinasi terus kita perkuat sampai kondisi masyarakat kembali pulih,” ujar Amran.
Baca juga: Rumah Rusak Gempa NTT Dibantu Rp15 Juta dan Rp30 Juta
Beras yang disalurkan dikonsolidasikan Perum Bulog atas perintah Amran begitu laporan gempa diterima. Kementerian Pertanian menyebut koordinasi dengan pemerintah kabupaten diperlukan untuk menentukan titik penyerahan, mengingat sebagian jalur menuju wilayah terdampak belum sepenuhnya pulih.
Empat kabupaten penerima bantuan berada di Pulau Flores. Manggarai dan Manggarai Timur terletak di ujung barat pulau, Ngada berada di bagian tengah dan berbatasan langsung dengan Nagekeo yang menjadi wilayah terdekat pusat gempa, sementara Sikka berada di sisi timur. Rentang wilayah itu menunjukkan sebaran dampak guncangan tidak terbatas pada kabupaten di sekitar episentrum.
Kementerian Pertanian menyatakan penyaluran bantuan pangan reguler di wilayah terdampak akan tetap dijalankan setelah masa tanggap darurat berakhir, dengan alasan kebutuhan pangan rumah tangga tidak berhenti bersamaan dengan selesainya fase darurat.
















