Cekricek.id — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional 6% pada 2027 melalui strategi transformasi sektoral berbasis industri manufaktur, demikian dikutip dari siaran pers Kemenperin, Jumat (14/08/2026).
Target ini diusung di tengah kondisi perekonomian global yang masih dihadapi risiko geopolitik, gejolak harga energi dan pangan, serta tingginya suku bunga. Meskipun demikian, proyeksi lembaga dunia memproyeksikan pertumbuhan global 2,8% pada 2026 dan 3,1% pada 2027.
Industri Manufaktur sebagai Mesin Pertumbuhan
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa industri manufaktur harus menjadi mesin pertumbuhan sektoral. "Kita tidak bisa hanya mengandalkan komoditas. Industri pengolahan yang bernilai tambah tinggi adalah kunci lompatan ke 6%," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis Kemenperin, Jumat (14/08/2026).
Kemenperin menyusun peta jalan transformasi yang mencakup hilirisasi sumber daya alam, pengembangan industri strategis (baterai, EV, semiconductor), serta penguatan ekosistem vendor domestik.
Penguatan Kredibilitas dan Tata Kelola Emiten
Sebagai pendukung, pemerintah mendorong penguatan kinerja dan tata kelola emiten di pasar modal. Hal ini diperlukan untuk menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global yang tinggi.
Kemenperin juga berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, OJK, dan BEI untuk memastikan kebijakan fiskal, moneter, dan pasar modal berjalan sinkron mendukung target pertumbuhan ambisius tersebut.
















