AIA Bukukan Nilai Bisnis Baru US$3,21 Miliar Semester I

Gedung AIA Central di kawasan Central, Hong Kong

Gedung AIA Central di kawasan Central, Hong Kong. [Foto: Ank Kumar/Wikimedia Commons]

Cekricek.id — AIA Group Limited, kelompok asuransi jiwa pan-Asia terbesar yang tercatat di bursa secara independen, mengumumkan hasil keuangan untuk enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 pada Kamis, 20 Agustus 2026. Dikutip dari aia.com, nilai bisnis baru atau value of new business (VONB) perusahaan yang bermarkas di Hong Kong itu mencapai US$3.212 juta, naik 10 persen dengan basis kurs tetap.

VONB adalah ukuran perkiraan laba masa depan dari premi yang baru dijual, sehingga dipakai sebagai barometer arah bisnis sebuah perusahaan asuransi jiwa — berbeda dari laba tahun berjalan yang sebagian besar berasal dari polis lama. AIA menyatakan pertumbuhan itu terjadi di seluruh saluran distribusi dan seluruh segmen yang dilaporkan, kecuali Thailand. Jika kontribusi Thailand dikeluarkan, VONB semester pertama tumbuh 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Topan Saola Meluluhlantakkan Guangdong, Hong Kong, dan Macau

Laba operasional dan arus kas semester pertama

Laba operasional setelah pajak atau operating profit after tax tercatat US$4.163 juta, naik 13 persen per saham. Karena capaian itu, AIA menyatakan kini memperkirakan akan melampaui target pertumbuhan majemuk tahunan laba operasional per saham sebesar 9 sampai 11 persen untuk periode 2023 hingga 2026. Imbal hasil ekuitas operasional yang disetahunkan berada di 17,5 persen, naik dari 15,5 persen pada tahun penuh 2025, sementara imbal hasil nilai terbenam operasional yang disetahunkan mencapai 18,0 persen, naik dari 15,8 persen pada tahun penuh 2025.

Dari sisi kas, underlying free surplus generation — ukuran inti AIA untuk kas hasil operasi — mencapai US$3.935 juta atau naik 10 persen per saham. Setelah dikurangi investasi untuk bisnis baru, arus surplus bebas bersih naik 12 persen per saham menjadi US$2.758 juta. Nilai ekuitas terbenam kelompok usaha itu berada di US$83,4 miliar, naik 6 persen per saham sepanjang semester pertama dengan basis kurs aktual.

Dividen interim naik 10 persen

Baca juga: Seleb Cantik Asal Hong Kong Ditemukan Tewas, Dimutilasi dan Dijadikan Sup

Dewan direksi menetapkan dividen interim 53,90 sen dolar Hong Kong per saham, naik 10 persen dari tahun sebelumnya. Sepanjang enam bulan pertama 2026, AIA mengembalikan US$3,6 miliar kepada pemegang saham melalui dividen dan pembelian kembali saham. Perusahaan memakai kurs rujukan US$1 setara 7,8409 dolar Hong Kong dalam rilis tersebut.

“AIA membukukan kinerja kuat lagi pada paruh pertama 2026, dengan pertumbuhan dua digit di seluruh metrik keuangan utama kami, sambil terus mengembalikan modal dalam jumlah besar kepada pemegang saham,” kata Lee Yuan Siong, Kepala Eksekutif dan Presiden AIA Group. Ia menambahkan bahwa VONB mencapai rekor tertinggi US$3,2 miliar dan kelompok usaha itu mencatat pertumbuhan majemuk tahunan 17 persen sejak paruh pertama 2023 dengan basis kurs aktual.

Keagenan dan jangkauan pasar Asia

Lee menyebut jaringan keagenan sebagai inti dari platform distribusi perusahaan. “Saya senang AIA sekali lagi menempati peringkat pertama sebagai perusahaan multinasional Million Dollar Round Table secara global. Kami memegang posisi ini selama rekor 12 tahun berturut-turut,” ujarnya. Pada semester pertama 2026, saluran keagenan itu membukukan pertumbuhan VONB 11 persen di luar Thailand, sementara jaringan mitra distribusi strategis — mencakup bancassurance serta penasihat keuangan independen dan pialang — menyumbang kenaikan VONB 18 persen.

Baca juga: Panduan Cara Klaim Asuransi Mobil dengan Sukses

“Asia tetap menjadi peluang pertumbuhan paling menarik untuk asuransi jiwa dan kesehatan,” kata Lee. Menurut dia, faktor struktural di kawasan itu terus menciptakan permintaan besar terhadap produk dan layanan penasihatan perusahaannya.

AIA beroperasi di 18 pasar, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Tiongkok daratan, Hong Kong, Australia, dan Selandia Baru, ditambah usaha patungan 49 persen di India. Total asetnya US$360 miliar per 30 Juni 2026, dengan lebih dari 45 juta polis individu dan lebih dari 16 juta peserta skema asuransi kelompok. Bisnis yang kini menjadi AIA pertama kali berdiri di Shanghai pada 1919 dan sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Hong Kong dengan kode 1299.

Channel NewsAsia melaporkan angka VONB itu sejalan dengan konsensus estimasi US$3,2 miliar yang dihimpun perusahaan. Menurut laporan yang sama, saham perusahaan asuransi yang tercatat di Hong Kong sempat tertekan awal bulan ini setelah beredar laporan bahwa otoritas pajak Tiongkok mulai mengenakan pajak penghasilan pribadi 20 persen atas imbal hasil polis asuransi Hong Kong, yang memunculkan kekhawatiran bahwa pengawasan lebih ketat terhadap investasi luar negeri dapat menekan permintaan dari nasabah daratan.

Baca Juga

Panduan Cara Klaim Asuransi Mobil dengan Sukses
Panduan Cara Klaim Asuransi Mobil dengan Sukses
Panduan Lengkap Memilih Asuransi Mobil All Risk yang Tepat untuk Mobil Anda
Panduan Lengkap Memilih Asuransi Mobil All Risk yang Tepat untuk Mobil Anda
Panduan Memilih Asuransi Mobil yang Tepat: Semua yang Perlu Anda Ketahui
Panduan Memilih Asuransi Mobil yang Tepat: Semua yang Perlu Anda Ketahui
Cekricek.id - Hal Apa Saja yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Asuransi?
Hal Apa Saja yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Asuransi?
Cekricek.id - Panduan Utama untuk Memahami Asuransi: Semua yang Perlu Anda Ketahui
Panduan Utama untuk Memahami Asuransi: Semua yang Perlu Anda Ketahui
Kesadaran akan asuransi dan jaminan sosial menjadi kunci kesejahteraan generasi muda Indonesia. Pelajari pentingnya pemahaman ini bagi masyarakat berusia 17-35 tahun.
Meningkatkan Kesadaran Asuransi dan Jaminan Sosial: Kunci Kesejahteraan Generasi Muda Indonesia